The Blind Maiden

The Blind Maiden
07. Ditindas



Su Qionglin, Su Yun, dan Su Lian duduk di kereta kuda kedua sementara Su Bei dan Nyonya Su duduk di depan bersama. Hal ini bukan hal yang aneh dan kebanyakan Keluarga Besar memang seperti itu karena di anggap orang dewasa harus terpisah dengan anak anak agar anak anak tidak mendengar suatu hal yang tabu.


Su Qionglin bermain main dengan rambutnya, dia benar benar tampak lembut dan tidak berbahaya.


Su Qionglin menunggu dalam damai sebelum akhirnya kereta kuda berhenti dan Su Qionglin bertanya tanya, apakah mereka sudah sampai ke Istana atau belum ? Dia benar benar penasaran dengan hal itu.


"Lian, apakah kita sudah akan sampai ke Istana ?" Tanya Su Qionglin.


"Belum, kak. Kita baru saja akan mencapai gerbangnya , karena ini adalah acara besar maka ada banyak Bangsawan lain yang datang untuk mengantri masuk. Nanti, kita duduk berdampingan saja Kak Qionglin. " Jawab Su Lian dengan antusias.


"Sejak bermain dengan Qionglin, kamu tidak memperdulikan kakakmu yang tampan ini lagi, Lian. " Keluh Su Yun dengan pura pura sedih.


Su Qionglin yang mendengar ini tertawa sampai sampai matanya berubah menjadi bulan sabit, Su Yun merasa terpesona dengan senyuman yang murni itu.


Rasa kepahlawanannya terpacu, agar ingin melindungi Su Qionglin dari orang lain. Takut bahwa Su Qionglin akan disakiti orang lain, padahal sebelumnya dia tidak terlalu perduli dengan keadaan Su Qionglin, sekarang sudah berubah jauh.


Kereta kuda mereka maju secara perlahan sebelum akhirnya melaju dengan kecepatan sempurna, Su Qionglin mendengar bahwa pintu dibuka dan suara tangga diturunkan mulai terdengar.


Su Qionglin dituntun untuk berjalan turun dan perlahan lahan turun sambil memegang tongkatnya.


Su Qionglin mengetuk ngetuk tanah untuk memastikan bahwa dia turun di tempat yang tepat.


Setelah memastikan bahwa tempat yang dipijakinya adalah tempat yang aman, barulah dia bisa turun dengan tenang.


Su Lian memegangi tangannya dan mereka menyapa banyak tamu. Su Qionglin hanya memberikan senyum tipisnya sambil menundukkan kepala.


Setelah agak lama, mereka tampaknya masih di halaman Istana. Ternyata, seperti inilah Istana, keramaian dan kemegahan dapat terhirup di udara.


"Kakak, kita berjalan terlalu cepat. " Bisik Su Lian.


Ternyata, Su Bei dan Nyonya Su sedang menyapa orang di belakang bersama dengan Su Yun selaku penerus Kediaman Su.


Su Lian menoleh ke kanan dan kiri, tidak nyaman untuk kembali lagi dengan berjalan mundur jadi mereka tetap menetap disini sampai akhirnya orang yang mereka kenal datang lagi.


"Ternyata..... orang buta ini kembali menghiasi pandangan, benar benar menjijikkan. Bagaimana mungkin Istana mengundang orang yang hina ini, apakah kediaman Jenderal Su sampai tidak memiliki pasokan makanan lagi sampai sampai harus membawa seluruh anggota keluarganya yang kampungan ke Perjamuan Malam Istana ?" Tanya Ying Lin.


"Jaga kata katamu ! Ini adalah Istana !" Seru Su Lian dengan geram.


"Tampaknya, tamparan kemarin masih belum cukup untukmu. " Ucap Su Qionglin dengan tenang.


"Tutup mulutmu ! Lihat bagaimana aku menyelesaikanmu nanti ! Kamu akan menyesal karena telah menyinggungku ! Aku adalah Putri dari Saudara Kaisar, Ayahku memiliki pengaruh disini sementara kalian hanyalah rakyat miskin !" Seru Ying Lin lalu menghentakkan kakinya dan pergi dari sini.


"Dia adalah keponakan Kaisar ?" Tanya Su Qionglin dengan terkejut.


"Heem, tapi tidak apa apa. Kaisar pasti membela Ayah, Ayah adalah orang yang sangat dekat dengan Kaisar. " Bisik Su Lian.


"Tapi, bukankah dia yang menyinggung kita terlebih dahulu ? Dia menghina keluarga kita, tentu saja kita harus menjaga martabat keluarga kita di hadapan orang lain. Keluarga kita adalah Keluarga Perwira, tentu saja tidak akan menyembunyikan kepala ke dalam cangkang. " Ucap Su Lian dengan semangat.


"Kamu benar , kita tidak boleh mempermalukan martabat Ayah. " Balas Su Qionglin sambil tersenyum.


Karena Ayah mereka telah mengizinkan mereka untuk membalas perilaku kurang ajar Ying Lin, maka seharusnya Ayahnya yakin bahwa itu tidak akan membawa masalah bagi mereka.


"Kakak, apakah kamu ada alergi pada serbuk sari ? " Tanya Su Lian.


"Tidak ada, apakah ada yang salah ?" Tanya Su Qionglin dengan polos.


"Aku ingin menunjukkanmu sebuah tempat yang sangat indah, dari seluruh Istana, ini adalah tempat dimana aku sangat sukai. " Jawab Su Lian.


Su Lian menarik dirinya menuju sebuah tempat yang sangat harum, tebakannya ini adalah hamparan bunga.


Terdengar juga suara dari aliran air yang lembut, menyapa telinganya. Su Qionglin merasakan angin yang berkibar kencang, meniup rambutnya.


"Apakah kita berada di tengah tengah air ?" Tanya Su Qionglin.


"Disini, pemandangan sangat indah, langit yang berwarna biru cerah, dengan awan awan bulat. Lalu, kita berada di jembatan yang dibawah ini adalah sungai kecil. Di seberang sungai adalah hamparan bunga Anggrek. " Jawab Su Lian mendeskripsikannya dengan hati hati pada Su Qionglin.


"Itu pastilah sangat indah, aku bisa merasakannya. Pemandangan seindah ini, sayang sekali aku tidak bisa melihatnya. " Jeluh Su Qionglin dengan halus.


"Tidak apa apa, jangan sedih kak. Kamu bisa merasakannya , tidak perlu melihatnya. Aku juga terbiasa menutup mata disini. " Ucap Su Lian berusaha untuk menghibur.


"Oh, jadi ini adalah orang yang menganggu Adik Lin ?" Tanya suara wanita dari belakang.


"Putri Ketujuh !" Seru Su Lian.


Su Qionglin menundukkan kepalanya dengan hati hati , mendengar bahwa ada orang yang berasal dari Kekaisaran.


"Kakak, benar dia adalah orang yang mempermalukan ku ! Aku benar benar tidak ada wajah lain untuk keluar dan bertemu dengan orang lain lagi !" Teriak Ying Lin dengan suara nyaringnya.


Putri Ketujuh berjalan ke depan Su Qionglin dengan tatapan sinis, lalu mendorong bahu Su Qionglin dengan telunjuknya, untung saja ditahan oleh Su Lian jika tidak maka dia akan jatuh.


"Putri Ketujuh, apa maksudnya ini ? Jelas jelas Ying Lin adalah orang yang membuat masalah terlebih dahulu, apakah Jenderal Su tidak memiliki martabat lagi di Istana ini ?" Tanya Su Lian dengan suara yang lantang.


"Apakah Jenderal Su memiliki martabat atau tidak bukan urusanku, bagaimanapun ini adalah Istana ku dimana apa yang dikatakan olehku adalah hukum yang sebenarnya. " Ucap Putri Ketujuh.


"Bagaimana mungkin bisa seperti itu ? Ayahku telah mempertaruhkan nyawanya untuk menjaga Kekaisaran ini, apakah itu di anggap sebelah mata ?!" Tanya Su Lian dengan marah.


"Bukankah itu sudah kewajiban kalian untuk menjaga Kekaisaran ini dengan nyawa kalian ? Kenapa kalian sangat tidak tahu malu untuk meminta balasan ? Lagipula, gadis buta ini benar benar merusak pandangan saja. Membuat nafsu makanku turun, seharusnya dia mati saja. Masih mencoba untuk menghina saudariku, Ying Lin ?" Tanya Putri Ketujuh lalu mendorong Su Qionglin dengan kuat.


Kali ini, Su Lian tidak dapat menahannya dan Su Qionglin di dorong jatuh ke dalam aliran sungai.