
"Itu adalah jawaban yang mudah, karena kamu berhutang nyawa padaku dan kamu tidak akan memiliki kekuatan untuk melawan ku. Apakah kamu tahu ?" Tanya Ling Yi dengan senyum yang mengerikan.
Untungnya Su Qionglin tidak bisa melihat semua itu dan tidak bisa merasakan kengerian yang ditimbulkan oleh senyum itu.
Hanya saja dari nada dan cara bicara Ling Yi sudah membuatnya sadar bahwa Ling Yi sedang marah padanya.
Dengan mendengar suaranya saja sudah membuat Su Qionglin ketakutan sampai sampai dia hampir jatuh berlutut karena gemetar.
"Kalau begitu, bukankah sama saja dengan kamu menginginkan nyawaku ? Kenapa kamu tidak langsung membunuhku saja ?" Tanya Su Qionglin dengan pasrah.
"Tidak tentu saja, kamu sudah ku selamatkan dua kali. Maka tentu saja tidak boleh meninggal dengan begitu sia sia, bahkan dalam kehidupan ini kamu harus menunjukkan nilaimu jika tidak maka kamu hanya akan dibuang seperti sampah." Ucap Ling Yi sebelum akhirnya pergi.
Dia benar benar marah sampai sampai tidak bisa menahan amarahnya lagi, dia dibesarkan dengan penuh kasih sayang Ayahnya.
Atas dasar apa, Ling Yi bisa menghinanya dengan begitu rendah ?
"Bajingan !" Seru Su Qionglin.
Ling Yi pura pura tidak mendengarnya dan pergi dari sana dengan wajah acuh tak acuh, pada dasarnya Ling Yi tidak ingin menikah.
Tapi, karena Kakaknya sudah sangat khawatir akan keadaannya maka dia harus menjadi adik yang "penurut"
Lagipula, Su Qionglin ini adalah gadis yang mudah di kendalikan olehnya, juga tidak akan membahayakan.
Pada dasarnya , apa yang akan direncanakan oleh Kaisar Ling akan gagal. Ling Yi tidak akan tumbang hanya karena seorang Su Qionglin.
Jika menginginkan keturunan maka Su Qionglin bisa memberikannya, tidak masalah dia buta atau tidak karena tidak mempengaruhi apakah dia akan mendapat keturunan atau tidak.
Setelah mengendalikan Su Qionglin, dia juga bisa memerintah sebagian dari pasukan Su Bei yang ditinggalkan, sementara Su Yun pada saat ini masih pemula.
Su Yun pada saat ini belum bisa memberikan prestasi dan mengambil hati para prajurit dengan aksi heroiknya, para prajurit itu pasti akan memilih untuk pindah ke kubu Ling Yi.
Lagipula, Kaisar tidak akan bisa mempermasalahkan itu karena apa ? Karena Ling Yi memegang Su Qionglin, Nona Kedua Su dari Kediaman Su.
Su Qionglin sendiri terkenal bahwa dia adalah putri kesayangan Su Bei, jadi orang orang akan mengerti alasan kenapa dia mengambil pasukan Su Bei.
Ling Yi tersenyum licik dan merencanakan apa yang akan dia lakukan ke depannya, tidak mssalah menikah dengan gadis bodoh ini.
Semakin bodoh maka semakin baik, tidak akan menimbulkan masalah ke depannya. Ling Yi juga bisa terus menekan Su Qionglin dengan Kediaman Su yang saat ini sedang terpojok.
Selama Su Lian belum menikah dengan Ling Dan maka Kediaman Su akan menjadi kepiting tanpa cangkang luar.
Ketika Su Qionglin menikah dengan Ling Yi maka akan terbentuk cangkang tipis yang melindungi Kediaman Su.
Tapi, jika Su Qionglin memutuskan memainkan tipu muslihat padanya maka dia akan menekan Su Qionglin dengan keluarganya.
Terutama nyawa Su Qionglin, seolah olah adalah sebuah mainan yang bisa dia mainkan kapan saja dia mau.
Sementara disisi lain, Su Qionglin menundukkan kepalanya dengan lesu. Benar benar tidak menyangka bahwa dirinya akan menerima musibah ini.
Semua orang mungkin senang menikah dengan Ling Yi karena status besarnya, tapi Su Qionglin selalu ketakutan.
Dia selalu menjadi orang buta sampai akhirnya dengan Ling Yi, dia mengetahui rupa dan bentuk Ling Yi di dalam mimpinya.
Betapa ketakutannya dia membayangkan bahwa dia akan hidup dengan Ling Yi, disisi lain Su Yun dan Su Lian sedang bertengkar dengan Ibunya.
"Ibu, kenapa kita tidak menentang pernikahan ini ? Bukankah ini akan merugikan Qionglin ?" Tanya Su Yun.
"Merugikan apanya ? Beruntung sekali dia bahwa Jenderal Ling ingin menikahinya, dia hanya gadis cacat yang berstatus rendah. Sudah saatnya dia memberi kontribusi pada Kediaman Su, jika kamu menentang maka kita sekeluarga akan diasingkan ke luar kota !" Seru Nyonya Su dengan marah.
"Ibu, kamu tahu dengan kenyataannya. Kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya ? Ibu, yang sakit disini bukan hanya dirimu ? Qionglin juga sakit, apakah Ibu tidak bisa merasakannya ?" Tanya Su Yun dengan marah.
"Kamu dulu adalah orang yang penurut, sekarang melawan ibu hanya untuk gadis itu ?! Kalian dan Ayahmu sama saja ! Gadis itu berharga lalu apakah ibu tidak berharga ? Apakah Ibu tidak melakukan ini untuk kalian semua ?!" Tanya Nyonya Su dengan marah.
"Ibu, jika bisa maka aku tidak ingin menikah dengan Putra Mahkota. Aku tidak sanggup untuk hidup di Istana. " Ucap Su Lian dengan lemah.
"Su Lian, kamu benar benar bodoh dan idiot ! Gadis cacat itu bahkan akan menikah dengan Paman Kekaisaran, jika kamu menolak menikahi Putra Mahkota maka dia akan datang ke kediaman kita dan menginjak nginjak harga diri kita !" Seru Nyonya Su.
"Ibu, semua itu hanyalah ketakutan Ibu yang tidak berdasar. Karena Ibu memperlakukan orang lain seperti itu maka Ibu selalu ketakutan bahwa orang lain akan memperlakukan Ibu seperti itu juga. " Ucap Su Yun dengan nada yang pelan tapi menusuk.
"Bagus, kalian semua adalah anak durhaka ! Kalian semua berusaha untuk menentangku bukan ? Pergilah menghadap Kaisar dan batalkan pernikahan ini, biarkan Keluarga Su yang sudah dijaga selama beberapa generasi ini hancur di tangan kalian. Aku tidak akan mengurusnya lagi. " Ucap Nyonya Su lalu pergi menuju kereta kuda.
Kedua saudara itu jatuh ke dalam kebingungan, di satu sisi mereka harus menjaga Kediaman Su yang ditinggalkan oleh Ayah mereka.
Tapi, disisi lain juga berjuang untuk kebahagiaan mereka. Sampai akhirnya Su Qionglin datang untuk mencari mereka.
"Kakak, Lian, aku baik baik saja dengan semuanya. Ayo pulang ! " Ucap Su Qionglin sambil tersenyum manis.
FLASHBACK
Nyonya Su ternyata tidak menaiki kereta kuda justru mendatangi Su Qionglin untuk memberikan ancaman lain kepada gadis muda itu.
"Hei, kamu ajak kedua saudara mu itu untuk kembali dan katakan bahwa dirimu baik baik saja. Jika tidak, maka kamu akan menyesal karena mereka akan pergi menghadap Kaisar. Kamu adalah orang yang paling ingin menjaga kediaman Su, bukan ?" Tanya Nyonya Su.
"Mereka ingin menghadap Kaisar ? Tidak boleh !" Seru Su Qionglin dengan panik.
"Maka hentikanlah mereka, jika Keluarga Su sampai hancur karena masalah ini maka kamu harus menghadap ke makam leluhur dan bersujud seratus kali dalam penyesalan rasa bersalah seumur hidup. " Ancam Nyonya Su lalu berjalan pergi.