The Blind Maiden

The Blind Maiden
50. Sakit



Su Qionglin diantar oleh seorang datang Istana untuk masuk ke dalam Menara Qi yang dingin dan penuh dengan aura kesepian.


Pintu diketuk dan lalu terbuka, tercium harum bunga mawar yang lembut menusuk indera penciuman nya.


"Siapa Nona cantik ini ?" Tanya suara itu dengan lembut.


Bahkan, dengan suaranya, Su Qionglin dapat mengetahui rupa orang ini, tampaknya adalah orang yang penuh kasih dan penyayang.


Tidak heran bahwa Ling Yi mencintainya begitu besar bahkan rela untuk masuk ke dalam jebakan yang dibuat oleh Kaisar .


Su Qionglin sangat iri padanya. Di kehidupan ini, akankah ada orang yang sangat melindunginya seperti itu ? Akankah ada orang yang memperjuangkannya dengan seluruh yang mereka miliki ? Takutnya tidak akan ada yang membuat pengorbanan sia sia untuk gadis buta sepertinya.


"Perkenalkan , aku adalah Su Qionglin, Nona Kedua Su. " Ucap Su Qionglin memperkenalkan diri, alih alih mengatakan bahwa dia adalah istri Ling Yi.


"Kaisar meminta Nyonya Su untuk tinggal di dalam Menara Qi malam ini karena tragedi yang menimpa dirinya. " Ucap dayang itu.


"Kalau begitu, maka masuklah dulu." Ucap Yue Jinmi.


Dayang itu pamit pergi dan Fang Huo berjaga di depan pintu, pintu di tutup dan Su Qionglin berada di belakang Yue Jinmi.


"Apa yang menimpa Nyonya Su sampai sampai terluka begitu parah ?" Tanya Yue Jinmi.


"Selir Jiu, aku akan berterus terang padamu. Aku ingin bertemu dengan Jenderal Ling. " Ucap Su Qionglin.


Yue Jinmi membeku kala mendengarkan kata kata Su Qionglin.


"Bagaimana mungkin ? Ha ha ha, Nyonya Su benar benar tahu bagaimana cara bercanda. Seorang selir Istana dengan Jenderal malam malam di kediaman, takutnya akan menyebabkan kecurigaan. " Ucap Yue Jinmi.


"Qionglin, untuk apa kamu berada disini ? Apakah kamu berusaha untuk menggagalkan rencanaku ?" Tanya Ling Yi dengan dingin dari belakangnya, sebuah bilah tajam terasa di lehernya.


Ini menunjukkan bahwa Ling Yi lebih memilih membunuhnya dibandingkan kehilangan kesempatan untuk melepaskan Yue Jinmi.


Su Qionglin tertawa ringan, tapi itu adalah tawa putus asa yang membuat orang yang mendengarnya bisa merasakan rasa sakit dalam tawanya.


"Jenderal Ling bertingkah laku seperti ini membuatku salah tingkah, lagipula apa yang bisa dilakukan oleh seorang gadis buta sepertiku ?" Tanya Su Qionglin dengan ringan.


"Apakah kamu berharap bahwa aku akan menahanmu dan membatalkan rencanamu ? Tapi, pernahkah kamu berpikir, apakah kamu layak untuk itu ?" Tanya Su Qionglin dengan nada dingin dan menusuk.


Su Qionglin merasakan sakit yang teramat besar pada dirinya, kenapa dia harus merasakan ini semua.


Seandainya dia belum tidur dengan Ling Yi maka dia tidak akan sesakit ini, seandainya dia tidak menyalah artikan tindakan Ling Yi maka dia tidak akan sesakit ini.


Seandainya Ayahnya tidak meninggal, maka dia tidak akan tinggal dengan Ling Yi. Jika waktu bisa di putar, maka dia akan mematahkan kakinya sendiri agar menahan Ayahnya pergi ke medan perang.


Pada akhirnya, patah kaki lebih baik daripada hidup seperti ini, lagipula dia memang sudah kekurangan sejak lahir.


"Aku pikir, ada yang salah dengan otakku, ternyata memang salah. Sejak awal, aku seharusnya tidak pernah berharap bahwa ada orang yang mencintaiku. Dengan kondisiku saat ini, pastilah akan membuat orang lain merasa jijik. Membayangkan betapa jijiknya Jenderal Ling selama empat hari ini, pasti sangat menyiksa, mohon maafkan aku karena telah membuat Jenderal Ling begitu terganggu. " Ucap Su Qionglin dengan nada yang agak gemetar, tapi tekadnya keras dan kuat.


...----------------...


Besok up double dan lebih panjang, yuk tunggu terus kelanjutan Qionglin dan Ling Yi.