
Selama menjelang pernikahan, Su Qionglin makan dengan sangat sedikit sampai sampai badannya hanya menyisakan tulang.
Dia bahkan tidak bersinar lagi seperti sebelumnya, setiap malam, setiap memejamkan matanya, dia selalu ketakutan.
Dia selalu memimpikan Ling Yi yang membawa pedang untuk membunuh Keluarga Su, lalu juga ada Kaisar Ling yang ingin membunuh Keluarga Su.
Semua orang ingin membunuh Keluarga Su, membuat Su Qionglin bermimpi buruk setiap malam.
Besok adalah hari pernikahannya, tapi pengantin bahkan tidak memiliki sesuatu yang untuk dibanggakan.
Pakaian pernikahan belum disiapkan dan banyak hal lainnya, benar benar semuanya membingungkan.
Sebelum akhirnya ada orang yang membuka pintu kamarnya, Su Qionglin langsung bangkit berdiri dan menghadap ke arah pintu untuk melihat siapa yang begitu lancang untuk membuka pintu kamarnya tanpa mengetuk lagi.
"Aku mengingat bahwa aku menikahi Nona Kedua Su bukan tumpukan tulang. Walaupun kamu di masa depan hanya akan menjadi penghias tambahan, penghias seharusnya sadar diri dan memiliki tampilan yang menarik. Tapi tidak apa apa, selera setiap orang berbeda. " Ucap suara pria di pintunya, mendengar suara saja sudah membuat Su Qionglin tahu siapa yang berdiri di depan pintu.
Siapa lagi jika bukan Ling Yi, jika tidak maka tidak akan ada yang begitu berani untuk membuat kekacauan di kediaman Su dengan begitu terang terangan.
Memang mungkin Kediaman Su tidak memiliki taringnya lagi, tapi bukan berarti orang bisa menganggu dengan begitu terang terangan.
Kecuali, Ling Yi yang bisa mengacaukan tatanan Istana. Berbeda dengan kebanyakan orang yang takut pada Kaisar, Ling Yi benar benar hidup di dunianya sendiri dimana dia adalah penguasa yang sesungguhnya dan bisa mengendalikan semuanya di dalam genggamannya.
Semua orang tahu bahwa Ling Yi adalah orang yang semena kena dan kejam, bahkan orang buta seperti Su Qionglin juga mengetahuinya, jadi tidak heran bahwa dia berani untuk memasuki kamar Nona Su tanpa mengetuk lagi, bahkan tanpa pendampingan seolah olah tidak takut dengan kesalah pahaman yang bisa disebabkan.
"Lian Wang, kenapa kamu datang kemari ? Jika orang orang datang kemari maka akan membuat spekulasi aneh yang akan merugikan ku. " Ucap Su Qionglin dengan terus terang.
Jika ada orang yang datang dan melihat mereka berduaan disini maka orang yang akan menderita paling banyak kerugian adalah Su Qionglin.
Karena, orang orang tidak berani untuk menyinggung Ling Yi. Selalu dia yang akan menjadi sasaran kesalahan bagi orang orang.
"Nona Su menolak kehadiranku dengan begitu terus terang membuatku agak sedih, tapi tidak apa apa. Yang Mulia mengatakan bahwa aku harus agak lembut pada gadis yang baru ditinggalkan Ayahnya. " Ucap Ling Yi dengan tawa jahatnya.
"Lian Wang, di masa depan maka aku tidak akan menyerah. " Ucap Su Qionglin dengan pelan.
"Apa maksudmu ?" Tanya Ling Yi.
"Aku tidak akan menyerah dengan mudah, aku tidak ingin mati hanya di tanganmu. Aku ingin balas dendam. " Jawab Su Qionglin.
"Balas dendam ? Kepada siapa ? Kepadaku ?" Tanya Ling Yi dengan candaan sekaligus nada sinis.
"Tidak, kepada orang yang telah membunuh Ayahku. Kerajaan Wang harus membayar semua ini, aku pikir kamu harus tahu. Karena di masa depan aku akan hidup denganmu, tidak perduli apakah ini hasil paksaan Kaisar atau tidak. " Ucap Su Qionglin dengan polos.
"Baiklah, kamu memiliki tekad untuk menghancurkan Kerajaan yang bahkan tidak sanggup ditangani oleh Ayahmu itu. Lalu, apakah kamu seorang gadis buta bisa menanganinya ?" Tanya Ling Yi dengan kata kata yang menusuk.
"Aku akan mencoba. " Balas Su Qionglin dengan geram karena diremehkan.
"Aku sudah mengatakan bahwa aku tidak akan menyerah dengan mudah, aku dilahirkan dengan kekurangan maka selalu ada kelebihan bagiku. " Ucap Su Qionglin berusaha untuk menyakinkan dirinya sendiri.
"Jika kamu merasa bahwa dirimu memiliki kekurangan maka jangan membela diri dengan hal hal yang tidak masuk akal, hal yang paling nyata adalah kekuranganmu itu. " Kata kata Ling Yi menusuk tepat di hati Su Qionglin.
Tidak perduli seberapa banyak kelebihan yang dia miliki masih kalah besar dengan kekurangan yang dia miliki.
Betapa menyedihkannya.......
Tapi, mungkin apa yang di katakan oleh Ling Yi benar juga. Jika tidak maka kenapa semua orang mengasingkan nya ? Kenapa semua orang berusaha untuk menjatuhkannya ? Bukankah karena dia berbeda dengan orang lain ?
"Aku datang kemari untuk memastikan keadaanmu bahwa kamu tidak mencoba untuk bunuh diri, jika kamu berani maka akan ku pastikan bahwa Keluarga Su ini akan mengikutimu. Tapi, setelah mendengar kata kata heroik mu maka aku agak tersentuh dan yakin bahwa kamu tidak akan mati dengan begitu mudah. " Ejek Ling Yi sebelum akhirnya pergi dari sana dan pintu tertutup dengan kencang.
Su Qionglin menangis sejadi jadinya, merindukan Ayahnya yang akan memeluknya dengan penuh kasih sayang lalu memberikannya hadiah.
"Kenapa aku harus dilahirkan dengan kekurangan ini ? Selama 16 tahun aku hidup, aku berusaha untuk menerima kekurangan ini tapi kenapa orang lain tidak ingin menerimanya ? Apakah aku seburuk itu ?" Tanya Su Qionglin dengan lemah.
Dia meratap, entah kepada siapa. Kepada siapapun yang berbaik hati untuk mendengar ratapannya.
Keesokan harinya, Su Qionglin bangun pagi pagi sekali dan penata rias sangat sibuk untuk merias wajahnya yang benar benar putih pucat.
Berbeda dengan kebanyakan pengantin yang akan menikah, biasanya menunjukkan raut bahagia.
Su Qionglin tampak sangat sedih dan tidak menunjukkan kebahagiaan sedikitpun.
"Nona Kedua, kamu harus tersenyum. Bagaimanapun ini adalah hari bahagiamu. Jika kamu tidak tersenyum maka kami akan bingung bagaimana untuk merias wajahmu. " Ucap penata rias dengan sedih.
Su Qionglin memaksakan dirinya untuk tersenyum, kedua sudut bibirnya terangkat tapi tidak menyentuh mata.
Benar benar hanya kedua sudut bibir yang terangkat tanpa rasa antusias dan bahagia, tidak tahu apakah ini masih pantas untuk disebut sebagai senyuman.
Penata rias ini jatuh ke dalam rasa dilema, membuat riasan seperti ini benar benar membuat Su Qionglin merasa buruk.
Sekarang, dia harus menikah dengan orang yang dia benci, orang yang dia takuti, dan orang yang telah mengancamnya selama ini.
Apakah dia benar benar bernasib sangat buruk sampai sampai harus menikahi orang yang sangat dibenci olehnya ?
Penata rias memberikan banyak sekali pewarna pipi dan bibir agar memberikan warna pada kulit putih pucat Su Qionglin.
Lalu, menutupnya dengan kain merah yang indah, akan dibuka pada malam pernikahan antara kedua pengantin.
Pertama tama, mereka harus melaksanakan upacara terlebih dahulu yang dihadiri oleh banyak orang.