
"Lalu, bagaimana jika dia tidak dalam keadaan baik ?" Tanya Su Qionglin dengan merinding.
Manusia normal manapun akan takut ketika menghadap Ling Yi yang kejam dan tidak berperasaan ini.
"Ehm, aku tidak pernah melihat secara langsung hanya saja aku mendengar bahwa dia tidak dijuluki Raja Neraka dengan sia sia. Dia memiliki 1001 cara untuk membuat musuhnya tekuk lutut, dia mungkin akan menguliti, atau merendamnya ke air sampai sesak nafas dan mengangkat kembali. Atau mungkin juga hukuman sunyi, kamu tahu hukuman sunyi ? Hukuman yang digunakan bagi penjahat kelas atas, dimana orang akan gila dan tidak bisa merasakan dirinya sendiri dalam waktu satu minggu. " Ucap Zhuang Qingyi dengan jujur.
"Hukuman Sunyi, sama seperti namanya, kamu akan ditempatkan di sebuah ruangan yang sepi dan tidak memiliki cahaya sama sekali sehingga kamu bahkan bisa mendengar suara detak jantungmu sendiri. Dia juga terkenal akan hukuman seribu pisaunya, dimana dia akan melempari orang yang menjadi target ini dengan pisau. " Lanjut Zhuang Qingyi.
Mendengar ini membuat kedua lutut Su Qionglin melemah dan terduduk di tanah dengan lemas, dia bahkan tidak bisa membayangkan jika dia bertemu dengan pria itu lagi.
Ditambah lagi, dia dengan percaya dirinya mengatakan bahwa dia akan menangisi Ling Yi di pemakamannya , dia pasti sudah menyinggung Ling Yi.
Sementara Ling Yi sendiri pergi bersama dengan wakil jenderalnya , Yuan Zhen.
"Tuan, apakah kamu bertemu dengan Nona Su lagi ?" Tanya Yuan Zhen.
"Hm, apakah ada yang salah ?" Tanya Ling Yi.
"Tuan, kamu menjadi sering berinteraksi dengannya akhir akhir ini. Apakah kamu menyukainya ?" Tanya Yuan Zhen.
"Apakah kamu telah memukul kepalamu dengan batu ?" Tanya Ling Yi dengan dingin.
Yuan Zhen tahu bahwa dirinya telah mengatakan hal yang salah dan dengan rendah hati langsung mengatakan bahwa dirinya salah.
"Tuan jangan marah, gadis buta itu bagaimana mungkin bisa layak untuk Tuan yang sempurna ?" Tanya Yuan Zhen dan Ling Yi membalasnya dengan tatapan tajam.
Karena dalam masa berkabung maka, pertunangan dan pernikahan antara Putra Mahkota dan Su Lian ditunda oleh Yang Mulia.
Menunggu sampai masa berkabung selesai dan mereka baru bisa merayakan hari hari bahagia, selama satu tahun ini maka mereka harus mengenakan pakaian serba putih dan rumah mereka juga dihias sedemikian rupa.
Tidak ada warna merah sedikitpun tapi, bagi Su Qionglin apakah itu merah atau putih , semuanya tidak berguna karena dia tidak bisa melihatnya dan memandangi lampion lampion yang dikatakan cantik.
Selama satu tahun ini, Su Qionglin tidak keluar dari kediaman sama sekali dan mengenang seluruh kenangan indahnya dengan Ayahnya yang terbilang sedikit.
Seandainya, Su Bei bukan seorang perwira dan hanya seorang pengukir kayu yang hidup dengan sederhana tapi tidak kekurangan, betapa membahagiakannya itu ?
Tapi, tidak ada yang bisa diubah. Sebagai bentuk rasa dukanya, selama satu tahun ini, Su Qionglin tidak mengenakan perhiasan apapun dan rambutnya dibiarkan tergerai dan tidak tidak menggunakan pemerah pipi.
Itu bahkan membuatnya tampak lebih pucat, ketika di sandingkan dengan pakaian putih maka itu membuatnya seperti boneka salju.
Mereka sekeluarga merasa sedih dan kehilangan akan kepergian Su Bei yang tiba tiba dan tanpa kenangan perpisahan.
Mungkin......... Su Bei sudah mendapatkan firasat bahwa dia akan pergi lebih dahulu jadi tidak lupa untuk meninggalkan hadiah kecil untuk putra putrinya sehingga mereka memiliki benda untuk melampiaskan kerinduan mereka.
Su Qionglin tidak bisa menangis lagi ketika mengingat Ayahnya , hanya bisa merasakan keihklasan yang luar biasa karena dia tahu bahwa Ayahnya tidak akan senang melihatnya menangis.
"Ayah , hari ini adalah peringatan satu tahun sejak kamu meninggal yang berarti kami akan kenyelesaikan masa berkabung ini, tolong berkati adik Lian agar bisa menjadi Putri Mahkota yang baik. " Doa Su Qionglin dan melepaskan sebuah burung merpati yang di dapatkannya dari Su Yun.
Su Lian yang semula berniat untuk mengajak Su Qionglin bermain tiba tiba mendengar doa Su Qionglin membuatnya terharu.
Su Lian langsung berlari dan memeluk Su Qionglin tanpa peringatan, yang membuat Su Qionglin tersentak.
"Kakak, kamu terlalu baik. Kamu seharusnya memikirkan dirimu terlebih dahulu , kenapa harus aku yang kamu doakan ?" Tanya Su Lian dengan sedih.
"Jika bukan kamu maka siapa ? Kamu akan segera menikah dan menjadi putri Mahkota, kamu harus mendapatkan banyak berkat dan perlindungan dari Ayah. Sementara aku akan menikah dan hidup dengan orang sederhana yang aku cintai dan bisa menerima diriku apa adanya. " Jawab Su Qionglin dengan tenang.
"Kakak kamu berhak untuk kebahagiaan ini. Aku akan mendoakan mu bahwa kamu akan menikah dengan pria yang baik dan mencintaimu dengan tulus. " Balas Su Lian dan memeluk Su Qionglin.
Karena masa berkabung mereka sudah selesai maka mereka membakar pakaian pakaian putih yang telah mereka gunakan selama satu tahun ini.
Setelah itu mereka memberikan doa untuk Su Bei supaya mendapatkan reinkarnasi sebagai orang yang baik, kaya, dan makmur.
Setelah menyelesaikan ritual, pada akhirnya mereka dipanggil ke Istana setelah satu tahun tidak melakukan apapun.
Nyonya Su menekan semua pengeluaran selama satu tahun ini dan pada akhirnya mengeluarkan agak banyak uang untuk mengupah penjahit membuatkan baju untuk putra putrinya.
Sementara Su Qionglin sendiri menggunakan gaun yang sama dengan gaun yang digunakannya pada perjamuan malam hari itu.
Setelah dicuci beberapa kali oleh Su Qionglin dan Zhuang Qingyi yang masih menjadi pelayan di kediaman Su, pada akhirnya gaun itu menjadi bagus kembali seperti baru.
Su Qionglin juga tidak keberatan untuk menggunakan gaun tersebut, lagipula hanya gaun ini yang dia miliki dan ini juga hadiah dari Ayahnya.
Dia suka dengan bentuk kupu kupu perak yang memenuhi bagian tubuhnya. Setelah selesai, dia dan Zhuang Qingyi berjalan ke depan.
Su Yun yang melihat Su Qionglin dengan gaun yang sama membuatnya terkejut dan memandang Ibunya dengan tatapan penuh tanda tanya.
Tapi, Nyonya Su hanya bertindak seolah olah dia tidak melihat tatapan putranya. Bahkan, Su Lian sekalipun merasa canggung akan hal ini.
Mereka, seharusnya lebih perhatian terhadap Su Qionglin, hanya saja mereka terlalu lengah. Berpikir bahwa sejak kematian Ayah maka Nyonya Su akan berubah sifat dan memiliki sifat yang lebih ramah pada Su Qionglin.
Siapa yang menyangka bahwa Nyonya Su bahkan tidak berubah sama sekali ? Semua orang hanya memiliki pikiran mereka masing masing, hanya Su Qionglin yang dengan polos melihat bahwa hal ini tidak masalah sama sekali.