The Blind Maiden

The Blind Maiden
69. Menerjang Istana



Su Qionglin menahan Ling Yi dan memberikannya ke wakil jenderalnya, lalu menaiki kudanya kembali.


"Karena sudah seperti ini, maka tampaknya tujuan selanjutnya adalah Aula Kekaisaran. " Ucap Su Qionglin dengan senyum dinginnya.


Dia memacu kudanya dan pasukan Ling Yi membelah jalan untuknya, dia melewati tanpa ada kecanggungan sedikitpun, semua orang memandang dirinya dengan pertanyaan.


Dia adalah seorang gadis yang buta tapi tiba tiba bisa kembali memandang, bukankah ini akan mengejutkan semua orang ?


Sesampainya di gerbang Kekaisaran, ada puluhan orang yang menghalangi dirinya dengan pedang.


Su Qionglin turun dari kudanya dan meminjam pedang dari Wakil Jenderalnya lalu menyerang ke depan untuk mengalahkan puluhan orang ini.


Satu tebasan menarik banyak nyawa, Su Qionglin memegang pedangnya dengan terampil, pada akhirnya dia tidak menyia nyiakan satu tahun terakhir ini.


Su Qionglin mengalahkan mereka dalam 10 menit, wajahnya dipenuhi dengan darah segar, dia mengibaskan rambutnya dengan angkuh.


"Ling Yuan, kamu akan segera turun dari tahkta, apakah kamu tidak ingin keluar ?!" Tanya Su Qionglin dengan suara yang lantang.


Su Qionglin menendang gerbang dan berjalan lurus menuju Aula Kekaisaran, dimana menjadi tempat yang paling agung bagi Kaisar Ling.


Su Qionglin memacu kudanya melewati barisan di depannya, kudanya melompat dengan tinggi dan melewati satu barisan di depannya.


Peperangan tidak dapat di hindari, pasukan di belakangnya melindunginya dengan gagah berani.


Tapi , bahkan jika mereka bisa menang tapi tidak akan menjadi kemenangan yang mudah. Bagaimanapun, meskipun mereka memiliki 20 ribu orang disisi mereka tapi pasukan khusus milik Kaisar juga tidak bisa dipandang rendah.


Hanya saja ada yang aneh dari peperangan ini, Fang Huo yang seharusnya disandera justru ikut membantu melawan pasukan Kekaisaran.


"Kamu begitu menyedihkan dan masih memiliki kemampuan untuk memerintah orang lain ?" Tanya Fang Huo dengan kesal tapi tidak menolak perintah tersebut.


Ling Yi hanya terkekeh, sementara Su Qionglin sendiri belum bisa menarik Pedang Yueyi sampai saat ini.


Fang Huo pun mengerti dan menarik pedang Ling Yi lalu melemparkannya pada Su Qionglin, Su Qionglin menangkap pedang itu dengan tatapan rumit sebelum akhirnya kembali bertarung.


"Jika kamu tidak ingin seluruh Kekaisaran Ling ini mati, maka kamu harus keluar sekarang !" Seru Su Qionglin.


"Jika aku mati, maka seluruh Kekaisaran Ling harus dikubur bersama denganku !" Teriak Ling Yuan.


"Betapa egoisnya, kamu memandang dirimu sendiri terlalu tinggi, kamu tidak berani untuk menghadapi kematian dan mengajak orang lain untuk membuka jalan bagimu di dalam neraka. " Balas Su Qionglin dengan cibiran.


Dia menarik pedangnya dan menebas musuh, tentu saja pedang Ling Yi jauh lebih nyaman. Hanya saja, ketika menggunakan pedang ini membuat Su Qionglin mengingat hari hari ketika dia di ajari oleh Ling Yi cara untuk menggunakan pedang.


Su Qionglin memejamkan matanya sejenak sebelum akhirnya kembali fokus dengan masalahnya, dia tidak bisa memikirkan masalah perasaan sepele sementara Ling Yi sendiri sudah mencoba membunuhnya berulang kali.


Hanya saja, bahkan dengan perlakuan buruk itu, kenapa perasaan ini belum hilang juga ? Karena kurang fokus dengan situasi sekitar, Su Qionglin tidak sengaja mendapatkan goresan di bagian lengannya.


Luka terbuka yang mengerikan terpampang jelas di hadapan semua orang, tapi Su Qionglin hanya melirik nya sedikit sebelum akhirnya menebas kepala orang yang melukainya.


----------------


Maaf ya up nya dikit dulu, besok double atau triple up deh


oh ya, kemaren novel toon error jadi yang ini ke up double, maaf ya.