The Blind Maiden

The Blind Maiden
55. Perjalanan



"Apakah kamu begitu khawatir dengannya sampai sampai kamu terus menerus mengerutkan dahi seperti itu ?"Tanya Fang Huo.


"Tidak, dia tidak mungkin diculik atau mati, aku yakin dia masih hidup. Aku tidak percaya bahwa dia akan mati begitu mudah. " Keluh Ling Yi.


"Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau, kamu juga tidak mencintainya, lalu apa yang kamu inginkan lagi darinya ? Dia tidak memiliki apapun yang menarik minat mu saat ini. Kenapa kamu harus begitu khawatir padanya ?" Tanya Fang Huo dengan sengaja.


"Khawatir ? Aku takut bahwa orang orang akan menemukan mayatnya dan aku, akan menjadi sasaran kesalahan orang orang. " Ucap Ling Yi dengan kesal.


"Apakah kamu takut kalau dia meninggal dan akan menjadi roh hantu pendendam yang akan menghantuimu seumur hidupmu ?" Tanya Fang Huo lagi.


"Tutup mulutmu, kamu benar benar menyebalkan. " Balas Ling Yi.


Pada akhirnya, mereka berdua bertengkar lagi, mereka memang sudah biasa berdebat. Hanya saja, Fang Huo sudah memberikan peringatan khusus pada Ling Yi masalah Su Qionglin ini tapi Ling Yi terlalu penuh dendam dan keras kepala dan beginilah hasilnya, kisah cinta yang tragis dan bertepuk sebelah tangan ini ternyata hanya berakhir seperti ini.


"Apakah kamu tidak rela untuk melepaskannya ? Aku mengingat bahwa kamu telah tidur dengannya, apakah kamu merindukannya ?" Tanya Fang Huo.


Pranggg !


Ling Yi tidak bisa mengendalikan emosinya dan melempar vas bunga yang ada di mejanya dengan marah.


"Aku sudah mengatakan padamu untuk tutup mulut ! Jika tidak maka aku akan membunuhmu !" Seru Ling Yi dengan murka.


Ling Yi pada saat ini seperti orang yang kehilangan arah, benar benar aneh bahwa ada orang seperti ini.


Sudah jelas bahwa dia menyukai Su Qionglin, tapi dia bersikeras bahwa dia menyukai Yue Jinmi.


Bukankah itu terlalu memalukan ? Jika dia tidak menyukai Su Qionglin , lalu kenapa dia memutuskan untuk mengutus 100 orang mencari Su Qionglin ke segala penjuru Ibukota ?


Pada dasarnya, Ling Yi adalah orang bodoh yang tidak menyadari keinginannya sendiri tapi jika dia mendengar kata kata ini dari orang lain maka dia pasti akan murka karena mendengar kata kata ini.


Memang sulit untuk mengatakan yang sebenarnya kepadanya, bagaimanapun dia adalah orang yang sangat keras kepala.


Ada beberapa hal yang mendukung sifat keras kepalanya ini, mulai dari masa kecilnya sampai dia dewasa seperti ini.


Tapi, jika harus mengatakan siapa yang membentuk orang yang hancur ini maka jawabannya adalah Kaisar Ling yang telah menghancurkan Ling Yi sejak masa kecilnya.


Ling Yi sejak kecil terbiasa dipermalukan, oleh karena itu ketika dia dewasa seperti ini maka dia tidak bisa mentolerir siapapun yang berani mengkritik dirinya, jika tidak maka dia akan membunuhnya.


Di sisi lain, Su Qionglin dan Yi Lian pergi ke biro pendaftaran dan pembukuan Istana, dimana seseorang datang kesana untuk membuat identitas.


"Aku ingin membuat kartu Identitas untuk adik sepupuku yang tinggal di pinggiran kota selama 15 tahun ini. " Ucap Yi Lian.


"15 tahun tanpa identitas diri ?" Tanya orang itu dengan jijik dan melihat Su Qionglin dengan tatapan menghina.


Ini adalah orang yang tinggal di pinggiran kota dan hampir tidak memiliki kehidupan sama sekali, ini menunjukkan bahwa Su Qionglin sendiri adalah orang yang tidak terawat.


Sehingga orang yang mengurus ini merasa malas untuk melakukannya, lalu dengan malas malasan dia menanyakan identitas Su Qionglin.


"Xian Wenjun, lahir di Pinggiran Ibukota di Distrik Utara. Dia juga memiliki orang tua yang bernama Xian Shen dan Lu Yang, dia lahir di hari ke lima bulan ketujuh pada tahun pemerintahan ke 3 . " Ucap Yi Lian.


Pada akhirnya, data itu di dapatkan dan itu adalah Xian Wenjun nama barunya. Dengan nama baru ini, dia akan memulai kehidupan baru.


"Wenjun, kamu sudah akan mendapatkan kehidupan baru, jangan khawatir. " Ucap Yi Lian ketika keluar.


Mereka langsung pergi keluar dari Ibukota setelah mendapatkan kartu Identitas yang baru untuk Su Qionglin, karena jika menggunakan identitas lamanya maka akan dengan sangat mudah ketahuan oleh pihak Istana yang mencarinya.


Perjalanan mereka berlanjut, Su Qionglin tidak bisa mengendarai kuda dengan baik sehingga kudanya terikat dengan kuda Yi Lian.


Kemanapun kuda Yi Lian pergi maka kuda Su Qionglin juga sama, mereka keluar dari Ibukota dengan tenang dan dengan identitas yang baru.


Su Qionglin bersumpah bahwa dalam tiga tahun, dia akan kembali ke sini lagi dan membawa kemuliaan bagi Ibunya dan Ayahnya.


Selama lima belas tahun ini, Ibunya telah menjadi bahan hinaan semua orang, dimana dikatakan dia telah merebut Su Bei dari Nyonya Su.


Siapa yang menyangka ternyata Nyonya Su yang selama ini selalu bertindak dengan berbudi luhur dan selalu bermain peran sebagai korban ternyata adalah pelakunya ?


Dia ternyata tidak memiliki hubungan sama sekali dengan Su Bei dan Su Bei masih memperlakukan mereka layaknya putra putrinya yang dikasihinya, bahkan membiarkan Su Yun untuk mengambil alih pasukannya.


Itu adalah hal yang mengharukan, tapi apa yang di dapatkan olehnya pada saat ini ? Su Yun terlalu berbaik hati dan tidak tegas, pada dasarnya tidak cocok untuk hidup di medan perang.


Sehingga banyak prajurit yang tidak tunduk padanya, jadi ketika diambil alih oleh Ling Yi yang merupakan seorang Jenderal sejati, semua orang langsung menurut tanpa penolakan, kecuali beberapa prajurit veteran yang sudah berpengalaman.


Mereka memilih untuk pensiun dibandingkan tunduk pada Ling Yi, dengan pensiun maka mereka tidak akan menyinggung Ling Yi tapi juga tidak tunduk padanya.


Semuanya langsung menjadi damai, Su Yun dan Su Lian sendiri di penjara sementara Su Qionglin menghilang.


3 Bulan kemudian,


Nyonya Su dikabarkan mati karena bunuh diri di perjalanan, pada saat itu Su Qionglin dan Yi Lian sedang duduk di sebuah kedai teh.


Mereka menikmati teh mereka sambil mendengarkan berita berita terbaru dari mulut orang orang yang berhenti disini.


"Dia mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan, dia telah menipu Ayahku dengan berselingkuh dengan seorang tabib hina, mungkin dia sudah tidak tahan lagi dengan penderitaan yang ada di Istana. " Ucap Su Qionglin dengan nada rendah.


"Itu tergantung lagi pada diri sendiri, dia mungkin merasa bahwa tidak ada jalan lagi bagi dirinya dan dia merasa malu pada putra putrinya sehingga dia mengambil jalan ini. Tapi, kenapa harus tiga bulan ? Mungkin juga karena dia terlalu takut untuk menerima hukuman yang akan diterimanya nanti. " Balas Yi Lian sambil menyesap tehnya dengan tenang dan damai.