The Blind Maiden

The Blind Maiden
23. Penyelamat



"Bagaimana dengan kondisi Ayahku ?" Tanya Su Qionglin turun dari kudanya.


"Jenderal..... tidak terlalu baik, dia dipanah dari belakang dan dari depan. " Ucap Wakil Jenderal Fang.


Su Qionglin merasa dirinya lemas tapi dia berjalan masuk dengan lembut , berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri.


Su Qionglin bisa merasakan keberadaan Ayahnya dan mulai duduk bersimpuh di sebelah tabib.


"Tabib, tolong selamatkan Ayahku. " Ucap Su Qionglin dengan nada permohonan.


"Nona.... aku pasti akan berusaha yang terbaik untuk menjaga nyawa Jenderal. " Ucap tabib.


"Ya, aku akan mengandalkan mu. " Ucap Su Qionglin mengepalkan tangannya dengan erat.


"Wakil Jenderal Fang, siapa yang menyebabkan semua ini ?" Tanya Su Qionglin.


"Kerajaan Wang. " Jawab Wakil Jenderal Fang.


"Kerajaan Wang..... aku akan membuat mereka membayar ini di masa depan..... " Gumam Su Qionglin dengan penuh dendam.


Wakil Jenderal Fang dan yang lainnya tidak bisa terlalu lama untuk disini dan mereka kembali bertarung, disini ada banyak bau darah.


Yang berarti ada banyak sekali orang yang dirawat di dalam pos ini, Su Qionglin duduk di samping Ayahnya.


"Ayah, ini aku, Qionglin. Kamu harus bertahan hidup karena aku tidak bisa hidup tanpamu, Ayah. " Ucap Su Qionglin sambil menangis.


"Nona, ada orang orang musuh yang berjalan kemari. Berhati hatilah, aku akan mencegah mereka untuk masuk. " Ucap Zhuang Qingyi di depan.


Zhuang Qingyi menarik pedangnya dan mulai bertarung di depan, bersama dengan kakaknya, Zhuang Zhiqi.


Tapi, orang orang ini tampaknya benar benar mengincar Jenderal Su yang sedang sekarat ini. Sehingga menyerang dari samping dan segala arah, ada beberapa yang masuk lewat jendela.


Di dalam pos ini tidak lebih dari ruangan yang dipenuhi oleh orang sekarat , seorang tabib, dan seorang gadis buta.


"Jenderal Su, kamu akan mati hari ini dan juga disini ada putrinya. Cantik sekali, aku pasti akan bersenang senang denganmu terlebih dahulu sebelum membunuhmu. " Ucap orang di belakangnya.


Su Qionglin tidak bergerak sebelum akhirnya mengambil tongkatnya, sebuah pedang tipis muncul dan menggores kaki orang di belakangnya.


"Ingin menyerang diam diam, hm ? Tapi jangan lupa, kamu hanyalah seorang gadis buta. " Ucap pria itu.


Su Qionglin menarik nafasnya dalam dalam dan mencoba untuk fokus pada suara dan gerakan sekecil apapun.


Su Qionglin bergerak ke depan mengikuti instingnya, seolah olah dia sedang dipegangi oleh Su Bei.


Mengingat hari hari indah mereka, dimana Ayahnya akan memegangnya dan mereka berlatih pedang bersama sambil tertawa.


Kemarahan memacu keberaniannya, dia terus maju dan menepis serangan lawan sembari mencari kelemahan lawan.


Bahkan, jika dia buta, dia tidak ingin menjadi tidak berguna. Dia adalah putri Su Bei, tidak mungkin adalah seorang sampah.


"Aku tidak akan menyerah. " Ucap Su Qionglin.


"Kamu tidak akan pernah menang dariku, apakah kamu tahu itu ?" Tanya pria itu dengan sinis.


Itu adalah Pangeran Ketiga dari Kerajaan Wang, orang yang ingin kematian Su Bei. Orang yang sama dengan yang memanah Su Bei sebelumnya.


Tentu saja, Su Qionglin tidak akan menang melawan pria yang fisiknya lebih besar dan kekar dibandingkan dirinya.


Tapi, Su Qionglin juga lebih lincah, itu adalah keuntungannya dan bisa bertahan dengan semua ini.


Sementara tabib yang mengobati itu hanya bisa melihat satu persatu benda dipecahkan tanpa bisa membantu dan meringkuk ketakutan.


Pranggg !


Pedang Su Qionglin terlempar dari tangannya dan terlepas dari genggamannya, dia terpojok dan sebuah tangan mencekik dirinya.


Tubuh Su Qionglin di angkat dan dia meronta ronta sebelum akhirnya dia terjatuh dan Pangeran Ketiga itupun mengeluh kesakitan.


"Uhukkk uhukk !" Su Qionglin terbatuk batuk sambil memegangi lehernya karena sakit dan kehabisan nafas.


"Arghh ! Lenganku !" Seru Pangeran Ketiga dari Kerajaan Wang itu.


Su Qionglin bisa merasakan seseorang datang, dan mengira bahwa itu adalah Zhuang bersaudara.


"Tuan muda Zhuang. " Panggil Su Qionglin.


"Mengharapkan Zhuang Zhiqi menyelamatkanmu ? Maaf karena mengecewakan, tapi dari kedua pemuda Zhuang itu keduanya mengecewakan. " Balas suara lain yang lebih berat dan serak.


Su Qionglin langsung meringkuk ketakutan ketika mendengar suara yang membalasnya, dia bukannya tidak mengenal suara ini.


Suara yang memberinya mimpi buruk selama berhari hari, siapa lagi jika bukan Raja Neraka, Jenderal Ling, Ling Yi.


"Ling Yi ! Aku adalah Pangeran Kerajaan Wang, kamu berani memotong lenganku seperti ini ! Ayahku tidak akan tinggal diam dengan ini !" Seru Pangeran Ketiga dengan marah.


"Kenapa aku tidak berani, apa yang membuatku harus takut dengan pecundang mesum sepertimu ?" Tanya Ling Yi dengan malas dan menendang lutut Pangeran Ketiga.


Pangeran Ketiga dibuat berlutut dan pasukan Ling Yi masuk untuk menahan Pangeran Ketiga sebagai tawanan perang.


"Jenderal Su yang dianggap Dewa Perang sekalipun tidak bisa menangkap pecundang seperti ini ? Tampaknya aku benar benar melihat bahwa dia sudah tua dan pikun. " Ucap Ling Yi.


"Kamu tidak layak untuk menghina Ayahku !" Teriak Su Qionglin dengan marah.


Su Qionglin masih terduduk di tanah jadi Ling Yi memutar balik tubuhnya dan berjongkok lalu menarik dagu Su Qionglin.


Ling Yi mengangkat kepala Su Qionglin sehingga dia bisa melihat seluruh wajah Su Qionglin dengan jelas.


"Kenapa aku tidak bisa ? Aku bisa melakukan apa saja yang aku inginkan. Tidak akan ada yang bisa menghalangiku untuk melakukan apa yang aku inginkan. Kamu sebaiknya tahu dengan masalah ini. " Ucap Ling Yi dengan senyum jahatnya.


"Oh ya, ternyata kamu benar benar cantik seperti yang dikatakan, sayang sekali bahwa kedua mata ini tidak bisa melihat pemandangan kejam di depan. " Lanjut Ling Yi lalu melepaskan wajah Su Qionglin.


Ling Yi berdiri dan memberikan pedang Su Qionglin kepada Su Qionglin. Su Qionglin menerima pedang itu dan memasukkannya kembali ke dalam tongkat.


Lalu, kembali merangkak ke arah Ayahnya, ketika dia mendengar bahwa Ayahnya bergumam dengan lembut.


"Ayah, ayah, apakah kamu sudah sadar ?" Tanya Su Qionglin sambil menangis.


"Qionglin ? Kenapa kamu bisa ada disini ? Disini tidak aman. " Ucap Su Bei melihat ke arah putrinya.


"Ceritanya panjang, tapi semuanya sudah aman. Jenderal Ling telah mengambil alih situasi, semuanya sudah aman, Ayah. Ayah kamu harus memulihkan diri. " Ucap Su Qionglin sebelum akhirnya ada orang lain yang masuk.


"Ayah !" Seru Su Yun dan duduk di samping Su Qionglin.


"Qionglin, kenapa kamu bisa ada disini ?" Tanya Su Yun.


"Aku disini bersama dengan Tuan Muda dan Nona Zhuang. " Ucap Su Qionglin.


"Ehm, Ayah. Semuanya sudah aman, Ayah bisa tenang dengan hal ini. " Ucap Su Yun fokus pada Su Bei.


"Baik, baik, kalian semua membanggakan Ayah. Senang rasanya melihat kalian disini, sayang sekali bahwa tidak bisa melihat Lian'er untuk terakhir kali. " Gumam Su Bei dengan sedih.