The Blind Maiden

The Blind Maiden
71. Menerjang Istana III



Pada akhirnya, Su Qionglin menaruh sedikit rasa hormat untuk Ling Yi, bahkan orang yang egois seperti Ling Yi saja tahu yang mana adalah kepentingan dan perlu untuk dilakukan, tapi Kaisar Ling yang dikatakan adalah Kaisar yang sangat bijaksana justru ingin menggunakan nyawa orang lain demi melindungi diri sendiri dan merelakan Kekaisaran Ling hancur hanya untuk menyelamatkan nyawa hinanya.


Ini telah membuka pandangan semua orang karena membuat semua orang tidak senang dengan apa yang terjadi, situasi sedang kacau dan Istana tidak memberikan isyarat untuk mundur sedikitpun.


Yang berarti bahwa mereka memilih untuk membunuh sampai habis dan mengulur waktu kematian Kaisar Ling.


"Kalian semua, hanyalah bidak yang tidak berguna dan siap untuk dibunuh kapan saja. " Ucap Su Qionglin sebelum akhirnya membunuh kedua kasim ini.


"Kalian semua berjuang mati matian demi Kaisar, tapi apakah Kaisar pernah memikirkan kalian ?! Apakah Kaisar akan mendirikan makam untuk kalian ?! Itu adalah Ayahku yang memohon selama 3 hari berturut-turut di depan aula selama musim dingin, apakah kalian tahu apa yang di deritanya ? Apakah kalian tahu bahwa dia adalah orang yang takut dingin ?! Dan sekarang kalian melindungi orang yang telah berusaha untuk membunuh kalian semua untuk menjatuhkan orang yang telah memohon demi kalian. Mungkin memang benar, bahwa kalian semua tidak layak untuk mendapatkan pencatatan. " Ucap Su Qionglin dengan lantang dan tertawa dingin.


Semua orang tahu, bahwa orang yang menjadi anggota militer terlalu banyak dan tidak akan ada yang bisa mencatat nama mereka dan tidak akan ada yang bisa terlalu rajin untuk mencatat semuanya.


Tapi, pada akhirnya itu adalah Su Bei yang tidak rela dan tidak tega kepada semuanya dan mengatakan bahwa setiap orang yang berkorban untuk negara layak untuk dikenang bahkan jika statusnya tinggi.


Semuanya layak untuk mendapatkan peringatan dan doa, setiap kali kembali perang akan diadakan upacara doa untuk menyebutkan nama nama mereka dan mendoakan agar arwah mereka tenang disana.


Peperangan perlahan lahan terhenti ketika mendengar kata kata Su Qionglin, Ayahnya mungkin rela dan ikhlas untuk melakukan semua kegiatan baik ini.


Tapi, dia, Su Qionglin, memiliki hati yang kecil dan sempit, tidak mampu untuk mentoleransi hal hal semacam ini.


Su Qionglin melirik dengan dingin dan masuk ke dalam Aula Kekaisaran tanpa keraguan. Disana, dia melihat Kaisar dan Permaisuri yang sedang dalam kondisi ketakutan.


Su Qionglin berjalan mendekat ke arah Aula Kekaisaran tapi pada akhirnya menyadari bahwa masih ada dua orang ahli yang melindungi Aula Kekaisaran ini.


"Kaisar Ling, bagaimana menurut perasaanmu bahwa kamu akan melihat hari ini datang dengan sendirinya ?" Tanya Su Qionglin dengan senyum sombongnya.


"Bukan aku yang menuduh Su Bei untuk melakukan korupsi, aku juga terpaksa. Bagaimanapun aku adalah seorang Kaisar dan hati pribadiku tidak dapat terlihat ke dalamnya, itu adalah iblis licik, Ling Yi yang menyuruhku dan terus menerus memaksaku !" Seru Kaisar Ling.


"Aku tahu bahwa dia selalu mendorongmu, tapi pada akhirnya keputusan akhir berada di tanganmu. Karena kamu telah setuju untuk mendorong sahabatmu ke dalam neraka, maka kamu harusnya sudah tahu bahwa hari ini akan datang. "Balas Su Qionglin dengan senyum mengerikannya sebelum akhirnya menerjang ke arah salah satu sudut, dimana ada seorang ahli yang bersembunyi.