
"Jenderal Ling, apa yang kamu lakukan disini ?" Tanya Su Qionglin dengan terkejut.
"Apa yang aku lakukan disini ? Bukankah sebaiknya aku bertanya padamu, Nona Su ? Tidakkah kamu seharusnya berada di depan dan menerima tamu ?" Tanya Ling Yi balik.
"Jenderal Ling, tidak baik untuk menanyakan kepada orang lain lagi ketika kamu sedang ditanyai. Kamu harus menjawab terlebih dahulu kenapa kamu disini ?" Tanya Su Qionglin sambil menyeka air matanya.
"Kenapa kamu juga membalas pertanyaanku dengan pertanyaan kalau begitu, Nona Su ? Oh ya, aku baru tahu bahwa orang buta sepertimu juga bisa menangis. " Ejek Ling Yi dengan terang terangan.
"Tidak bisa melihat bukan berarti tidak memiliki perasaan, ini lebih baik dibandingkan seseorang yang bisa memandang dengan jelas tapi tidak mampu memberikan empati. " Balas Su Qionglin dengan dingin.
"Oh, kamu sedang menyindir ku. " Ucap Ling Yi.
"Tidak, tapi jika Jenderal Ling merasa tersindir maka tidak bisa menyalahkan diriku. " Balas Su Qionglin.
"Nona Su ternyata sangat pandai bicara, aku akan menjawab alasanku berada disini. Itu semua karena aku muak. " Ucap Ling Yi dengan acuh tak acuh.
"Muak ? Lalu kenapa Jenderal Ling tidak pulang ?" Tanya Su Qionglin dengan aneh.
"Yang Mulia bahkan belum pulang, apakah budak rendahan sepertimu bisa pulang ke rumah dan beristirahat ?" Tanya Ling Yi.
"Kalau begitu maka aku tidak akan menganggu waktu tenang Jenderal Ling. " Jawab Su Qionglin tidak ingin memperpanjang masalah ini.
Lebih baik dia berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman maut Ling Yi dan kembali ke depan untuk menerima umpatan dari orang orang.
"Tunggu, aku sudah menjawabmu, dan kamu akan kabur. Apakah ini cara dari Kediaman Su untuk membalas orang lain ?" Tanya Ling Yi.
"Jika Jenderal Ling ingin tahu apa penyebab ku disini adalah karena aku tidak akrab dengan semua orang di depan, adanya aku atau tidak disana tidak akan mempengaruhi orang lain. " Ucap Su Qionglin.
Su Qionglin mengepalkan tangannya ketika mengatakan ini, berusaha untuk tetap tegar dan kuat. Dia tidak boleh terlihat lemah di depan orang lain, terutama Ling Yi.
"Lalu, Jenderal Ling. Kenapa kamu mengatakan bahwa kamu iri dengan Ayahku ?" Tanya Su Qionglin, karena mereka sudah berbicara sepanjang ini maka dia memutuskan untuk menanyakan hal yang mengganjal di hatinya sejak tadi.
"Itu sederhana, jika aku yang terbaring di peti itu maka tidak akan semua keramaian ini. Melihat bahwa Jenderal Su benar benar memiliki banyak penggemar benar benar membuatku iri. " Ling Yi berhenti sejenak dan tertawa ringan.
"Jika itu adalah aku, maka semua orang tidak akan menangis justru mereka akan tertawa 'akhirnya penjahat itu mati juga', semuanya akan senang dan gembira. Bukankah kamu juga akan seperti itu Nona-" Ucapan Ling Yi terpotong.
"Aku akan !" Seru Su Qionglin berbalik.
Ling Yi terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Su Qionglin, seolah olah tidak menyangka bahwa itu adalah jawaban yang akan dikatakan oleh Su Qionglin.
"Jika itu adalah kamu, Jenderal Ling maka aku akan duduk di depan peti dan abumu selama enam jam dan menangis sepanjang hari, bahkan jika tidak ada yang mendatangimu maka aku akan menjadi satu satunya yang mendatangimu." Ucap Su Qionglin dengan jujur dan polos.
Ling Yi menyeringai dan mendekat ke arah Su Qionglin, Su Qionglin mundur dua langkah dan punggungnya sudah menabrak dinding.
"Jenderal Ling, sebaiknya kamu tidak macam macam. Ini adalah kediaman Su yang memiliki banyak penjaga dan pelayan. " Ucap Su Qionglin.
"Lalu, kenapa ? Siapa yang bisa menahanku ?" Tanya Ling Yi menekan Su Qionglin di dinding.
Su Qionglin menahan nafasnya ketika merasakan bau amis darah yang sangat pekat berasal dari tubuh Ling Yi.
"Kenapa kamu akan melakukan semua itu Nona Su ? Tidakkah kamu ini sangat munafik ? Aku yakin bahwa kamu hanya akan tertawa di depan pemakaman ku. " Ucap Ling Yi dengan dingin.
"Itu adalah pemikiran yang dimiliki oleh orang berpikiran sempit. Jenderal Ling, bahkan jika kamu jahat, aku tidak akan lupa bahwa kamu telah menyelamatkan ku dua kali. " Balas Su Qionglin dengan berani bahkan ketika dia terdesak oleh Ling Yi seperti ini.
"Betapa baiknya memiliki Nona Su untuk menangisiku di pemakaman, lalu apakah kamu ingin aku menggantikan Ayahmu berbaring di dalam peti busuk itu ?" Tanya Ling Yi dengan nada yang tajam.
Su Qionglin merasa bahwa dia tercekik oleh suasana yang dingin ini dan merasa ketakutan tapi tidak bisa mengatakan apa apa.
Jika dia berteriak dan orang orang datang maka apa gunanya ? Su Qionglin akan menjadi orang yang disalahkan.
Dia seharusnya berada diluar bukan disini, lagipula siapa yang berani untuk menyalahkan Ling Yi ?
Orang orang itu hanya bisa menggunakan Su Qionglin sebagai pelampiasan jika memang terjadi sesuatu.
Su Qionglin dapat memperkirakan semua hal yang terburuk dari yang terburuk.
"Jenderal Ling, apakah perlu bagimu untuk melakukan semua ini padaku ? Aku tidak lebih dari seorang gadis buta, tolong lepaskan aku. " Ucap Su Qionglin.
"Jika kamu memohon dengan baik seperti anjing penurut, maka majikan ini akan memberi kebebasan untukmu. Jika tidak, maka tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Walaupun kamu buta , kamu cantik dan tubuhmu juga bagus. Aku tidak akan keberatan untuk bersenang senang disini. "Ucap Ling Yi berbisik disini.
Tubuh Su Qionglin gemetar sementara dia terus menerus ditekan oleh Ling Yi, matanya memerah dan tidak bisa melakukan apapun.
Seandainya..... dia sedikit lebih kuat, maka dia akan bisa melawan Ling Yi. Dia tidak akan terus menerus di injak injak oleh Ling Yi.
Betapa bodoh dan naifnya dia bahwa dia berpikir kalau Ling Yi tidak akan berbuat nekat, Ling Yi menahan kedua tangannya di atas dan meniup lehernya dengan lembut.
"Jenderal Ling ! Tolong lepaskan aku. " Ucap Su Qionglin dengan nada memohon.
"Kamu harus membuat dirimu menjadi lebih manis. " Balas Ling Yi.
"Jenderal Ling, tolong lepaskan aku !" Seru Su Qionglin.
Duk !
Su Qionglin mengambil kesempatan dengan menghantamkan kakinya ke benda yang berada diantara dua kaki Ling Yi dan berlari dari sana.
Su Qionglin berlari secepat kilat meninggalkan Ling Yi yang sedang mengeluh kesakitan karena Su Qionglin.
Su Qionglin langsung mencari Zhuang Qingyi untuk bersama, karena ketakutan dan gelisah bahwa Ling Yi akan mengikutinya.
"Nona Zhuang, jika aku menyinggung Jenderal Ling. Kira kira apa yang akan ku terima ? Aku hanya bertanya saja. " Ucap Su Qionglin dengan panik.
"Mungkin kepalamu akan terlepas atau mungkin mendapatkan hukuman gantung jika dia sedang dalam suasana hati yang baik. " Balas Zhuang Qingyi dengan enteng.