
"Kakak, darimana kamu berasal ? Kenapa aku tidak melihat dirimu sebelumnya ?" Tanya Su Lian ketika berada di kereta kuda.
"Ah, itu aku pergi ke toilet. Bagaimanapun, disana sangat ramai dan memancing kecemasan dalam diriku. " Ucap Su Qionglin.
"Ohh, aku tadi juga ingin ke toilet tapi tidak bisa karena dipaksa oleh Ibu untuk mengalami banyak sekali pejabat dan pemuda pemuda yang tidak menarik itu. " Su Lian menarik nafasnya dengan kesal.
"Tidak apa apa, ada banyak orang yang gembira dan ingin menyalami Calon Putri Mahkota. " Balas Su Qionglin berusaha untuk mengatakan hal yang baik dan menyemangati Su Lian.
Su Lian mengamati Su Qionglin dengan penuh perhatian sebelum akhirnya melihat bahwa ada yang aneh dengan gaun Su Qionglin.
"Kakak, apakah ada orang yang menindas dirimu ? Kenapa ada tanah di kakimu ?!" Tanya Su Lian dengan panik dan khawatir tapi Su Qionglin menahannya sambil menahan tawa.
"Tidak...... tidak ada yang menindas diriku. Aku hanya melihat bunga lily yang ditanami di sekitar kolam yang ada di belakang. Jadi, tanpa sadar ketika berjongkok aku kehilangan keseimbangan dan jatuh berlutut , dan ya inilah hasilnya. Aku sengaja tidak ingin memberi tahu karena aku merasa malu. " Jawab Su Qionglin berbohong dengan mulus.
Memang benar bahwa ada bunga lily yang ditanam di sekeliling kolam tempat sapu tangannya dijatuhkan oleh Ling Yi.
Dia tidak akan menceritakan masalah Ling Yi kepada siapapun, karena Su Qionglin tahu bahwa ini akan menjadi masalah besar.
Belum lagi, dia bisa saja dituduh sebagai seorang pembohong, sebagaimana Ling Yi telah menyelamatkannya sebelumnya, jika dia mengatakan hal ini kepada khalayak ramai maka orang orang belum tentu percaya padanya.
Justru akan berbalik kepadanya dan menuduhnya dengan kata kata yang menyakitkan untuk didengar.
Su Qionglin merasa ketakutan sendirian tanpa ada yang tahu, dimana dia merasa sendirian memeluk erat dirinya sendiri.
Apakah dia benar benar akan terjerat dengan Ling Yi seumur hidupnya seperti yang ada di dalam mimpinya ?
Su Qionglin tidak ingin memasuki neraka seperti itu, itu bukanlah masa depan yang baik, di depan itu hanya ada jalan berdarah yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Jika bisa, maka Su Qionglin hanya ingin menikah dengan seorang pria dari keluarga biasa yang bertanggung jawab dan rendah hati sehingga mampu membangun keluarga kecil.
Su Qionglin benar benar ketakutan sampai keringat dingin telah membasahi pakaiannya, pergi ke Istana untuk pertama kalinya telah menyebabkan kecemasan tak berdasar pada dirinya.
Su Qionglin mengobati luka lukanya sendiri yang berada di lutut, ada banyak luka goresan termasuk di tangannya tapi tidak besar dan juga tidak mengalirkan darah.
Su Qionglin duduk di atas kasurnya ketika sudah selesai, memikirkan semua yang terjadi hari ini membuat Su Qionglin kesulitan untuk tidur.
Dia merasa bahwa dirinya terlalu berat untuk bertemu dengan Ling Yi lagi di dalam mimpinya, jadi semalaman Su Qionglin tidak tidur sama sekali dan hanya menunggu dengan sabar.
Sampai akhirnya terdengar suara ayam berkokok yang menandakan bahwa pagi telah tiba, Su Qionglin merasa tidak bersemangat sebelum akhirnya merasa bahwa ada seseorang yang datang.
"Nona Kedua, Tuan mengajak semua orang untuk sarapan bersama dan telah menyiapkan gaun untuk Nona kedua. " Ucap pelayan itu sambil menunjukkan pakaian yang disiapkan oleh Su Bei.
"Nona, apakah kamu tidak tidur semalaman ? Matamu membengkak, aku akan membantumu merias diri. " Ucap pelayan itu.
"Tidak juga, aku hanya kurang nyenyak saja. "Balas Su Qionglin berbohong.
"Apakah kamu adalah seorang pelayan baru ? Aku tidak mengingat bahwa ada seorang pelayan yang sangat ramah sepertimu ?" Tanya Su Qionglin setelah beberapa saat.
" Ah ? Ramah sepertiku? Aku memang seorang pelayan baru Nona, baru saja masuk minggu lalu. Apakah selama ini pelayan pelayan tidak terlalu ramah kepada majikan mereka ?" Tanya pelayan baru itu dengan ingin tahu.
"Mereka ramah.... pada majikan mereka, tentunya bukan aku. " Jawab Su Qionglin dengan santai.
"Bagaimana bisa begitu ? Sebenarnya, aku juga merasa lelah bekerja disini setelah satu minggu, aku mungkin akan berhenti setelah bekerja dua minggu. " Ucap pelayan muda itu sambil menghela nafas.
"Kenapa seperti itu ? Bagaimana kamu ingin mencari uang selanjutnya ? Tapi, ada baiknya juga kamu berhenti karena lingkungan disini beracun. Ada banyak pelayan yang berbisa dan merusak orang lain, tidak baik untuk hidup dengan orang semacam ini. Ada baiknya kamu mencari lingkungan baru yang lebih sehat dan lebih nyaman bagi dirimu sendiri. " Ucap Su Qionglin dengan bijak.
"Sebenarnya, Nona kedua hanya kamu yang tahu rahasia ini, tolong jangan katakan pada yang lain. Aku sebenarnya adalah putri bangsawan yang sedang kabur dari rumah, Ayahku selalu mencariku kemana mana. " Ucap pelayan muda itu sambil terkikik.
"Putri bangsawan ? Siapa ?" Tanya Su Qionglin sambil mengerutkan dahi.
"Bangsawan Zhuang, Zhuang Qingyi. Ayahku adalah menteri peperangan Zhuang Lingsan. " Jawab gadis muda itu sambil tertawa ringan.
"Apakah kamu serius ? Apakah Nyonya Su mengetahui hal ini ketika dia memeriksa mu ?" Tanya Su Qionglin dengan aneh.
"Tidak , tentu saja tidak. Aku menggunakan identitas seorang pelayan yang ada di rumahku. Yang tahu keberadaanku hanyalah kakakku, Zhuang Zhiqi. Jika kamu tidak tahu maka dia adalah orang paling berbakat di muka bumi ini, di usianya yang baru menginjak 19 tahun, dia sudah menjadi sarjanawan dengan nilai terbaik dan mendapat gelar Zhuangyuan. " Ucap Zhuang Qingyi dengan bangga.
(Zhuangyuan diberikan kepada orang dengan nilai mata pelajaran yang sempurna seluruhnya. )
"Selain itu, dia mendapatkan gelar sebagai pelaku debat terbaik di Kekaisaran Ling ini. Selain ini, juga ada permainan catur yang dimenangkan olehnya. Dia benar benar sempurna, apakah Nona tidak tertarik dengan kakakku ini ?" Tanya Zhuang Qingyi.
"Tidak, aku belum bertemu dengannya bagaimana aku bisa tertarik ? Bukankah aneh jika tertarik hanya dengan mendengar deskripsi orang lain ?" Tanya Su Qionglin dengan jujur.
"Benar juga, mari mencari waktu untuk bertemu dengan kakakku. Dia adalah orang yang baik dan jujur, hanya saja terkadang sedikit licik. Aku sedang mencarikan kakakku seorang wanita agar dia tidak membawa harimau betina secara tidak sengaja untuk menindas ku di rumah. " Jawab Zhuang Qingyi.
"Kalau begitu, apakah Ayah dan Ibumu tahu akan semua tindakanmu ini ?" Tanya Su Qionglin dengan diliputi oleh rasa curiga yang mendalam.
"Tidak juga, mereka hanya tahu bahwa aku kabur karena takut dipukuli. Terakhir, aku membuat rumor bahwa kakakku adalah seorang potong lengan yang membuat Ayah dan Ibuku menjadi panik karena takut bahwa reputasi mereka akan tercoreng, mereka mulai menjodohkannya dengan banyak wanita. " Tawa Zhuang Qingyi tidak bisa ditahan ketika menceritakan ini.
(Potong lengan artinya gay. )