
Tidak baik untuk mengingkari janji yang telah dibuat kepada orang lain, maka dari itu dia mengatakan bahwa dirinya hanya jalan jalan dan menghirup udara segar kepada Su Yun.
"Bagus, akan sangat bagus jika kamu tidak selamanya menetap dirumah dan berjalan jalan untuk menghirup udara segar dan makan makanan enak. Aku akan menemanimu selalu. " Ucap Su Yun dengan nada yang agak aneh seolah olah menunjukkan bahwa Su Qionglin adalah miliknya.
"Kakak Yun, kamu sekarang adalah Jenderal muda Su yang harus melatih pasukan, walaupun hanya pasukan kecil tapi semuanya adalah langkah awal yang bertahap. Kamu harus menunjukkan kerja kerasmu agar di promosikan oleh Yang Mulia lagi. Dengan begitu, barulah bisa membanggakan kediaman Su kita. " Ucap Su Qionglin menolak dengan halus.
Tapi, apa yang dikatakan oleh Su Qionglin tidak murni penolakan melainkan setengah kejujuran juga, sebagaimana memang dengan status baru Su Yun maka dia harus menunjukkan kerja kerasnya lebih dari orang lain, di karenakan itu akan menjadi kesan pertama dan tontonan bagi bangsawan bangsawan lain.
Jika Su Yun menunjukkan sedikit saja celah maka itu akan digunakan sebagai alat oleh orang lain untuk menyerang dirinya dan menjatuhkan dirinya dari posisinya.
Salah satu orang yang pasti akan menyerang adalah kubu Bangsawan Ying, yang merupakan Ayah Ying Lin, Ying Huo.
Orang yang selalu memandang kediaman Jenderal Su sebagai titik malu Kekaisaran Ling dan menganggap dirinya sendiri sebagai kebanggaan Kekaisaran.
Ying Huo selalu bertindak arogan karena merasa bahwa dirinya adalah keturunan Kekaisaran murni dan memiliki darah Kekaisaran Ling yang murni di dalam dirinya sehingga dia lebih tinggi daripada yang lain.
Hanya saja, satu hal yang tidak pernah mampu dipahami oleh otak sempit Ying Huo adalah bahwa tanpa pasukan dan prajurit yang dia anggap rendah ini, dia tidak akan hidup dengan makmur seperti sekarang.
Bahkan, Kaisar juga tidak terlalu senang dengan Ying Huo ini hanya saja juga tidak bbkisa menyingkirkannya.
Jadi, tidak banyak orang yang mau berurusan dengan Ying Huo, Kediaman Su juga tidak akan terlalu berani jika Ying Huo sudah menarik Selir Ying yang merupakan ibu Putri Ketujuh.
Sulit untuk menjelaskan silsilah Kekaisaran, yang pasti ketika kakek dari Kaisar Ling saat ini memiliki adik.
Itu adalah Nenek dari Ying Huo , oleh karena itu adik Ying Huo dapat menikah dengan Kaisar Ling saat ini dan memiliki putri, yaitu Putri Ketujuh yang sama tidak bermoral nya dengan pamannya dan sepupunya.
Sekeluarga itu tidak ada yang benar dan sepanjang hari hanya datang untuk mengejek prajurit yang dikatakan tidak tahu malu dan meminta imbalan, padahal seharusnya mereka merasa terhormat karena mampu membela Kekaisaran ini.
Ying Huo benar benar memandang orang lain dengan remeh, tapi tidak ada yang ingin berurusan dengan orang gila ini kecuali Ling Yi.
Ling Yi adalah seorang Jenderal, kata kata dari Ying Huo dan keluarganya juga menyinggung Ling Yi, tentu saja Ying Huo tidak berani untuk menyinggung Ling Yi.
Ling Yi muncul sebagai Zhuangyuan termuda dengan nilai yang sempurna, memiliki bakat peperangan yang sangat baik dan memiliki banyak bakat terpendam lainnya. Ying Huo akan menjaga lidahnya baik baik di depan Ling Yi karena takut bahwa lidahnya akan dipotong tanpa ampun oleh orang gila seperti Ling Yi.
Su Yun memandang ke arah wajah Su Qionglin yang dapat di katakan sebagai wajah yang sempurna ini.
Di Kekaisaran Ling ini, siapa yang mampu untuk menikahinya ? Dengan kecantikan bak Dewi dari langit ini, pria manakah yang pantas untuknya ?
Su Yun bertekad untuk itu, oleh karena itu maka dia harus bekerja keras dan mendapatkan lebih banyak kekuatan.
Su Lian sudah agak menenangkan, mengingat bahwa dia sudah terlihat perjodohan dengan Putra Mahkota, hanya tinggal Su Qionglin yang masih belum diputuskan.
"Kakak, apakah ada yang salah dengan kata kataku ? Kenapa kamu tidak membalas kata kataku lagi ?" Tanya Su Qionglin menyadarkan Su Yun dari dalam lamunan.
"Ah , tidak. Aku memikirkan apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan kontribusi dari Kaisar, aku sepertinya harus memerangi bandit bandit terlebih dahulu yang menyerang Desa desa dan mendapat kepercayaan mereka, sebagaimana Ayah dipercayai oleh semua orang untuk menjaga Kekaisaran Ling. " Ucap Su Yun.
"Baguslah kalau seperti itu, aku yakin bahwa rencana ini akan berhasil. Kakak Yun adalah orang yang pandai dan berbakat, semua orang pasti akan mendukungmu. Semangat untuk ini, Kakak Yun !" Seru Su Qionglin sambil mengangkat kepalan tangannya dan tersenyum manis.
Su Yun terpesona dengan senyuman manis ini dan untuk sejenak dia terdiam dan membeku menonton ini.
Su Qionglin tidak menyadari hal ini dan berjalan ke kediamannya, lalu Zhuang Qingyi berjalan ke arahnya lalu berbisik.
"Tampaknya, Tuan muda Su tertarik denganmu Nona Su ?" Tanya Zhuang Qingyi dengan penilaiannya yang tajam terhadap perasaan orang lain.
Sementara Su Qionglin sendiri adalah orang yang polos dan mudah untuk ditipu, dia tentu saja tidak percaya dengan masalah masalah seperti ini. Apalagi jika mengatakan bahwa Su Yun menyukainya, bukankah itu tidak masuk akal ?
"Nona Zhuang, kadang kadang sebelum berbicara maka kamu harus melihat situasi terlebih dahulu. Walaupun kami berbeda ibu tapi kami satu Ayah, mustahil baginya untuk menyukaiku. Paling paling yang kamu lihat hanyalah kasih sayang antar saudara dan penyesalan, tidak mungkin lebih dari itu. " Tegas Su Qionglin.
"Nona Su, bagaimana mungkin aku tidak tahu bagaimana cara untuk membedakan rasa cinta dan rasa kasih sayang antar keluarga ? Aku tidak sebodoh itu, walaupun aku ini adalah anak yang pembangkang tapi aku tidak sebodoh itu sampai sampai tidak bisa membedakannya. " Keluh Zhuang Qingyi.
"Pokoknya, aku tidak ingin kamu membahas hal ini pagi, Nona Zhuang. " Peringat Su Qionglin dengan tegas dan meninggalkan Zhuang Qingyi di depan untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai Pelayan di kediaman Su.
Su Qionglin memikirkan perkataan Zhuang Qingyi yang tidak masuk akal, mereka adalah saudara, tidak mungkin hal ini terjadi, tanpa disadari waktu berlalu.
Keesokan harinya, Su Qionglin pagi pagi sekali telah dibangunkan oleh Zhuang Qingyi yang mengetuk pintunya dengan semangat.
"Nona Kedua, ayo berdandan dan mengenakan pakaian bagus, ada tamu yang akan datang. " Ucap Zhuang Qingyi dengan semangat.
"Siapa yang datang ? Apakah tamu Ayah ? Bukankah aku tidak perlu datang ?" Tanya Su Qionglin dengan malas.
"Tidak boleh, ini adalah suami masa depanmu. " Jawab Zhuang Qingyi yang mengejutkan Su Qionglin.