The Blind Maiden

The Blind Maiden
06. Persiapan



Selama ini, Su Yun selalu membenci Su Qionglin karena perasaan cinta keluarganya. Dia mendengar kata kata orang di sekitarnya bahwa Ibu Su Qionglin merebut Ayahnya dari Ibunya.


Tapi, pada kenyataannya tidak begitu, pada kenyataannya Ibunya lah yang merebut Ayahnya dari Ibu Su Qionglin.


Lalu, belum lagi hasutan demi hasutan yang diberikan oleh orang orang disekitarnya, mengatakan bahwa Su Qionglin adalah orang dengan sifat yang buruk dan pendendam.


Berusaha untuk merebut Ayah mereka dari mereka, dan menghasut Ayah mereka untuk membenci mereka.


Diam diam, kebencian dan rasa iri mengakar dalam hati Su Yun pada Su Qionglin. Tapi, ketika hari ini ketika dia akan melihat orang macam apa yang tidak tahu malu itu.


Su Yun merasa malu dalam dirinya sendiri, bahwa segala ekspektasinya telah salah. Bahwa dirinyalah yang kotor dan berpikiran jahat.


Sementara Su Qionglin memperlakukan mereka dua bersaudara dengan tulus layaknya Saudara kandung.


Su Yun tiba tiba merasa bahwa hatinya terlalu kotor dan terlalu jahat untuk memikirkan semua orang dengan pikirannya yang jahat itu.


Su Yun memejamkan matanya dan meratapi dirinya sendiri, disana sangat sepi dan sunyi, hanya ada dia sendiri di luar halaman.


Memang benar bahwa penampilan Su Qionglin tampak seperti porselen yang rapuh, setiap orang akan tergerak untuk melindunginya.


Kecuali orang yang berada di dalam mimpinya itu, pria itu yang selalu terobsesi melihat kesedihannya.


Su Qionglin memikirkan sekali lagi tentang pria yang ada di dalam mimpinya itu, siapa yang menyangka bahwa dirinya merasakan ketakutan hanya dengan memikirkan pria dalam mimpi itu.


Itu berarti pria dalam mimpi itu telah menghantui sebagian besar ketakutannya, membayangkannya ada di dunia nyata saja sudah membuat tubuh Su Qionglin mendingin.


Air yang hangat ini sudah tiada artinya lagi hanya dengan ini, hanya saja apakah pria itu benar benar hanya mimpi atau ada di dunia ini ?


Apakah dia bisa melihat masa depan ? Apakah itu masa depannya ? Tidak mungkin. Dia tidak mengenal orang semacam ini.


Perbedaan tingginya, harumnya, jari jarinya yang ramping, Su Qionglin mengingat seluruh yang bisa dilihatnya pada pria itu.


Oh ya, ada satu hal lagi yang bisa dilihat dari pria itu adalah pakaiannya. Dia selalu menggunakan pakaian hitam polos dengan bagian dada yang agak lebar , menunjukkan dadanya yang bidang dan berotot.


Tangannya yang berurat dan agak kasar, jari jarinya yang halus dan ramping layaknya seorang wanita, semuanya terasa sangat nyata.


Pria itu juga menggunakan sebuah kalung kupu kupu perak di lehernya, sayang sekali bahwa dia tidak bisa melihat bagaimana tampangnya.


Kupu kupu perak, bagaimana semuanya terasa terhubung ? Hewan pertama yang dia ketahui adalah Kupu kupu sementara hewan yang dia sukai juga adalah kupu kupu.


Anehnya, dia tidak bisa melihat tapi dia bisa melihat dalam mimpinya walaupun secara tidak jelas dan samar samar.


(Disini, Su Qionglin sendiri memimpikan bentuk dari pria itu sendiri tapi tidak secara jelas , hanya seperti bayangan yang kabur. )


Ayahnya baru baru ini memberikannya tongkat dengan ornamen dan ukiran Kupu kupu perak sementara pakaian yang dia beli juga merupakan kupu kupu perak.


Apakah kupu kupu ini memiliki tanda tertentu pada dirinya ? Apakah ini akan berkaitan dengan kehidupannya ? Su Qionglin bertanya tanya sebelum akhirnya dia menyadari bahwa dia sudah sangat lama berendam disini.


Keesokan harinya, Kediaman Su sudah sangat sibuk sejak pagi hari, hanya kediaman Su Qionglin yang masih tenang dan damai hingga akhirnya datang orang orang penata rias.


"Nona Kedua, kami datang untuk membantumu merias diri. " Ucap Penata rias itu.


Su Qionglin dibantu untuk menggunakan pakaian yang kemarin dia beli, lalu dia duduk di depan sebuah cermin tembaga dimana kedua orang yang datang itu mulai bermain main dengan rambut dan wajahnya.


Rambutnya diikat dan diberikan jepit rambut, yang indah dengan rantai rantai kecil yang menghiasi.


(Jepit rambut disini adalah tusuk konde ya. )


"Nona kedua, Tuan meminta kami untuk membiarkan mu memilih sendiri jenis jepit rambut yang ingin kamu gunakan. " Ucap penata rias.


Su Qionglin memilihkannya dan menemukan satu yang berbentuk kupu kupu, dia mengambilnya dan penata rias memasangnya dengan hati hati.


Mereka menghabiskan waktu yang sangat lama , pantas saja mereka datang dari pagi hari agar tidak terlambat sampai ke pesta. Bagaimanapun ini adalah pesta penting, tidak ada orang yang boleh datang lebih lambat dari Kaisar.


Jika tidak maka artinya tidak menghormati Kaisar yang statusnya paling tinggi di Kekaisaran ini.


Tidak ada yang boleh untuk tidak menghormati Kaisar, Su Qionglin benar benar cemas bahwa dirinya akan mempermalukan Ayahnya di hadapan umum.


Jenderal Su yang Agung ternyata memiliki seorang putri yang cacat dan jelek, bukankah itu akan merusak reputasi Agung Ayahnya ?


"Nyonya, apakah menurutmu aku akan mempermalukan Ayahku di acara nanti ?" Tanya Su Qionglin dengan ragu ragu.


"Mempermalukan ? Aku takut, tidak akan ada yang berani. Kecantikan Nona kedua, tidak kalah dari Putri Bangsawan lain, justru terlihat lebih cantik. " Ucap penata rias itu dengan terkejut ketika mendengar pernyataan Su Qionglin.


"Terima kasih karena telah menghibur kegetiranku. " Gumam Su Qionglin.


"Aku adalah orang yang jujur sebenarnya tapi, Nona Kedua benar benar memukau. Aku yakin bahwa Nona Kedua akan bisa menemukan jodoh yang baik di masa depan. " Ucap Penata Rias itu membangkitkan kepercayaan dirinya.


"Terimakasih, semoga saja sebaik yang kamu katakan. " Balas Su Qionglin dengan senyum tipis.


Mereka bersiap siap dan Su Qionglin dituntun untuk ke depan, sementara Su Qionglin sendiri membawa tongkat yang diberikan Ayahnya.


Lalu, ketika sampai ke depan, semua orang terdiam ketika melihat penampilan Su Qionglin yang secantik Peri turun dari Surga.


Tidak ada yang secantik dengan Su Qionglin, hiasan rambut dan wajah Su Qionglin tidak berlebihan tapi membuatnya tampak lebih bersinar dari yang lain.


Dia tidak mengenakan perhiasan emas, hanya perak tapi mampu membuatnya tampak seperti menggunakan berlian.


"Ayah, apakah ada yang salah ?" Tanya Su Qionglin dengan takut.


"Tidak...... kamu sangat cantik, putriku. Ayo, pergi jangan sampai terlambat !" Jawab Su Bei.


Lalu, Su Lian menggandeng tangannya dengan antusias dan semangat.


"Kakak Qionglin, kamu benar benar cantik. Kamu tampak seperti seorang peri, gaun yang ku pilihkan padamu sebelumnya benar benar cocok padamu.. " Ucap Su Lian.


"Kamu juga pasti tidak kalah cantik. " Puji Su Qionglin, walaupun dia sebenarnya tidak bisa melihat penampilan Su Lian.


"He he he, kakak kamu benar benar cantik. Aku tidak akan bosan untuk mengatakannya meskipun seribu kali mengatakannya. " Ucap Su Lian sambil terkekeh seperti orang gila.