
Su Qionglin mengenakan penutup pengantin miliknya yang mempesona dengan ukiran Phoenix berwarna emas, tapi sayangnya Su Qionglin tidak bisa melihatnya dan tidak antusias sama sekali.
Tidak perduli seberapa mempesona, itu kembali lagi pada bentuknya. Karena yang bisa dirasakan oleh Su Qionglin hanya bentuknya, bukan warnanya.
Su Qionglin menggunakan kipas di depan wajahnya untuk menutupi wajahnya yang berada di balik lain merah untuk dibuka Ling Yi.
"Hati hati, Nona. " Ucap penata rias dan mengajaknya untuk naik ke atas tandu.
Ketika dia berhasil untuk duduk di dalam tandu yang agak tinggi itu, dia duduk sendirian di dalam tandu itu.
Lalu, tandu mulai di angkat dan alat musik mulai berdentang dengan ganas seolah olah akan mengusir roh jahat.
Semuanya berjalan dengan lancar sejauh ini, Su Qionglin merasakan kecemasan ketika dia berada sendirian di tempat ini dan berada di ketinggian yang antara beranta ini.
Dia sendirian disini benar benar membuatnya merasa cemas sekaligus takut, dia berusaha untuk membuat dirinya sendiri lebih tenang.
Alat musik di mainkan dengan keras dan bergema , lalu suara mak comblang yang keras juga bisa di dengarkan.
Doa demi doa dibacakan agar bisa menemani pasangan baru yang akan menikah hari ini, mak comblang ini tampaknya sudah berpengalaman.
Banyak sekali ritual yang diberikan dan dibacakan untuk melakukan ini, ini sangat merepotkan.
Mereka sudah berada di jalan selama lebih dari 3 jam, Su Qionglin merasa tidak nyaman sekaligus mereka bersalah bagi orang yang mengangkat tandu.
Yang mengangkat tandu ini hanya ada empat orang, apakah mereka saat ini keberatan atau tidak, Su Qionglin tidak tahu dengan keadaan mereka saat ini.
Hanya saja, walaupun dikatakan bahwa sudah dibayar mahal tapi Su Qionglin tetap merasa tidak nyaman dengan keadaan ini.
Apakah dia berat atau tidak ? Su Qionglin benar benar tidak tahu dengan masalah ini.
Hanya saja, menurutnya gadis mana saja yang akan menikah akan merasa bersalah karena masalah ini.
Menurut Su Qionglin, ini agak tidak manusiawi. Mereka semua bekerja untuk mendapatkan uang makan, hanya saja bukankah ini terlalu keras ?
Mengangkat selama tiga jam tanpa henti dan istirahat ? Apakah mereka bahkan masih bisa menarik nafas ?
Su Qionglin merasa tidak nyaman untuk menginterupsi, karena takut bahwa dia akan mengacaukan dan menyebabkan bahwa semuanya akan menjadi lebih lama.
Hanya saja, satu hal yang tidak di ketahui oleh Su Qionglin adalah semua orang pengangkat tandu merasa terkejut dengan berat tubuh Su Qionglin yang sangat ringan.
Hampir sama dengan ketika mereka membawa tandu kosong, tandu kosong saja 65 kilogram. Jika ditambah dengan orang 40 kilogram maka itu akan menjadi 20an kilogram per orang.
Hanya saja, ini benar benar tidak ada gangguan sama sekali, seolah olah mereka hanya membawa angin.
Tampaknya, berat badan Su Qionglin ini tidak berbeda jauh dengan kapas. Paling paling hanya 35 kilogram paling banyak atau mungkin bahkan lebih kurus lagi.
Dia tidak makan terlalu banyak belakangan ini dan hanya makan secukupnya, kondisinya benar benar mengkhawatirkan.
Su Qionglin juga tidak pernah mendengar kediaman Ling Yi sebelumnya hanya saja, kata Zhuang Qingyi tempat itu akan sangat dingin dan penuh dengan hawa membunuh.
Membayangkannya saja sudah membuat tubuh Su Qionglin berkeringat dingin, setelah sampai di depan pintu, pengantin pria datang dan menendang tandu sebelum akhirnya membuka tirai dan meraih tangannya untuk masuk ke dalam.
Su Qionglin menerima uluran tangan dari Ling Yi tersebut dan memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.
Su Qionglin berjalan keluar, selangkah demi selangkah. Masuk ke dalam kediaman Ling Yi yang akan menjebaknya seumur hidup.
Sejak dia berada disini dan masuk ke dalam maka dia tidak akan memiliki jalan memutar lagi, selamanya dia akan berada disini. Terjebak dengan ingatan masa lalu yang berputar.
Su Qionglin menghela nafas dengan berat ketika memikirkan masalah ini, dia berjalan mengikuti Ling Yi untuk masuk ke dalam tempat avafat pernikahan.
"Nona Kedua Su, bahkan jika kamu menggunakan tudung. Kamu masih harus tersenyum karena wajah muram mu itu benar benar membuat semua orang tidak nyaman. Berbeda denganku yang ceria dan penuh dengan semangat membara. " Ucap Ling Yi tanpa tahu malu.
Ling Yi tidak tahu bahwa kata katanya itu lebih cocok untuk dirinya sendiri, terutama ketika dia sedang mengancam orang lain.
Ling Yi ini benar benar kekurangan rasa tahu diri, benar benar menyebalkan. Tidak tahu apakah dia bisa bertahan untuk menikah dengan orang semacam ini.
Sejauh ini tamu yang datang menjadi semakin ramai, membuat kedua orang pengantin ini menjadi lebih sibuk.
Sebentar lagi , prosesi acara yang paling akhir akan di mulai. Ini adalah acara yang paling penting di bandingkan dengan bagian bagian lain.
Ketika semua orang sudah duduk, mereka langsung saling menghadap sebelum akhirnya saling bersujud satu sama lain.
"Bersujud kepada suami dan istri, lalu bersujud kepada langit dan bumi, terakhir adalah bersujud di hadapan orang tua kalian. " Ucap pembawa acara.
Memang, pada umumnya memang seperti itulah, bGaimana cara pernikahan di lakukan.
Keduanya saling bersujud dan semua orang mulai bersorak sorai dengan bahagia. Entah bahagia atau sinis juga tidak terlalu penting. Hanya saja, satu yang pasti adalah sebenarnya kebanyakan orang yang datang kemari memiliki masalah dengan Ling Yi.
Hanya saja, karena Yang Mulia Kaisar Ling telah datang, masa para pejabat kecil ini tidak memanfaatkannya untuk mencari muka di hadapan Kaisar.
Oleh karena itu banyak sekali orang yang datang, jika Kaisar Ling tidak datang maka tidak akan ada yang memberikan kado atau kue.
Pada saat ini, Kediaman Lian Wang telah di penuhi dengan hadiah yang tidak tahu dari siapa saja, benar benar mengerikan bagaimana bentuk bentuk hadiah sangat besar.
Tidak tahu apa yang menjadi isinya nanti, pernikahan di adakan dan semua orang menyaksikan bagaimana mereka resmi menjadi suami istri yang sah di mata hukum dan di mata agama.
"Silakan Yang Mulia Kaisar Ling menjadi pembukaan untuk pemberian selamat ini. " Ucap pembawa acara.
Kaisar Ling pada akhirnya mengambil giliran yang pertama untuk memberikan hadiah dan doa kepada pasangan yang baru ini.
Semua orang sebenarnya ingin mengejek Ling Yi karena menikah dengan gadis buta tapi tidak ada yang berani untuk mengejek secara terus terang.
Jika ada yang berani untuk terus terang maka bisa dipastikan bagaimana nasib orang itu di masa depan.