The Blind Maiden

The Blind Maiden
59. Dampak Pengobatan



"Kami setuju untuk melakukan ini walaupun kami harus kehilangan kekuatan, kami tidak bisa kehilangan seseorang lagi. Kami sudah terlalu lama merindukan Ru Ling, jika dia meninggal pada saat ini dan meninggalkan seorang putri maka kita harus menjaganya dengan baik. " Ucap Dewi Gunung Yi.


"Tapi, bibi maka kita harus mempertimbangkan banyak hal. Paman dan Bibi harus mengingat bahwa Paman dan Bibi bertugas untuk menjaga Iblis Yin, jika Paman dan Bibi kehilangan kekuatan maka takutnya pengikut Iblis akan datang kemari dan membuat keributan, pada saat itu maka aku takut..... " Yi Lian tidak mengatakan apa apa lagi dan dia yakin bahwa Dewi Gunung Yi dan Dewa Api Xian Shen tahu apa yang dimaksud olehnya.


Memang ini adalah pilihan yang sulit, hanya saja memang ini benar benar harus dipikirkan dengan baik.


"Tidak apa apa, jika begitu maka sudah saatnya yang lama digantikan oleh yang baru. Dunia ini terus menerus berputar, kita tidak bisa menetap di dunia yang sama secara terus menerus, kita harus bisa mengubah diri kita dan menyesuaikan diri kita. Aku dan Xian Sheng sudah berjaga untuk ratusan tahun, sudah saatnya untuk digantikan oleh generasi muda yang lebih baru. " Ucap Dewi Gunung Yi.


"Kalau begitu maka aku akan menghormati pilihan Bibi, ada baiknya untuk menghubungi Fu Lian , untuk kembali dan berjaga jaga disini. Jika tidak maka mungkin akan terjadi masalah besar disini. " Ucap Yi Lian.


Xian Sheng bersiul dan seekor elang datang untuk mendekatinya, lalu Xian Sheng menuliskan surat untuk putri keduanya.


"Antar ini untuk Fu Lian. " Ucap Xian Sheng sambil mengelus kepala elang miliknya.


Elang itu memberikan persetujuannya sebelum akhirnya pergi dari sana dan langsung menghilang karena kekuatannya yang tinggi.


Jika menggunakan merpati maka akan membutuhkan berbulan bulan untuk mencari Xian Fu Lian.


Tapi, dengan elang ini paling lama 3 minggu stau 4 minggu, pada saat itu maka suratnya pasti sudah akan diterima oleh Xian Fu Lian.


Hari demi hari, Su Qionglin mengikuti ritual sebelum akhirnya ini adalah hari terakhir dimana dia ini sudah mencapai hari ketujuh.


Pandangannya menjadi lebih jelas dan dia mampu melihat semua orang yang ada di sekitarnya dengan jelas.


"Bertahanlah, yang terakhir ini agak sakit. Kamu mungkin tidak akan bisa tahan. " Ucap Dewi Gunung Yi.


"Tidak apa apa, aku bisa menahan rasa sakit. " Balas Su Qionglin.


Pada akhirnya, ketika Qi di alirkan ke tubuhnya, itu terasa seperti aliran listrik yang mengalir ke seluruh pembuluh darahnya.


10 menit pertama, Su Qionglin tidak menunjukkan keberatan apapun.


30 menit kemudian, keringat mengalir deras ke dahinya dan dia benar benar merasa sakit pada saat ini.


1 jam kemudian, dia benar benar tidak bisa menahan erangan kecil dan seluruh punggungnya telah basah oleh keringat.


3 jam kemudian, ini adalah tahap terakhir dan kekuatan di dorong masuk ke dalam dirinya secara paksa.


Su Qionglin terhenyak dan berteriak dengan keras, dimana matanya berubah menjadi merah untuk sejenak sebelum akhirnya dia bisa melihat dengan jelas dan seutuhnya.


"Aku berhasil ! Aku tidak buta lagi ! Aku sudah bisa melihat pada saat ini !" Seru Su Qionglin dengan semangat yang membara.


Tapi, tiba tiba dia melihat bahwa Dewi Gunung Yi agak redup sebelum akhirnya jatuh. Su Qionglin menangkapnya tepat waktu sebelum akhirnya Dewa Api Xian Sheng juga tumbang.


Xian Sheng ditangkap oleh Yi Lian yang sudah lelah juga sebenarnya tapi mereka harus mendahulukan kedua orang yang memiliki kondisi paling parah ini.


"Kenapa mereka berdua menjadi seperti ini ? Apa yang terjadi pada mereka ? Apakah Bibi bisa mengobati kakek dan nenek ?" Tanya Su Qionglin dengan panik.


"Tidak bisa, ini adalah pilihan mereka. Mereka memilih untuk mengorbankan hasil kultivasi mereka untuk mengganti matamu, hanya saja mereka mungkin mengalami serangan balik yang menyakitkan sehingga mereka menjadi tidak sadar. " Ucap Yi Lian menjelaskan.


Mendengarkan kata kata ini membuat Su Qionglin terdiam, dia benar benar merasa bersalah pada saat ini.


Dia mengingat bahwa nada Dewi Gunung Yi akan selalu sedih jika membahas kalau mereka akan berjalan bersama mengelilingi dunia bersama sebagai keluarga.


Tapi, pada akhirnya jika seperti ini maka mungkin tidak bisa. Dewi Gunung Yi dan Dewa Api Xian Sheng telah hidup lebih dari 100 tahun dan sudah melewati usia orang normal, jika merupakan orang abadi maka itu akan baik baik saja.


Tapi jika sudah berubah menjadi mahluk fana lagi maka usia mereka tidak akan panjang, Su Qionglin duduk di sana dan termenung.


"Ternyata aku memang pembawa sial, aku baru datang kemari dan membuat kakek dan nenekku menderita seperti ini. Bibi , bagaimana caraku untuk memperpanjang hidup mereka ?" Tanya Su Qionglin.


"Tidak ada cara, ini adalah cara tanpa jalan berputar. Aku sudah memastikan berulang kali dan mereka terus menerus menjawab tanpa keraguan maka itu tidak bisa di anggap sebagai kecelakaan lagi melainkan mereka berdua benar benar serius untuk membantumu.. Jangan salahkan dirimu sendiri, kamu kan tidak tahu masalah ini. " Ucap Yi Lian.


Su Qionglin menghela nafas dan masih merasa bahwa ini adalah salahnya , jika tidak maka kedua Dewa Dewi abadi ini tidak akan hidup dengan begitu sederhana.


Yi Lian kembali ke kediamannya dan hanya menyisakan mereka bertiga di Istana besar ini, Su Qionglin melihat wajah nenek dan kakeknya.


Setelah dilihat lihat dengan perhatian khusus, barulah Su Qionglin bisa menemukan kemiripan antara wajah Xian Ru Ling dengan sepasang suami istri ini.


Ini benar benar seperti orang yang berasal dari cetakan yang sama, Su Qionglin benar benar terkejut karena mereka bertiga benar benar mirip sekali.


Su Qionglin tidak tahu dengan putri yang satu lagi ,Xian Fu Lian apakah mirip dengan Xian Sheng atau mirip dengan Gunung Dewa Yi.


"Aku pasti tidak akan membiarkan kalian berdua mati dengan cepat, bagaimanapun kalian adalah keluargaku. Tanpa kalian maka aku tidak akan bisa melakukan apa apa. Jujur saja, aku lebih senang menjadi orang buta dibandingkan harus membayar semahal ini, karena aku tidak memiliki hal yang berharga seperti ini."


"Kali ini aku sudah mendapatkan hal yang sangat berharga menurutku, oleh karena itu maka aku akan sangat menjaganya sebagaimana orang orang menjaga barang yang telah menjadi milik mereka. Aku tidak ingin menyerah dengan kalian." Ucap Su Qionglin dengan tekad yang kuat.


Dia benar benar berharap bahwa kakek dan neneknya berada dalam keadaan sehat dan penuh dengan umur panjang.