
Plakk !
Semua orang terkejut dengan ini, bahkan Su Qionglin sendiri membeku setelah kejadian ini, wajahnya berubah menjadi panas dan perih.
"Nyonya Su ! Apa maksud dari sikapmu ini ?" Tanya Su Bei dengan marah.
"Tuan Su, dia harus di disiplinkan. Menurut dalam peraturan Kediaman Su maka setiap urusan keluarga yang berkaitan dengan etiket maka harus aku yang menegaskan. Su Qionglin telah dengan lancang pergi ke Pusat permainan Catur yang dipenuhi dengan laki laki, telah mencoreng nama baik Keluarga. Seorang wanita seharusnya hanya melakukan memasak, menyulam, bermain alat musik, menari, bernyanyi, tidak boleh melakukan hal lain ! Apakah kamu datang kesana dan berharap mendapatkan pujian dari orang orang ?! Apakah kamu tahu bahwa sikapmu itu seperti jal*ng ?!" Tanya Nyonya Su dengan marah.
"Nyonya Su ! Aku peringatkan kau untuk diam !" Perintah Su Bei dengan nada yang tinggi.
"Tuanku, setelah pernikahan kita berjalan selama 20 tahun ini, kamu tidak pernah sekalipun berteriak padaku, siapa yang menyangka bahwa gadis pembawa sial ini membuatmu berteriak kepada ku ?!" Tanya Nyonya Su.
"Apakah kamu tahu bahwa sikapmu ini tidak baik untuk ditonton oleh orang luar ? Kamu selalu menjadi orang yang egois !" Seru Su Bei dengan murka sampai terbatuk batuk.
Sementara orang yang ditampar tetap diam membeku, seolah olah dia tidak pernah ada disana.
"Tuan muda Zhuang, tolong kembalilah terlebih dahulu. " Ucap Su Qionglin tiba tiba dan mengejutkan semua orang.
Zhuang Zhiqi tersadar dan menyadari bahwa ini bukan ranahnya untuk ikut campur, jadi dia dengan cepat pamit.
Su Qionglin tidak sekalipun mengeluhkan rasa sakit karena baru saja ditampar dengan begitu kuat oleh Nyonya Su.
Su Qionglin berjalan satu langkah ke depan dan mengambil pisau yang ada di meja makan, semua orang terkejut dengan langkahnya karena mengira bahwa dia akan menikam Nyonya Su.
"Qionglin !" Seru seluruh keluarga Su.
Tapi, Su Qionglin lagi lagi mengejutkan semua orang. Tidak hanya dia tidak menyerang Nyonya Su, dia justru memberikan pisau itu ke Nyonya Su.
"Nyonya Su, aku tahu bahwa melelahkan juga bagimu untuk menyimpan dendam selama belasan tahun itu, kenapa tidak kita mengakhiri semuanya disini ? Itu tidak akan melelahkan lagi baik untuk aku maupun kamu, dendam kita akan terhapus dan kamu akan mendapatkan apa yang kamu mau. Sekarang, bunuhlah aku dan kamu akan mendapatkan apa yang kamu mau. " Ucap Su Qionglin dengan wajah apatis dan menunjukkan dadanya, seolah olah meminta Nyonya Su untuk menikam jantungnya.
"Di depan semua orang, kamu selalu berusaha untuk mempermalukan ku. Apakah kamu mengira bahwa aku bisa selalu sabar ? Apakah kamu mengira bahwa aku adalah Dewa yang turun ke dunia ini ?" Tanya Su Qionglin mengeluarkan semua kata kata yang telah disimpannya selama lima belas tahun.
"Kamu selalu berusaha untuk menjauhiku, kamu berusaha untuk mempermalukan ku. Kamu berusaha juga untuk menbiarkanku tetap hidup, karena hanya orang hidup yang bisa menjadi objek kebencian. Nyonya Su, izinkan aku bertanya padamu sekali saja, apakah aku pernah membuat kesalahan padamu ? Apakah aku pernah sekali saja melakukan hal yang menghina martabat mu ? Apakah aku setidak pantas itu untuk mendapatkan perhatian darimu ?" Tanya Su Qionglin.
"Apakah kamu tidak bisa menjawab ku ? Kalau begitu, maka bunuhlah aku dan semuanya akan berakhir disini ? Semua ini sangat melelahkan bagiku dan bagimu. , mari akhiri lingkaran iblis ini. " Lanjut Su Qionglin dengan senyum miris di wajahnya.
"Su Qionglin, anggap bahwa aku kalah darimu hari ini. " Ucap Nyonya Su membanting pisau itu ke tanah dan langsung meninggalkan tempat dengan perasaan yang berkecamuk.
Sementara Su Qionglin sendiri tidak terlalu kuat untuk menanggung semuanya sendirian dan ambruk, dia dibantu oleh Zhuang Qingyi yang dengan sigap menangkap calon kakak ipar masa depan miliknya agar tidak jatuh.
"Qionglin !" Seru Su Bei , Su Yun, dan Su Lian.
Beberapa hari berlalu sejak kejadian itu, Kediaman Su berjalan seperti semula tapi agak canggung.
Nyonya Su juga tidak datang untuk mencari masalah lagi dan Su Qionglin juga tidak berusaha untuk mencari tahu tentang dirinya.
Su Qionglin telah melakukan semua yang ingin dia lakukan, selama ini pertanyaan pertanyaan itu selalu mengganjal di dalam benaknya.
Dan ketika sekarang sudah tersampaikan maka dia lebih nyaman untuk berekspresi. Tekanan yang di derita olehnya juga berkurang dengan drastis.
Su Yun dan Su Lian juga tidak menyimpan dendam padanya, justru memberinya semangat dan memberikannya makanan enak setiap hari.
Semua orang dikumpulkan di aula dan tanpa diduga duga, Su Bei memberikan masing masing putra putrinya hadiah.
"Ini untuk Yun, ini untuk Qionglin dan ini untuk Lian. Bagaimana dengan hadiahnya ?" Tanya Su Bei dengan semangat.
Su Qionglin membuka hadiah dari Ayahnya dan merasakannya, itu adalah jepit rambut dengan hiasan kupu kupu yang dihiasi dengan manik manik kecil.
Sayang sekali dia tidak bisa melihat, ini pastilah benda yang sangat indah dan tiada duanya di dunia ini.
"Ayah warna apakah ini ?" Tanya Su Qionglin.
"Batangnya berwarna emas dengan manik manik berwarna oranye dan merah muda, ini sangat cantik. " Ucap Su Bei mendeskripsikan dengan hati hati.
Bahkan jika dia tidak bisa melihat, dia masih penasaran dengan warna apa yang ada. Dia tidak tahu yang mana yang warna merah muda yang mana yang oranye, tapi dia bisa merasakannya.
"Terima kasih banyak, Ayah. " Seru ketiganya dengan bahagia.
Su Qionglin memegang jepit rambutnya dengan penuh kasih sayang, ini tentunya akan menjadi jepit rambut kesayangannya.
"Ayah senang mendengar bahwa kalian semua menyukainya, Ayah telah memilih ini untuk waktu yang lama karena takut bahwa ini akan tidak sesuai dengan selera kalian. " Ucap Su Bei.
Su Lian juga mendapatkan jepit rambut tapi dengan kepala Phoenix yang sesuai dengan kepribadiannya sementara Su Yun mendapatkan gelang besi yang dapat menyimpan pisau pisau kecil yang bisa menjadi penyerangan rahasia.
Ini akan sangat berguna untuk di medan perang. Tiba tiba ada prajurit yang berlari masuk ke dalam pekarangan Kediaman Su.
"Ada apa ?" Tanya Su Bei dengan heran.
"Jenderal ! Yang Mulia memanggil mu dalam keadaan darurat karena penyerangan di Gerbang Utara dan Selatan yang dilakukan oleh kekuatan gabungan ! Pasukan perbatasan mungkin tidak akan bertahan untuk lebih dari tiga hari !" Seru prajurit itu dengan panik.