The Blind Maiden

The Blind Maiden
89. Masa Lalu Mo Yin



Kaisar yang mendengar ini merasa bahwa Su Qionglin seharusnya tidak berani untuk berbohong karena dia telah membawa seluruh rakyat Kekaisaran Ling bersama dengannya.


"Di tubuhmu ada aura Iblis yang ditinggalkan oleh Mo Yin padamu, aku akan membersihkannya untukmu dan kamu akan hidup di penjara langit selama sisa hidupmu karena memiliki hubungan dengan Iblis. " Ucap Kaisar.


Su Qionglin yang mendengar tuduhan itu merasa lega bahwa dia hanya dihukum tinggal di penjara surgawi alih alih mengalami siksaan dari petir langit lagi.


Kaisar mengulurkan tangannya dan menyedot aura hitam dari tubuh Su Qionglin tapi Kaisar tampak terhenyak dan tidak mampu untuk mengeluarkan aura Iblis dalam tubuh Su Qionglin.


"Mo Yin menanamkan ini padamu dan tidak ingin melepaskannya, aku juga tidak bisa melepasnya. Tapi, selama kamu selalu di penjara langit maka itu tidak akan masalah. " Ucap Kaisar dengan tenang.


"Terima kasih banyak atas rahmat Yang Mulia, hanya saja izinkan aku memohon satu hal kepada Yang Mulia. " Balas Su Qionglin.


"Apa itu ?" Tanya Kaisar dengan bingung.


"Aku memohon agar seluruh Gunung Yi tidak terlibat atas masalah ini dan Yang Mulia berkenan untuk melindunginya. " Jawab Su Qionglin sambil bersujud.


"Jika meraka tidak melakukan kesalahan maka aku bisa menjamin keselamatannya. " Ucap Kaisar.


Su Qionglin memganggukkan kepalanya sebelum akhirnya dibawa ke dalam penjara langit yang dingin dan sunyi.


Orang biasa pasti akan gila ketika harus duduk disini menunggu sisa waktu dari kehidupannya , tapi Su Qionglin dia sudah terbiasa dengan kesepian.


Mungkin memang ini adalah takdirnya untuk menyendiri dalam kesepian sehingga dia mendapatkan kehidupan yang damai tanpa perlu memikirkan kehidupan dunia fana lagi.


Tapi, ketika dia baru saja akan bermeditasi, dia tiba tiba masuk ke dalam mimpi dimana dia berada adi tempat yang sangat kumuh.


Itu adalah tempat dimana orang orang yang terbuang hidup bersama, hampir tidak ada cahaya matahari yang masuk ke sini karena atap yang saling bertabrakan.


Wabah penyakit menghampiri setiap rumah orang. Sampai akhirnya Su Qionglin melihat sebuah rumah dimana ada seorang anak kecil yang memeluk mayat seorang wanita.


Anak itu mungkin baru saja berusia 3 tahun, anak itu terus menangis dan memohon kepada orang orang agar memberikannya uang untuk memakamkan wanita itu.


Tapi orang orang itu tidak hanya menolaknya melainkan ada yang meludahi kepalanya ada yang menendangnya, ada yang menghinanya dengan kata kata yang kasar.


"Tolong bantu aku makamkan bibiku dengan baik, hanya dia satu satunya keluargaku. " Ucap anak laki laki itu.


Su Qionglin menjadi objek yang tidak tampak seolah olah semua ini hanya kenangan. Anak itu memohon kepada orang orang yang lewat dan berlutut selama berhari hari.


Ini adalah musim dingin dimana salju turun sementara anak laki laki itu berlutut selama berhari hari tanpa makanan dan kedinginan.


Pada hari ketiga, dia berbaring disana hampir saja mati. Sampai akhirnya ada seorang pria yang menghampirinya.


"Paman, tolong bantu.... aku ... makamkan bibiku dengan baik. " Bisik anak itu.


"Aku akan membantumu. " Ucap pria itu dan memberikannya mantel miliknya sendiri lalu memberikan roti daging yang panas.


Anak itu memakannya dengan lahap dan tampak sangat berterima kasih sekali.


Kenangan berpindah dimana anak anak itu menjalani masa masa bahagia dengan pria itu dan belajar sedikit seni bela diri.


Sampai akhirnya pria itu pun menyinggung kelompok ahli bela diri yang membunuh Iblis, dengan alibi bahwa pria itu Iblis, pria itu dibunuh dan tubuhnya digantung di depan kota sehingga semua orang bisa melihatnya dan mempermalukan nya.


Sementara anak itu sendiri merasa kehilangan segalanya , dia marah dan dendam di hatinya bertumbuh besar.


Dia tumbuh dengan penuh kesulitan karena hubungannya dengan pria itu, semua orang melempari nya dengan sayuran dan telur busuk.


Tidak hanya itu, dia ditolak dimana mana sampai sampai semua orang melempari nya dengan batu , tubuhnya penuh dengan luka dan dia kelaparan.


Semua orang menghina dan meludahinya, dia bersumpah bahwa dia pasti akan membalaskan dendam.


Dia pasti akan membersihkan nama gurunya, dia bisa melakukan apapun untuk bertahan hidup, dia bahkan makan tanah untuk bertahan hidup.


Dia makan sampah yang dibuang oleh orang lain, dia merangkak dibawah kaki orang lain untuk mendapatkan pekerjaan.


Sampai akhirnya dia bertemu dengan keluarga tukang daging yang kasihan dengannya lalu mengajaknya untuk tinggal bersama.


Mereka tinggal selama 6 tahun bersama sampai anak laki laki itu dewasa sebelum akhirnya keluarga tukang daging itu mengalami pembantaian karena berhasil bekerja untuk keluarga besar yang membuat saingannya merasa tidak senang.