
Pelayan pelayan yang ada di Istana sekalipun tahu bahwa Su Qionglin terlalu menyedihkan, mereka semula ingin membuat masalah padanya tapi jika dipikir pikir lagi maka itu adalah hal yang terlalu menyedihkan untuk diungkit.
Dia bahkan tidak pernah keluar kamar dan hanya makan apa yang diberikan, hampir tidak berinteraksi dengan dunia luar sama sekali
Bahkan ada spekulasi liar bahwa Su Qionglin telah gila dan kehilangan akal sehat karena kehancuran keluarganya ini.
Bahkan, suaminya meninggalkannya di Istana pada saat ini, hanya saja semua orang ini tidak tahu bahwa Su Qionglin pada saat ini tidak sedangkal itu.
Perlakuan Ling Yi padanya adalah satu hal, hal lain adalah ketika Ling Yi tidur dengannya dan membuatnya jatuh cinta, itu benar benar penyesalan yang tidak bisa dihapus bahkan jika dia ingin.
Ling Yi pada akhirnya seperti cacat besar di dalam kehidupan Su Qionglin, di awal awal dia seperti bunga mawar yang indah tapi tidak perduli seberapa indah Bunga Mawar, masih tidak bisa menutupi bahwa di tangkai bunga mawar, terdapat duri yang mengerikan.
itu sama seperti Ling Yi, Su Qionglin lah yang salah karena terlena dengan godaan kecil ini, betapa rendahnya dia saat ini ?
Janda tidak akan bisa melakukan apapun, oleh karena itu maka Su Qionglin akan mengubah namanya sejak itu.
Dia akan hidup dalam bayang bayang orang lain sebelum akhirnya menunggu waktu yang tepat untuk membalas dendam.
Lalu, pasukan Ayahnya sendiri telah diambil alih oleh Ling Yi dan seluruh harta Kediaman Su telah disita dan diserahkan ke Istana.
Tidak hanya itu, karena banyaknya uang yang dimiliki oleh Su Bei membuat orang mulai berspekulasi bahwa dia melakukan korupsi.
Sehingga ketiga orang ditahan bersama dengan Su Qionglin seharusnya, tapi Su Qionglin tidak ingin diam saja sambil menunggu kematiannya.
Dia ingin mendapatkan kehidupannya kembali dengan sempurna dan membalaskan dendam keluarganya.
Sekarang, Keluarga Su dihina oleh seluruh Kekaisaran dengan kata kata Keluarga hina yang mengerikan.
Bahkan, orang orang menghancurkan papan nama milik Su Bei, siapa lagi yang bisa menyebarkan kebencian sebanyak ini dalam waktu yang sangat singkat ? Tentu saja ini kerja sama antara kakak dan adik.
Su Qionglin, merasa bahwa dia hampir tidak kuat dengan segala ini, tapi situasi memaksanya untuk tetap tegar karena dia adalah satu satunya Keluarga Su yang masih bisa mendapatkan kesempatan untuk memberikan keadilan.
"Nona Su, makananmu sudah datang, bagaimanapun kamu harus makan lebih sedikit setelah Ayahmu memakan uang milik orang lain, kalian Keluarga Su seharusnya menjadi lebih tahu malu dibandingkan orang lain ! Ingat siapa yang membawa kalian selama ini !" Seru pelayan itu membanting makanan ke depan wajah Su Qionglin sampai sebagian makanan itu tumpah ke wajah Su Qionglin.
Fang Huo akan membantu tapi Su Qionglin sudah berdiri terlebih dahulu dan menampar wajah wanita itu lalu mengambil piring tadi lalu melemparkannya ke wajah wanita itu.
Ekspresinya datar dan menunjukkan kekejaman yang selama ini tidak pernah muncul dalam dirinya, memang benar bahwa ada pepatah yang mengatakan.
Bahkan kelinci sekalipun akan menggigit ketika dalam keadaan yang mendesak, termasuk situasi ini dimana dia dihina dan dipermalukan oleh orang ini.
Tidak hanya berhenti disana, Su Qionglin menumpahkan seluruh makanan yang ada di mejanya ke wajah wanita itu.
"Jika aku mendengar kamu berani sekali lagi menghina Ayahku maka aku akan mengoyak bibirmu dan menarik lidahmu !" Seru Su Qionglin dengan dingin.
"Kamu adalah orang yang kurang ajar ! Aku adalah Pelayan Putri Ketujuh, setelah melaporkan ini, kamu pasti akan mati !" Teriak pelayan itu dengan tidak senang.
Pelayan ini bahkan merasa ketakutan dengan intimidasi yang dilakukan oleh Su Qionglin, ini menunjukkan bahawa Su Qionglin sama seperti Ayahnya, memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi sekali.
Bahkan jika dia buta, dia masih bisa memimpin orang lain, apalagi jika dia dalam kondisi lengkap, maka takutnya status Jenderal tidak akan jatuh ke tangan Su Yun melainkan ke tangan Su Qionglin.
Su Qionglin tidak membawa apapun pada dirinya, dia bahkan tidak mengenakan alas kaki sama sekali.
"Apakah Nona memiliki uang ?" Tanya Fang Huo.
"Tidak ada. " Jawab Su Qionglin.
"Kalau begitu maka pinjam lah dulu dariku, tiga Tael dengan begitu nanti ketika Nona Su kembali ke sini maka aku akan menagihnya dua kali lipat." Ucap Fang Huo.
"Baik, aku akan mengembalikannya nanti. " Jawab Su Qionglin setuju tanpa keraguan.
Fang Huo memberikannya tudung hitam dan datanglah hari dimana hari sudah gelap dan mereka memanjat dinding belakang Istana.
Su Qionglin turun perlahan lahan dengan kaki polosnya. Itu benar benar mengerikan, dia hanya merasakan dan turun perlahan lahan.
"Selamat tinggal, kita mungkin tidak akan bertemu lagi selama bertahun-tahun , tapi kebaikan ini tidak akan pernah ku lupakan. " Ucap Su Qionglin.
Fang Huo hanya menjawab dengan mengiyakan saja, pada akhirnya Su Qionglin pergi dari sana sendirian.
Dia beberapa kali tersesat di hutan itu dan masuk ke dalam semak semak, di tempat yang tidak memiliki arah atau orang, dia benar benar kesulitan.
Dia hanya makan tanaman tanaman liar yang tumbuh disana sebelum akhirnya bertemu dengan seorang penebang kayu wanita.
"Nyonya, aku ingin keluar dari hutan ini, apakah kamu mengetahui jalannya ?" Tanya Su Qionglin.
"Kamu tampaknya sudah lama disini, kamu sebaiknya ikut aku ke sungai terdekat dan membasuh tubuhmu lalu aku akan mengantarmu keluar. " Ucap penebang kayu itu dengan kasihan.
"Terima kasih banyak, Nyonya. " Ucap Su Qionglin.
Su Qionglin ikut untuk pergi ke sungai seperti yang dikatakan oleh Nyonya Penebang Kayu itu.
"Aku melihat bahwa kamu mirip dengan orang yang dicari itu, Nona Kedua Su, Su Qionglin. Ucap Nyonya penebang kayu itu.
Mendengar kata kata ini membuat Su Qionglin menjadi panik dan khawatir, membuatnya tidak bisa mengatakan apapun.
"Ternyata benar benar kamu, aku adalah Yi Lian, kamu tidak bisa memanggilku Nyonya, jika melihat dari senioritas maka kamu seharusnya memanggilku Bibi. " Ucap Nyonya Penebang Kayu itu dengan mengejutkan.
"Aku adalah sepupu Ru Ling, Ibumu. " Ucap Yi Lian.
"Tapi, Ibuku mengatakan bahwa dia tidak memiliki kerabat satupun. Dia hanya seorang penjual bunga yang miskin dan tidak memiliki pendukung, dengan begitu barulah dia bisa tertindas begitu jauh. " Ucap Su Qionglin dengan tidak setuju.