
"Qingyi ! Qingyi !" Teriak Su Qionglin sampai suaranya serak dan Zhuang Qingyi langsung keluar dari dapur untuk memegangi Su Qionglin.
"Ada apa Nona ? " Tanya Zhuang Qingyi tidak tahu apa apa.
"Bawa aku menemui kakakmu, aku membutuhkan bantuannya. " Jawab Su Qionglin dengan khawatir.
"Baik, baik, ayo pergi. " Ucap Zhuang Qingyi dan menarik tangan Su Qionglin untuk belari keluar.
Su Lian yang ingin mengejar pun di tahan oleh Nyonya Su.
"Ibu ! Aku ingin mengejar Kak Qionglin !" Seru Su Lian memberontak.
"Jangan melawan ! Jangan ikuti dia !" Seru Nyonya Su dengan marah dan meminta beberapa pelayan lain untuk menahan Su Lian.
"Lepaskan aku ! Lepaskan ! Kak Qionglin !" Teriak Su Lian sampai suaranya serak tapi Su Qionglin sudah terlalu jauh dan tidak bisa mendengar suaranya.
Disisi lain, Zhuang Qingyi sendiri sebenarnya bingung dengan masalah ini. Apa yang membuat Su Qionglin menjadi sangat panik seperti ini.
"Apakah ada suatu hal yang salah yang aku lewatkan ?" Tanya Zhuang Qingyi dengan kencang.
"Ayahku, dari Perbatasan Utara meminta bantuan. Aku ingin pergi kesana dan melihatnya." Jawab Su Qionglin.
"Apa ? Jenderal Su meminta bantuan ? Ini tidak pernah terjadi sebelumnya, kalau begitu maka kita harus pergi lebih cepat. " Ucap Zhuang Qingyi.
Sesampainya di tempat catur, mereka bertemu dengan Zhuang Zhiqi yang baru saja akan bersiap pergi.
"Nona Su, aku tahu bahwa kamu akan mencariku. Ayo pergi , aku akan menemanimu melihat Jenderal Su. " Ucap Zhuang Zhiqi dengan pengertian.
"Ya, aku harus merepotkan Tuan Muda Zhuang untuk ini, aku benar benar panik. " Ucap Su Qionglin dengan khawatir.
"Kakak, aku ikut. " Ucap Zhuang Qingyi.
"Hm, aku sudah menyiapkan dua kuda. Nona Su, kamu duduk dengan adikku jadi kalau misalnya ada musuh maka aku bisa menghalangi mereka sementara kamu bisa pergi dengan adikku untuk mendekati Jenderal Su. " Ucap Zhuang Zhiqi mengatakannya terlebih dahulu.
Benar benar menggunakan konsep pemikiran catur, dimana dia bisa menebak puluhan langkah ke depan yang akan dia hadapi dan apa yang akan dilakukannya untuk menghadapi itu.
Su Qionglin dibantu naik ke atas kuda bersama dengan Zhuang Qingyi. Su Qionglin duduk di belakang Zhuang Qingyi dan tidak lupa untuk membawa tongkat kupu kupunya.
"Nona, pegang erat erat. Aku suka tidak sadar jika membawa kuda. " Ucap Zhuang Qingyi dengan tawa kecil dan mulai melesat dengan cepat.
Zhuang Zhiqi juga tidak kalah, keduanya mendapatkan pelatihan militer sejak muda tentu saja tidak membedakan antara pria dan wanita.
Keduanya dilatih dengan keras, hanya saja itu tidak menjadi masalah. Yang membuat masalah adalah ketika Zhuang Qingyi disuruh untuk bertingkah laku dengan anggun.
Su Qionglin memegang bahu Zhuang Qingyi dengan erat, untuk pertama kalinya dia menunggangi kuda.
Hanya saja, dia benar benar merasa bahwa dia mabuk akan perjalanan ini. Tidak tahu dia harus bertahan berapa lama di dalam kondisi ini.
Tapi, satu satunya yang ada di pikirannya saat ini adalah bertemu dengan Ayahnya. Su Qionglin takut bahwa apa yang akan terjadi sama seperti yang ada di dalam mimpinya dan dia tidak ingin semua itu terjadi.
Tidak tahu apakah dia akan datang dan tiba tepar waktu atau akan terlambat dan pada akhirnya dia masih tertinggal.
Tidak ! Dia harus berpikir dengan positif, Ayahnya adalah orang yang sangat kuat. Bagaimana mungkin bisa ditumbangkan oleh orang lain dengan begitu mudahnya ?
Bagaimana mungkin sebuah Kerajaan kecil bisa mengalahkan Ayahnya seperti itu ? Su Qionglin berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri.
Ayahnya tidak pernah kalah selama ini, selalu kembali dengan kepala yang terangkat. Tidak menyangka bahwa kali ini akan meminta bantuan.
Su Bei tidak dianggap sebagai Saudara Sumpah dengan Kaisar tanpa alasan, melainkan karena kecakapannya di medan perang.
Dan yang berkemungkinan mewarisi pasukan Su Bei jika dia pensiun adalah Jenderal Ling, Ling Yi. Pada saat itu, maka Kekaisaran akan memegang penuh seluruh kekuatan pasukan.
Tapi, Ling Yi sendiri tidak terlalu mudah di atur jadi Kaisar masih menimbang nimbang apakah harus memberikannya ke Ling Yi atau Su Yun.
Hanya saja, ternyata hal ini terjadi dan semua rencana ini menjadi kacau. Bahkan Kaisar Ling tidak bisa lagi bersantai bersama dengan selir selir kesayangannya.
Kaisar Ling berdiri dan mondar mandir, berharap bahwa ada surat yang dikirimkan oleh Su Bei tapi tidak ada satupun surat yang mendarat ke arahnya.
Disisi lain, Su Yun yang sudah berhasil menekan musuh lebih cepat dibandingkan yang dibayangkan, ketika melihat kembang api pertolongan.
Langsung memacu kudanya dan membawa sebagian pasukannya untuk pergi menuju Gerbang Utara.
"Berapa lama kita akan sampai disana ?" Tanya Su Qionglin.
"Kita akan sampai di sana dalam waktu limajam, untunglah bahwa kediaman Su tidak terlalu jauh dari Gerbang Utara. Jika terlalu jauh, maka aku takut akan memakan lebih dari enam jam. " Ucap Zhuang Zhiqi menjelaskan.
Su Qionglin tidak bertanya lebih lanjut dan menunggu dimana mereka akan tiba di perbatasan, jarak dari kediaman ke perbatasan sekitar 250 mil.
Memang waktu yang tepat adalah sekitar 5 jam, hanya saja itu jika tidak disertai dengan istirahat. Jika dengan istirahat maka akan memakan waktu lebih.
Mereka istirahat dan singgah sebentar untuk memberi kuda mereka makan dan minum dari mata air sekitar dan rumput.
Lalu melanjutkan perjalanan lagi tanpa henti, setelah berjalan selama beberapa jam yang panjang.
Su Qionglin akhirnya mulai mendengar arena pertarungan yang berisik dan bau amis darah yang menggelegar.
"Apakah di depan adalah perbatasan ?" Tanya Su Qionglin.
"Belum, masih sekitar 5 mil lagi ke depan, apakah kamu sudah bisa merasakannya ?" Tanya Zhuang Zhiqi dengan tebakan yang akurat.
"Tidak juga , aku hanya dengan samar samar mendengar suaranya dan juga aku menebak. " Jawab Su Qionglin.
Mereka memperlambat laju kuda mereka dan Zhuang Zhiqi mulai mengeluarkan pedangnya untuk berjaga jaga kalau kalau ada musuh yang menyerang.
"Jenderal Su !" Seru Zhuang Zhiqi.
"Ada apa ?" Tanya Su Qionglin.
"Jenderal Su dibawa ke dalam pos pengamanan dengan penuh darah, Qingyi antar Nona Su kesana, aku akan membuka jalan untuk kalian. " Ucap Zhuang Zhiqi lalu memacu kudanya dengan kecepatan tinggi dan melindas semua orang yang ada di depan.
Zhuang Qingyi tidak menunda lagi dan maju ke depan sampai ke depan pos pengamanan, disana ada Wakil Jenderal Fang.
"Nona Kedua ?" Tanya Wakil Jenderal Fang dengan terkejut melihat kehadiran mereka.
Hanya dengan mendengar suaranya membuat Su Qionglin mengetahui siapa itu.