
Su Qionglin sudah selesai di dandani oleh Zhuang Qingyi akhirnya pergi ke aula utama Kediaman Su, dimana semua orang sudah berkumpul.
Terdengar bahwa semuanya sedang tertawa tawa sampai akhirnya Su Qionglin datang dan area percakapan mereka terputut lalu berubah menjadi canggung.
"Maafkan aku karena terlambat, ada masalah sedikit tadi. " Ucap Su Qionglin.
"Ehm , ayo makan kalau begitu. " Ajak Su Bei.
Su Qionglin mengangguk dan membiarkan Su Bei dan Nyonya Su untuk mengambil makanan terlebih dahulu baru mereka yang lebih muda boleh untuk mengambil makanan.
"Qionglin, kamu harus makan lebih banyak udang. Ini adalah kualitas terbaik tahun ini, sangat segar dan baru saja dipanen. " Ucap Su Yun menjepit dua buah udang untuk diberikan kepada Su Qionglin.
"Terimakasih kak Yun. " Ucap Su Qionglin sambil tersenyum manis.
"Aku senang melihat kalian bertiga akur seperti ini, kalau kalau misalnya aku sudah tiada. Kalau misalnya aku pergi ke medan perang maka aku harus merepotkan kepada kalian semua untuk menjaga Qionglin. " Ucap Su Bei.
"Ayah, kakak Qionglin adalah kakak ku juga. Apakah perlu untuk mengatakan kata kata formal seperti itu ?" Tanya Su Lian dengan kesal.
"Lian ! Jaga nada bicara mu di hadapan Ayah !" Bentak Nyonya Su.
"Sudah, jangan terlalu keras padanya. Walaupun dia akan segera menjadi putri Mahkota, tapi yang penting sifat asalnya tidak berubah. Lian memiliki sifat yang jujur dan lugas serta ceria, itu bukan hal yang buruk. " Ucap Su Bei membela putri paling kecilnya.
"Tapi, itu akan menjadi hal yang buruk ketika kamu tinggal di dalam Istana. " Ucap Nyonya Su dengan kesal.
"Sudah, sudah, jangan bertengkar di meja makan. Ayo makan dan nikmati semua ini. " Ucap Su Yun menengahi dengan hati hati karena takut bahwa ini akan memancing kemarahan lebih besar.
Tapi, siapa yang menyangka bahwa semua orang akan tertawa terbahak bahak kecuali satu orang, Su Qionglin yang duduk paling sudut.
Dia tidak memahami apa yang dimaksud oleh semua orang ini dan orang orang tertawa bersama, sementara dia tidak, seolah olah yang aneh adalah dia.
Su Qionglin merasa bahwa dia tidak menyatu dengan keluarga ini, seolah olah dia sebatang kara disini.
Merasakan ini membuat Su Qionglin berpikiran berlebihan dan merasakan kecemasan menyerang dirinya.
Semuanya kembali makan seperti semula, Su Qionglin memakan udang yang diberikan oleh Su Yun. Memang, udang adalah makanan kesukaannya tapi makan terlalu banyak udang mampu membuatnya merasa alergi dan banyak tanda merah di tubuhnya.
Itu akan membuat kulitnya terasa terbakar dan pada saat itu , maka dia akan merasa bahwa kematian lebih baik dibandingkan kehidupan.
Dia pernah berada diposisi itu beberapa kali karena, dia adalah tipe orang yang masih akan makanan yang menurutnya menarik walaupun tahu bahwa dia akan menderita di masa depan.
Semua orang pasti akan menghindarinya tapi Su Qionglin tidak ingin menghindarinya, jadi dia tetap memakan udang dalam jumlah yang sedikit dan tidak menentu.
Tapi, dia harus menahan diri agar tidak ingin makan lebih banyak. Dia benar benar merasa sedih karena tidak bisa makan lebih banyak tapi tidak apa apa, demi kebaikannya sendiri.
Setelah selesai dan mereka saling mengobrol sedikit, Su Qionglin memberikan selamat kepada Su Yun dan Su Lian secara resmi atas gelar baru mereka.
"Ayah, apakah aku boleh pergi keluar ?" Tanya Su Qionglin.
"Tentu saja, apakah kamu ingin Ayah temani ?" Tanya Su Bei.
"Tidak perlu Ayah, ada seorang pelayan baru yang ingin menemaniku. Ayah, kamu harus perbanyak Istirahat sebelum akhirnya kembali lagi ke gerbang depan perbatasan yang dingin. " Ucap Su Qionglin dengan sedih.
"Tenang saja, memiliki putri yang pengertian seperti ini tentu saja membuat Ayah senang. Pergilah kalau begitu, jaga dirimu baik baik. " Ucap Su Bei.
"Apakah kamu yakin tidak perlu ditemani ?" Tanya Su Yun.
"Tidak perlu, kak. " Ucap Su Qionglin, lalu dia menundukkan kepalanya dan pamit dari sana lalu pergi.
Dia memutuskan untuk berjalan jalan dengan Zhuang Qingyi untuk melihat apakah wanita ini penipu atau benar benar putri dari keluarga Zhuang.
Zhuang Qingyi telah menunggunya di gerbang dan berjalan jalan, mereka benar benar berjalan jalan.
Zhuang Qingyi adalah orang yang lumayan peka dan memegang tangan Su Qionglin agar tidak menyasar.
"Apakah kamu tahu sesuatu tentang Jenderal Ling ? Aku ingin tahu lebih banyak. " Ucap Su Qionglin.
"Aku mendengar bahwa kamu kemarin diselamatkan oleh Jenderal Ling, lebih baik untuk memutus seluruh hubungan dengannya. " Ucap Zhuang Qingyi.
"Aku tahu, hanya saja kenapa ? " Tanya Su Qionglin dengan pura pura tidak tahu dan ingin bertanya pada Zhuang Qingyi bagaimana kesannya terhadap Ling Yi.
"Ehm, sulit untuk mengatakannya hanya saja dia benar benar orang yang tampan tapi sifatnya benar benar aneh. Ada yang mengatakan bahwa dia adalah orang yang terobsesi dengan penyiksaan, dia akan menyiksa musuhnya sampai mati sebelum akhirnya benar benar membunuhnya. Dia dijuluki sebagai Raja Neraka bukan tanpa sebab karena tidak ada yang bisa lolos dari jangkauan tangannya, dia memiliki seribu cara untuk membuat musuhnya memohon kematian di bawah kakinya, dia memiliki hati yang dingin dan dia suka melihat orang lain hancur. Bahkan jika Kaisar adalah kakaknya , Kaisar masih tidak berani untuk macam macam dengan orang seperti ini. " Ucap Zhuang Qingyi.
"Seburuk itu ?" Tanya Su Qionglin dengan merinding.
"Ya, seburuk itu. Dibandingkan kamu bersama dengan Jenderal Kejam seperti itu, lebih baik bersama dengan kakakku yang halus dan lembut. Dia pasti akan bisa merawatmu dengan baik. " Ucap Zhuang Qingyi dengan tulus.
"Tidak, tidak, aku tidak ingin menikah dengan siapapun. Aku hanya ingin tahu seperti apa orang yang menyelamatkan ku kemarin itu. Lalu, apakah Putri Ketujuh memiliki ketertarikan secara khusus pada Jenderal Ling ? Melihat bahwa dia sangat terobsesi untuk terlihat baik di depan Jenderal Ling. " Tanya Su Qionglin dengan penasaran.
"Ehm, ada rumor yang mengatakan bahwa memang seperti itu. Hanya saja tidak tahu apakah itu benar atau tidak, tapi aku menebak bahwa itu memang seperti itu. Karena mengingat bahwa Jenderal Ling sangat tampan, mungkin saja dia bersikap dengan baik kepada Putri Kaisar dan merebur hati Putri Ketujuh. Kamu tahu sendiri bahwa otak Putri Ketujuh ini agak..... " Zhuang Qingyi tidak melanjutkan kata katanya hanya tertawa dengan ringan, sementara Su Qionglin tidak menjawab apapun.