
"Wangye, bukankah kamu yang mengatakan bahwa aku tidak boleh melawan jika ada orang yang menindas ? Kamu takut bahwa reputasi mu rusak, bukan ?" Tanya Su Qionglin dengan heran.
Bibir kasar milik Ling Yi menempel tepat di telinganya, sementara tangannya melingkari pinggang Ling Yi.
Su Qionglin dapat menghirup dengan jelas harum tubuh Ling Yi yang membuatnya terbayang bayang, dia benar benar merasa bahwa seluruh bulu kuduk nya berdiri.
"Setelah aku pikir lagi, akan lebih baik jika kamu melawan agar semua orang tahu bahwa kamu adalah milikku dan jangan harap untuk mencoba merebut apa yang menjadi milikku. " Bisik Ling Yi dan menggigit telinga Su Qionglin dengan lembut.
Su Qionglin benar benar tidak tahu apa yang harus di lakukannya, di satu sisi dia benar benar takut sementara disisi lain, dia merasa bahwa ada yang aneh dengan dirinya karena dia sampai gemetar.
Ling Yi membalikkan tubuhnya dan mencium bibir Su Qionglin lagi , kali ini tidak sebaik sebelumnya.
Dia menggigit bibir Su Qionglin sampai itu berdarah, dia bahkan bisa merasakan bahwa ada rasa besi yang bercampur di antara ciuman mereka.
Ketika Ling Yi melepaskannya, Su Qionglin merasa tidak percaya dan memegang bibir nya dengan ekspresi malu.
"Kenapa kamu begitu pemalu ? Kita adalah suami istri yang sah, apakah hal hal semacam ini adalah sesuatu yang belum pernah kamu lihat ? Oh ya, kamu tidak akan pernah bisa melihatnya. Kalau begitu, maka aku akan membiarkan mu merasakannya sendiri. " Ucap Ling Yi dengan senyum tipis.
Su Qionglin memberontak, tapi apa daya ? Ling Yi adalah orang dengan tenaga yang jauh lebih besar di bandingkan kebanyakan orang.
Bagaimana tenaga Su Qionglin yang tidak seberapa ini bisa dibandingkan dengan Ling Yi ? Ling Yi melempar Su Qionglin ke atas ranjang lalu menimpa di atasnya dengan dekat.
"Karena kamu tidak pernah melihatnya, maka kamu harus merasakannya. Akan ku pastikan bahwa kamu tidak akan pernah melupakannya. " Ucap Ling Yi dengan seringaian jahat.
Su Qionglin beberapa kali berusaha untuk melepaskan diri , tapi semua itu sia sia. Ling Yi menarik pakaian Su Qionglin dan melakukan hubungan suami istri.
Tidak ada yang salah pada saat ini, hanya saja bisa dilihat bahwa ini tidak di dasari oleh cinta melainkan hanya nafsu semata.
Takutnya, ini tidak akan membawa dampak baik bagi keduanya di masa depan. Hanya menyisakan kesengsaraan yang tiada habisnya, terjebak di dalam permainan sendiri adalah hal yang paling menyakitkan.
Ketika Su Qionglin terbangun, dia merasa bahwa seluruh tubuhnya pegal pegal dan dia masih tidak bisa melupakan kejadian semalam.
Entah bagaimana, dia merasa sangat malu dan ingin menguburkan dirinya sendiri ke dalam tanah agar tidak bertemu dengan Ling Yi lagi.
Tapi, tangan Ling Yi menahan pinggang polosnya dan memeluknya lalu membawanya masuk ke dalam selimut.
"Wangye, a.. a..aa.. aku pikir , aku harus membersihkan diri. " Ucap Su Qionglin tergagap karena malu dan panik.
"Apa yang membuatmu menjadi begitu pemalu, aku sudah melihat seluruhnya semalam dan oh ya, wajahmu pada saat ini sudah memerah sepenuhnya. " Ucap Ling Yi.
"Wangye, tolong jangan goda aku lagi. Jika tidak maka aku benar benar tidak tahu harus melakukan apa untuk menanggapinya. " Ucap Su Qionglin sambil menundukkan kepalanya.
Ling Yi adalah orang yang keras kepala, bagaimana mungkin dia melepaskan pelukannya pada Su Qionglin.
Dia bahkan memeluknya lebih erat sehingga mereka bisa merasakan lekuk tubuh masing masing, Ling Yi hanya bertindak biasa saja.
Dia tidak bisa berkata kata lagi karena rasa malunya yang telah mencapai puncak, dia hanya bisa berdiam diri dan menerima nasibnya dengan pasrah.
Su Qionglin tidak menyangka bahwa dalam pernikahan paksa ini, mereka akan melakukan ini. Dia berpikir bahwa mereka bisa bercerai secara baik baik dan tidak saling berhubungan lagi.
Tapi, jika dipikir sekarang maka mustahil bagi mereka untuk tidak saling berhubungan lagi jika sudah melakukan ini.
Tindakan Ling Yi ini, bukankah cara untuk mengikat Su Qionglin agar tidak bisa berlari kemanapun ?
"Kamu harus bersiap siap, bagaimanapun ini sudah mencapai hari ketiga dan juga kita harus segera mendatangi kediaman orang tuamu. " Ucap Ling Yi.
"Baik, Wangye. Sebelum itu, Wangye harus melepaskan ku terlebih dahulu. " Balas Su Qionglin.
"Bagaimana jika kita mandi bersama ? Ah , aku tidak menerima penolakan. Ayo pergi !" Ucap Ling Yi dan menggendong Su Qionglin seolah olah dia sedang mengangkat karung beras.
Sepasang suami istri ini benar benar lucu hanya saja sikap Ling Yi yang tiba tiba baik ini benar benar mengejutkan, dan juga agak..... aneh.
Tidak ada yang bisa menduga perubahan sikap Ling Yi yang sangat aneh ini, Su Qionglin sejak awal telah mendapatkan banyak guncangan pada mentalnya.
Sejak ingin di ajarkan secara pribadi oleh Ling Yi sampai sekarang dia tidur dengan Ling Yi secara resmi, bukan hanya buatan.
Dia bahkan mandi bersama dengan Ling Yi, mereka masuk ke dalam bak mandi yang sudah terisi oleh air hangat, bunga dan herbal.
"Aku mendengar bahwa gadis yang baru melewati malam pertamanya, akan mengalami rasa sakit. Jadi aku meminta pelayan untuk membawakan tanaman herbal agar membuatmu merasa lebih nyaman. " Ucap Ling Yi.
"Aku sangat berterima kasih terhadap perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh Wangye padaku, hanya saja izinkan aku bertanya satu hal. Wangye, sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku ?" Tanya Su Qionglin dengan takut.
Dia pada saat ini bukan takut menerima murka Ling Yi atau semacamnya, dia hanya takut bahwa Ling Yi akan mengatakan bahwa pria itu mencintainya saat ini.
Pada saat itu, maka Su Qionglin tidak akan bisa menahan lagi gejolak yang ada di dalam hatinya dan dia tidak bisa lagi menolak perasaannya terhadap Ling Yi.
Dia benar benar takut bahwa dia akan jatuh hati pada Ling Yi, karena itu tidak akan menjadi perjalanan cinta yang mudah.
Mencintai Ling Yi, sama saja dengan menyerahkan kehidupannya pada Ling Yi, dia terlalu pengecut untuk melakukan itu.
"Karena, aku pikir aku telah mencintaimu. Bagaimana menurutmu ?" Tanya Ling Yi dengan acuh tak acuh.
Ketika mendengarkan kata kata yang paling di takuti olehnya membuat Su Qionglin bergidik ngeri, hatinya yang telah dilimpahi oleh cinta kepada Ling Yi tiba tiba tidak tertahankan lagi.
Pada akhirnya, dia masih tidak bisa menahan dirinya sendiri untuk mencintai Ling Yi, walaupun dia tahu bahwa itu tidak akan mudah.
Hanya saja, dia tidak pernah tahu apakah Ling Yi benar benar serius mengatakannya atau hanya melihatnya sebagai permainan semata.