The Blind Maiden

The Blind Maiden
37. Ditindas



"Senang sekali melihat bahwa putri Su Bei menjadi adik iparku, bagaimana dengan malam kalian ?" Tanya Kaisar Ling.


"Oh ya, kenapa matamu sampai bengkak seperti habis menangis seperti itu, adik ipar ?" Tanya Kaisar Ling.


"Menjawab Yang Mulia, dikarenakan hamba ini kekurangan tidur beberapa hari ini. Menikah dengan Lian Wang adalah mimpi yang sangat indah sampai sampai hamba ini tidak berani untuk membayangkannya. " Jawab Su Qionglin sambil tertawa malu malu.


Seolah olah mereka tampak benar benar seperti pasangan baru yang sedang dimabuk cinta, melihat keduanya seperti ini membuat Kaisar Ling merasa bahwa dirinya telah berhasil menjatuhkan Ling Yi dengan seorang gadis cacat.


Pada akhirnya, Su Qionglin hanyalah alat yang dimiliki oleh Kaisar Ling untuk menekan Ling Yi. Tapi, juga merupakan alat Ling Yi untuk mendapatkan prajurit Su Bei.


Su Qionglin diperebutkan dan diperhatikan , hanya karena dia memiliki sesuatu padanya. Jika tidak , maka meskipun dia mati membusuk di jalanan.


Tidak akan ada yang rela untuk membuang waktu baginya, walaupun hanya untuk lima menit.


Fakta yang menyedihkan tapi pada akhirnya itu adalah kebenaran yang terlalu sulit untuk ditolak. Bahkan, Su Bei dahulu juga tidak berdaya untuk menangani diskriminasi yang diterima oleh Su Qionglin.


"Adik, jika mengikuti ritual dari Istana maka harus memasang kain putih untuk membuktikan bahwa kalian telah berhubungan satu sama lain dan tentunya untuk memastikan kesucian Nona Su. " Ucap Kaisar Ling.


Ling Yi berjalan ke depan dan mengeluarkan kain putih dengan bercak bercak darah yang telah disiapkannya.


Su Qionglin sendiri tidak menyangka bahwa akan ada tradisi seperti ini dan menahan diri untuk bertanya.


"Bagus sekali. Tabib Istana, bawa ini untuk disimpan. " Perintah Kaisar dengan senyum tenang.


Sayangnya, Kaisar sendiri sudah dikelabui, akting keduanya terlalu baik. Setelah berbincang sedikit mengenai malam pertama mereka yang harus diatur oleh Kaisar.


Pada akhirnya, Su Qionglin diminta untuk keluar terlebih dahulu sementara Kaisar dan Ling Yi akan membahas pertahanan Kekaisaran Ling yang saat ini sedang hilang sebuah pilar.


Su Qionglin berjalan jalan di taman dan merasa sangat tenang dengan harum bunga yang memenuhi indra penciuman nya ini, walaupun dia tidak bisa melihat tapi dia bisa mengingat seluruh harum dari bunga bunga yang berbeda.


Sampai akhirnya dia merasa bahwa ada orang yang berjalan ke belakangnya, Su Qionglin berbalik badan untuk menghadap orang itu.


"Ternyata orang buta juga bisa mendengarkan kedatangan orang lain. " Ucap suara wanita yang baru datang.


"Putri ketujuh, saat ini aku sedang ingin bertemu dengan Wangye. Aku harap pamit terlebih dahulu. " Ucap Su Qionglin dengan buru buru pergi.


"Tunggu, siapa yang menyuruhmu untuk pergi ?" Tanya Putri Ketujuh, Ling Yuwen.


"Putri Ketujuh, sebenarnya apa yang kamu inginkan ? Pada saat ini, aku sedang dicari oleh Wangye. Tidak nyaman bagiku untuk menunda panggilannya." Ucap Su Qionglin membuat alasan.


"Tidak mungkin, aku mendengar bahwa paman sedang berbincang dengan Ayahanda. Aku tidak menyangka bahwa kamu akan menjadi bibiku. Tahukah kamu apa yang aku rasakan ? Perasaan jijik dan terhina ini akan kubuat kau menyesal !" Seru Ling Yuwen dan menarik rambut Su Qionglin dengan keras.


Su Qionglin memberontak dan memukul pergelangaj tangan Ling Yuwen dengan kuat yang membuat Ling Yuwen melepaskan tarikan nya.


"Bagus sekali, kamu bahkan berani memukul Tuan Putri ini. Lihat bagaimana aku mengajarimu tata krama !" Seru Ling Yuwen ingin memukul Su Qionglin.


Tapi, Su Qionglin dengan cepat menghindari serangan ini. Su Qionglin tidak belajar bela diri dengan sia sia.


Sementara, Ayahnya meminta mereka untuk menjaga Kediaman Su dengan baik. Bukankah dia akan mengecewakan Ayahnya di Surga ?


Su Qionglin menahan diri dan hanya menghindar saja. Karena dia tahu kalau ancaman Ling Yi tidaklah main main.


"Ternyata kamu mempelajari seni bela diri, aku tidak menyangka dengan hal ini. Tapi tenang saja, karena semuanya akan menjadi lebih menarik sejak kamu bisa melakukan seni bela diri, pelayan tahan dia !" Seru Ling Yuwen.


Dua orang pelayan menahan tubuhnya kanan dan kiri, Su Qionglin memberontak dan berusaha untuk melepaskan dari dari penahanan pelayan Ling Yuwen ini.


Tapi, bahkan pelayan seperti ini memiliki kekuatan yang luar biasa. Su Qionglin terus menerus memberontak.


"Lepaskan aku !" Seru Su Qionglin.


Plakkk !


Sebuah tamparan di layangkan ke wajahnya oleh Ling Yuwen, ke wajah kanan dan kirinya masing masing sekali.


Su Qionglin merasakan panas di wajahnya, seolah olah itu akan membakar kulitnya.


"Jika aku menjual mu ke rumah bordil, maka pasti akan ada banyak orang yang akan bergiliran menidurimu. Betapa baiknya itu, aku akan menonton dari lantai atas. Betapa beraninya kamu merebut pamanku !" Teriak Ling Yuwen dan menarik rambut Su Qionglin dengan kuat.


Ling Yuwen melepaskan rambut Su Qionglin yang sudah rontok lalu menyiramnya dengan air dingin.


Su Qionglin menahan ini diam diam dan menyimpan sejumlah air di dalam mulutnya , dia hanya perlu bersabar dan menunggu kesempatan yang akan datang.


"Rasakan bagaimana rasanya dihina dan kamu tidak bisa melawan, dasar pel*cur. Kamu tidak lebih dari wanita hina, dasar anak wanita hina. Kalian sekeluarga adalah keluarga hina !" Ejek Ling Yuwen.


Ling Yuwen berjalan maju dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Su Qionglin lalu melihat wajah Su Qionglin dengan penuh rasa iri.


"Biarkan aku merusak wajahmu dan kamu akan merasakan malu seumur hidupmu !" Seru Ling Yuwen dan baru saja Ling Yuwen akan menggores wajah Su Qionglin.


Byurrr !


Air dingin menyemprot wajahnya, tepat berasal dari mulut Su Qionglin. Tidak sia sia dia menahan diri sejak tadi untuk tidak membalas perkataan Ling Yuwen.


Ling Yuwen tidak menyangka bahwa dirinya akan dimuntahi air oleh Su Qionglin dan menjadi gila karena marah.


"Berani beraninya kau jal*ng sialan ! Akan kubunuh kau !" Teriak Ling Yuwen dengan marah dan mengambil pisau.


"Ling Yuwen, kamu tidak pernah tahu rasanya berjuang. Apa yang kamu inginkan akan kamu dapatkan, kamu akan menyesal untuk ini di masa depan. "Sumpah Su Qionglin.


"Kau berani mengutukku ? Biarkan aku menelanjangi mu dan membiarkan semua orang melihatmu !" Teriak Ling Yuwen sambil menarik kerah baju Su Qionglin.


"Apa yang terjadi disini ?" Tanya suara pria dari belakang yang menyelamatkan Su Qionglin dari pisau Ling Yuwen.


Itu adalah Ling Yi, Su Qionglin benar benar merasa buruk dengan ini. Ling Yuwen sendiri adalah sesuatu yang bisa dihadapinya, tapi Ling Yi ini adalah kasus yang sepenuhnya berbeda.