The Blind Maiden

The Blind Maiden
40. Latihan



Su Qionglin tidak ingin menyerah begitu saja, halaman yang diberikan oleh Ling Yi walaupun dikatakan sempit dan kumuh.


Tapi tidak apa apa, karena dia tidak bisa melihat kekumuhan tempat itu. Satu satunya yang dirasakan oleh nya adalah harum bunga yang sangat menenangkan dirinya.


Dia benar benar merasa nyaman di tempat ini, walaupun dikatakan sempit dan tidak seindah tempat lain.


Tapi, untuk apa luas dan indah tapi tidak memberikan kenyamanan ? Yang paling penting baginya adalah kenyamanan, karena dia tidak akan pernah tahu apa arti dari keindahan.


Su Qionglin merasa bahwa ada dua orang yang mengawasinya terus menerus, itu pastilah pelayan yang diberikan oleh Ling Yi.


Su Qionglin menarik tongkatnya yang menunjukkan pedang tipis, dia berlatih pedang dengan serius.


Sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti dan menoleh ke arah kedua orang itu berada.


"Apakah Wangye sedang berada di dalam kediaman ?" Tanya Su Qionglin.


"Wangye baru saja pulang, apakah Wangfei ingin bertemu dengan Wangye ?" Tanya pelayan itu.


"Ya, aku ingin bertemu dengan Wangye pada saat ini. Tolong tuntun aku kesana dan biarkan aku mengatakan beberapa hal padanya. " Ucap Su Qionglin.


Kedua pelayan itu memegang tangannya dan Su Qionglin mengetuk ngetuk tanah dengan lembut seolah olah berusaha mengingat tekstur tanah yang ada di jalan menuju Kediaman Ling Yi.


Jadi, di masa depan maka dia tidak perlu tuntunan dari orang orang lagi. Pelayan mengetuk pintu dan mengatakan sesuatu sebelum pada akhirnya dia dipersilakan untuk masuk.


Su Qionglin berjalan ke dalam dan merasakan lilin aromaterapi yang dibuat dengan tanyakan herbal, sedang dihidupkan disini.


"Apakah Wangye pada saat ini sedang sakit ?" Tanya Su Qionglin ketika dia berjalan masuk ke dalam.


"Apakah kamu mendoakan agar aku sakit ? Oh y, kamu pasti akan sangat senang sampai terpingkal ketika kamu mendengar aku sakit. Tapi, bagaimana jika aku benar benar sakit pada saat ini ? Apakah kamu akan menginap disini dan menjagaku semalaman ?" Tanya Ling Yi.


"Bagaimana jika aku benar benar akan melakukannya ?" Tanya Su Qionglin dengan nada yang aneh.


"Sebenarnya, orang yang membakar Paviliun Meixiang milik Ling Yuwen adalah Wangye, bukan ? Itu tidak mungkin menjadi orang lain. " Ucap Su Qionglin lagi.


"Karena kamu sudah meyakini seperti itu, untuk apa bertanya lagi padaku ? Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku tidak melakukannya ? Apakah kamu akan percaya pada kata kataku ?" Tanya Ling Yi dengan acuh tidak acuh.


"Aku tidak percaya dengan itu. " Jawab Su Qionglin dengan tegas.


"Bagus, jika kamu tidak percaya itu karena memang seharusnya kamu tidak pernah percaya dengan itu. Apakah kamu tahu satu hal yang paling aku benci dalam kehidupan ini ?" Tanya Ling Yi.


"Apa itu ?" Tanya Su Qionglin dengan penasaran.


"Lalu...... kenapa Wangye menyuruhku berlutut di hadapannya sementara Wangye tahu bahwa aku sendiri bukan penyebabnya ? Apakah Wangye melakukannya sengaja untuk mempermalukan ku ?" Tanya Su Qionglin dengan tidak senang.


"Apakah pada saat ini kamu sedang melayangkan protes padaku ? Aku tidak senang ketika ada orang yang mempertanyakan tindakan ku, bagiku karena aku telah melakukannya maka itu tidak mungkin tanpa maksud lain. " Ucap Ling Yi dengan kesal.


"Kalau begitu maka aku akan memilih untuk menyimpannya dalam hati sendirian, dengan begitu maka tidak perlu membahas hal ini lagi. Wangye, bagaimana jika kamu mencarikan seseorang guru untuk mengajari ku berlatih pedang. Dengan begitu , bukankah aku tidak akan mempermalukan mu ?" Tanya Su Qionglin memanfaatkan kekesalan Ling Yi.


Jika dia bisa mendapatkan seorang guru untuk mengajar dirinya maka betapa baiknya itu, dengan begitu maka kemajuan pedangnya akan meningkat secara drastis, memikirkannya saja sudah membuatnya sangat antusias.


Jika dia meningkat secara drastis maka sama saja dengan setengah tujuannya untuk balas dendam telah terpenuhi.


Dia hanya perlu berusaha lebih keras untuk menjadi perisai dan pedang di medan perang, dengan begitu maka dia bisa membalaskan dendam Ayahnya ke Kerajaan Wang yang telah berlaku dengan kotor selama ini.


Kebenciannya ketika mendengarkan maka Kerajaan Wang benar benar tidak tertahankan. Jika saja Kerajaan Wang tidak melakukan serangan diam diam maka Ayahnya tidak akan mati.


Tapi, karena mereka tidak memiliki kemampuan yang cukup menyebabkan Ayahnya msti dengan tidak adil di medan perang.


Membayangkan dirinya menaiki kuda dan menggunakan pakaian zirah besi yang berani, maju ke medan perang dan memimpin pasukan telah membuat darahnya mendidih karena semangat.


Tapi, ketika memikirkannya lagi maka itu tidak mungkin. Siapa yang ingin menjadi pasukan dari gadis buta sepertinya ? Su Qionglin bertanya tanya, jika dia tidak buta, apakah perlakuan yang dia terima selama ini akan berubah drastis.


Jika saja di dunia ini ada keajaiban maka dia akan memohon keajaiban itu agar dia bisa melihat dunia untuk pertama kalinya secara langsung.


Tapi, khayalan nya langsung bubar ketika mendengar kata kata Ling Yi selanjutnya yang benar benar tidak berperi kemanusiaan.


"Aku tidak akan mencarikanmu guru, untuk apa membuang begitu banyak uang untuk membayar guru ?" Tanya Ling Yi dengan malas.


"Kalau begitu maka seni bela diriku hanya akan berhenti disana saja dan tidak akan mengalami peningkatan, hal ini benar benar akan mempermalukan kediaman Lian Wang. " Jawab Su Qionglin dengan tenang.


"Tidak perlu , semua itu tidak perlu. Aku adalah seorang ahli pedang nomor satu di Dinasti Ling dan merupakan Ahli pedang yang ditakuti oleh banyak orang, kenapa kamu harus membayar orang sementara aku dia mengajari mu lebih baik daripada mereka semua mengajari mu ?" Tanya Ling Yi dengan tidak senang karena memikirkan pria lain memeluk Su Qionglin dari belakang untuk mengajarkan seni bela diri.


"Apa ? Wangye akan mengajar ku sendiri ? Tidaklah hal ini tidak di perbolehkan ? Bagaimanapun Wangye adalah orang yang sangat sibuk, jika menghabiskan waktu padaku maka aku takut bahwa hal itu akan sia sia. " Ucap Su Qionglin dengan buru buru dan perasaan menyesal.


"Tidak apa apa, belakangan ini jadwal ku kosong. Demi menghemat pengeluaran maka aku yang akan mengajar mu hari ini, jangan takut. Biasa saja, aku akan mengajar mu lebih baik dibandingkan sebagian besar guru yang ada di Dinasti Ling. " Ucap Ling Yi dengan sangat percaya diri.


Su Qionglin pada akhirnya sadar bahwa dirinya tidak bisa kabur lagi dari latihan dengan Ling Yi.


"Kalau begitu maka aku harus merepotkan Wangye di masa depan. "