The Blind Maiden

The Blind Maiden
41. Latihan II



"Kalau begitu, maka ayo mulai sekarang. Semakin cepat maka semakin baik, bukan ?" Tanya Ling Yi dengan semangat.


Entah kenapa, Su Qionglin merasa menyesal karena hal ini dan dia perlahan lahan menyesali keputusannya yang berani untuk datang ke kediaman Ling Yi dan meminta guru.


Sebenarnya, alasan Ling Yi untuk mengajarnya ini adalah sesuatu yang bahkan tidak berani di mimpikan nya ketika dia tidur.


Dia benar benar tidak bisa membayangkan bahwa Ling Yi akan dengan senang hati dan semangat seperti itu untuk mengajar dirinya.


"Wangye baru saja kembali dari luar, takutnya sedang dalam keadaan kelelahan. Ada baiknya untuk Wangye untuk beristirahat terlebih dahulu." Ucap Su Qionglin.


"Kenapa aku merasa bahwa kamu mencoba untuk menghindari diriku ? Jangan bilang bahwa kamu tidak ingin diajar olehku ?" Tanya Ling Yi.


"Tidak, hamba ini tidak berani. Bagaimanapun, ketika aku akan diajari oleh ahli pedang nomor satu di Dinasti Yuan yang ditakuti oleh semua orang, bagaimana mungkin aku menolak dan menyia nyiakan kesempatan ini ?" Tanya Su Qionglin dengan buru buru.


Dia terlalu takut bahwa jika dia salah berbicara sedikit saja maka orang ini akan terpancing emosi lalu marah dan mencekiknya lagi.


Dia benar benar trauma dengan tindakan Ling Yi selama ini, Ling Yi berdiri dan menuntun tangan Su Qionglin ke luar.


Lalu ketika berada di luar, Ling Yi dengan mudah menarik pedang yang ada di tingkat milik Su Qionglin.


"Kalian semua bisa keluar dari sini. " Ucap Ling Yi.


Ling Yi pada saat ini sedang dalam keadaan hati yang baik, melihat gadis buta yang penuh tekad ini membuat Ling Yi akan tersentuh.


Apa yang salah untuk mengajarinya sedikit agar bisa membalaskan dendamnya pada Kerajaan Wang.


Tapi, tentu saja pembalasan dendam itu tidak akan berhasil hanya dengan dirinya sendiri. Bagaimana mungkin Jenderal Su yang hebat saja meninggal karena Kerajaan Wang dan ini putrinya ingin melawan Kerajaan Wang sendiri dalam kondisi buta.


Menurut Ling Yi, ini sama saja dengan membunuh ikan dengan tepukan lembut, bagaimana mungkin itu akan berhasil ?


Tapi, Ling Yi sengaja melakukannya. Jika Su Qionglin percaya diri dengan kekuatannya maka dia pasti akan pergi ke Kerajaan Wang untuk membuat masalah.


Pada saat itu maka Kerajaan Wang akan membunuhnya dan Ling Yi akan bebas untuk menikahi orang yang dia inginkan.


Sayang sekali bahwa Su Qionglin tidak bisa membaca pikiran orang lain sehingga dia tidak tahu dengan pikiran Ling Yi yang menginginkN di mati lebih cepat.


Jika Su Qionglin tahu maka mungkin dia akan benar benar mati dalam waktu dekat karena terlalu tertekan.


Bahkan jika pernikahan mereka terpaksa, apakah perlu bagi mereka untuk saling membenci satu sama lain ? Mereka tidak saling bersalah satu sama lain.


Ling Yi memegang tubuh Su Qionglin dari belakang dan mengajarinya bermain pedang dengan hati hati, sesuai dengan arah hembusan angin yang lembut.


Rambutnya berkibar dengan halus, jantung Su Qionglin berdetak dengan sangat cepat ketika merasa bahwa Ling Yi memeluknya dari belakang.


Tapi, apa yang bisa dilakukan olehnya ? Tidak mungkin dia menolak hal ini, jika dia membuat Ling Yi tidak senang disini maka bisa bisa kepalanya yang terlepas.


Secara, Ling Yi pada saat ini sedang memegang pedang, mungkin saja Ling Yi mengalami ketidak sabaran mental.


"Wangye, kenapa cara ini berbeda dengan yang di ajarkan oleh Ayahku ?" Tanya Su Qionglin dengan lembut.


"Setiap orang memiliki perbedaan gaya dan juga perbedaan cara menyerang, Jenderal Su kebanyakan gerakanya adalah perlindungan. Tentu saja lebih banyak diam dan menekan pada kekuatan, tapi aku berbeda. Aku adalah tipe orang yang agresif sehingga aku menciptakan sebuah serangan yang aku desain sesuai dengan kepribadianku, ini juga disebut dengan Tarian Raja Neraka. " Jawab Ling Yi dengan tenang.


Su Qionglin ingat seluruhnya hanya dalam sekali ajaran, hanya saja dia sengaja tidak mengatakannya pada Ling Yi sehingga Ling Yi mengajarinya selama 3 kali.


Setelah tiga kali, Su Qionglin benar benar sudah hafal dengan pola serangan dan gaya serangan, semuanya terasa familiar.


Su Qionglin pada akhirnya menyadari bahwa ini benar benar layak untuk disebut sebagai Tarian Raja Neraka. Teknik bela diri ini sangat agresif, tapi tidak kasar.


Ini memiliki keanggunan tersendiri, seperti orang yang menciptakannya, Su Qionglin mencobanya dan pada akhirnya dia berhasil melakukannya.


Dalam sekali pandangan, Ling Yi langsung tahu bahwa Su Qionglin adalah sebuah bakat yang luar biasa.


Tarian Raja Neraka ini adalah salah satu teknik pedang yang paling baik di Dinasti Yuan ini , benar benar terhormat bagi murid yang dapat melatih teknik tinju ini dengan mudah.


Su Qionglin mempraktekkannya dengan sedikit kurang tekukan maka Ling Yi akan memprotes lagi, setiap protesan diberikan oleh Ling Yi kepada Su Qionglin.


Seolah olah, apa saja yang dilakukan olehnya adalah hal yang salah dan berdosa. Hal ini membuat Su Qionglin sendiri bingung dengan keadaan mereka. Bagaimana dia seharusnya menanggapi situasi yang canggung ini ?


"Lumayan, kamu mulai bisa mempraktekkannya dalam 20 persen. Besok di waktu yang sama, aku ingin kamu datang lagi dan aku akan mengajar mu lagi, kebetulan belakangan ini aku tidak memiliki tugas. " Ucap Ling Yi dengan tenang.


Su Qionglin sudah sangat kelelahan dan diberikan minum. oleh pelayannya dengan hati hati, Ling Yi tampak sangat memperhatikan setiap gerakan Su Qionglin.


Bukankah perhatian adalah salah satu bentuk kekhawatiran ? Secara tidak langsung, Ling Yi menunjukkan keperdulian nya kepada Su Qionglin.


Hanya saja, tidak akan ada yang berani untuk menebak bahwa keperdulian itu di tunjukkan dengan cara yang sangat ekstrem.


"Baik, Wangye. Kalau begitu maka aku akan datang lagi esok hari, terima kasih banyak karena telah mengajarku dengan baik. " Ucap Su Qionglin sambil menundukkan kepalanya dalam dalam.


"Aku mendengar bahwa kamu akan membalas dendam, hanya saja aku penasaran bahwa kamu akan berhasil atau tidak. Oleh karena itu maka aku pikir kembali dan kamu sudah menjadi Wangfei kediaman ku, jika kamu kalah maka aku sebagai suami akan dipermalukan. Kamu harus lebih banyak masuk istana dan berlatih tanding dengan prajurit. Dengan begitu baru bisa mendapatkan pengalaman baru. " Ucap Ling Yi panjang lebar.


"Terima kasih banyak atas perhatian dari Wangye, Qionglin akan mencoba untuk mempraktekkannya di masa depan. " Balas Su Qionglin dengan sangat sopan.


"Oh ya, dimasa depan jika ada yang menindas mu maka kamu harus menarik pedang ini. " Bisik Ling Yi menempel di telinganya.