
Su Qionglin kehilangan keseimbangannya dan jatuh ke dalam sungai, dia mengepalkan tangannya untuk meminimalisir rasa sakit.
Tapi, rasa sakit itu tidak kunjung dia rasakan , sebelum akhirnya dia menyadari bahwa dia mendarat di pelukan seseorang.
Dia bisa merasakan bahwa tangan ini menahan tubuhnya, tangan yang sangat kokoh mencengkram bahunya.
Tubuh yang dingin dan keras ini tidak tampak seperti tubuh manusia, bahkan tubuh Ayahnya tidak sedingin ini.
Harum yang aneh menerpa indera penciumannya dan tubuhnya langsung gemetaran karena takut setelah itu.
Ini adalah pria itu !
Pria yang ada dimimpi buruknya setiap malam, dengan harum pepohonan dan bau amis darah yang pekat.
Tubuh Su Qionglin gemetar dengan ketakutan sebagai reaksi alaminya yang memang pada dasarnya terlalu takut pada pria ini.
"Lian Wang !" Ucap Su Lian sambil menundukkan kepalanya dalam dalam, terdengar nada hormat dan hati hati dalam suara Su Lian.
Su Qionglin ingin melepaskan diri tapi tangan yang mencengkram bahunya tidak mengendur sedikitpun.
"Paman ! Kamu datang sangat awal, aku seharusnya datang dan mengajakmu berjalan jalan. " Ucap Putri Ketujuh dengan nada manja dan berjalan ke sisi pria yang disebut dengan Lian Wang ini.
Tapi, dengan tenang pria ini menepis Putri Ketujuh seolah olah tidak ada nilainya.
"Putri Ketujuh sebaiknya menjaga sikap di hadapan orang lain. Jika tidak , bukankah semua perjuanganku di medan perang akan menjadi sia sia ?" Tanya Lian Wang.
"Lian Wang, ini adalah kakakku, putri tertua dari Jenderal Su. Terima kasih karena telah menyelamatkannya, aku Su Lian berhutang padamu. " Ucap Su Lian dengan sopan dan ingin membawa Su Qionglin tapi Lian Wang ini tidak melepaskannya sedikitpun.
"Aku baru saja melihat bahwa sepertinya, ada pertunjukkan menarik. Putri Ketujuh, apakah ini sikapmu pada tamu ?" Tanya Lian Wang.
"Paman, ini semua hanya kesalah pahaman. Wanita murahan ini melakukan hal hina dan menampar Ying Lin, dia harus diberi pembelajaran !" Seru Putri Ketujuh.
"Ini adalah perjamuan untuk menyambut diriku dan Jenderal Su kembali dari medan perang dan kamu mengatakan bahwa kami seharusnya merasa bangga untuk mempertaruhkan nyawa untuk Kekaisaran ini tanpa meminta balasan ?" Tanya Lian Wang.
"Paman, paman, ini semua hanya salah paham. Bukan begitu maksudku, ini benar benar kesalah pahaman. Tolong jangan salah paham dengan hal ini, Paman. " Jawab Putri Ketujuh dengan panik.
"Kamu seharusnya menjelaskan ini pada Ayahmu nanti. " Ucap Lian Wang lalu melepaskan Su Qionglin yang membuat Su A Qionglin hampir tersungkur.
Untung saja ditolong oleh Su Lian, Su Lian memeluk tubuh Su Qionglin yang masih gemetar.
"Kakak, kakak ? Apakah kamu mendengarku ?" Tanya Su Lian dengan panik.
"Aku tidak apa apa.... sungguh, tidak apa apa. " Gumam Su Qionglin.
Putri Ketujuh juga tidak berani untuk membuat ulah lagi setelah mendapatkan teguran keras dari Pamannya.
(Lian Wang adalah gelar yang diberikan oleh Kaisar terhadap bangsawannya dan satu kata seperti Lian ini menunjukkan statusnya lebih tinggi dibandingkan orang dengan dua kata seperti Bei Yan Wang. )
"Itu adalah Adik dari Kaisar, Jenderal Ling, Dia juga disebut sebagai Raja Neraka, dia memiliki gelar Lian Wang. Dia adalah orang yang sangat berbakat, hanya saja Ayah mengatakan bahwa dia adalah orang yang sangat kejam. Dia akan membunuh musuhnya tanpa pandang bulu. Bahkan jika dia 25 tahun lebih muda dari Ayah, dia telah membunuh lebih banyak dari Ayah. " Bisik Su Lian.
Membayangkan ini membuat Su Qionglin menjadi lebih dan lebih takut, siapa yang tidak takut ketika membayangkan bahwa dirinya akan menghadapi monster mengerikan ini.
Ini benar benar menakutkan, membayangkan seseorang yang haus darah ini selalu muncul di dalam mimpinya.
"Apakah dia sudah menikah ?" Tanya Su Qionglin.
"Menikah ? Belum, seharusnya belum. Dia berusia 21 tahun, tahun ini. Dan dia telah kembali dengan kemenangan ke sembilan nya, bayangkan saja sejak kapan dia mulai membunuh orang lain. " Jawab Su Lian masih dengan kengerian.
"Kakak, bisa bayangkan sendiri betapa tidak berperasaan nya dia dengan melepaskan kakak begitu saja. Jika aku tidak menangkap maka kakak akan tersungkur, padahal bukankah dia bisa melepaskan dengan baik baik ? Apakah ada yang salah dengan membuatnya berubah menjadi sangat kasar dan arogan seperti itu ?" Tanya Su Lian dengan kesal.
Su Qionglin tidak menjawab hanya merasakan nyeri pada bahu yang ditekan oleh Lian Wang tadi.
"Ah, ya, aku lupa untuk menyebutkan namanya. Dia memiliki nama lahir, Ling Yi. Tapi tidak ada yang berani untuk menyebut namanya kecuali Kaisar, jika tidak maka tidak ada yang tahu apa akibatnya. Dia adalah benar benar seorang tiran yang mengerikan, jangan terkait dengannya lagi di masa depan. " Bisik Su Lian dengan ngeri.
Sementara Su Qionglin sendiri sudah berkeringat dingin, membayangkan seseorang dengan senyum yang mengerikan dan tangan yang mencengkram wajahnya.
Memaksanya untuk menangis, bukankah itu gila ? Tapi, ketika dia mendengar kepribadian Ling Yi, dia berubah menjadi lebih takut lagi.
Punggungnya basah oleh keringat dingin yang berjatuhan tanpa ada yang mengetahuinya. Tanpa disadari oleh Su Lian, tangan Su Qionglin masih gemetar sampai saat ini sampai akhirnya mereka bertemu dengan orang tua mereka yang telah mencari mereka dengan khawatir.
"Ayah ! Ibu, kakak ! Tadi, Kak Qionglin ditindas oleh Putri Ketujuh dan Ying Lin, Kak Qionglin didorong jatuh ke dalam aliran sungai -" Ucapan Su Lian terpotong oleh kekhawatiran Su Yun yang lebih dahulu dari Su Bei.
Su Yun maju dan memegang kedua baju Su Qionglin dengan khawatir.
"Yang mana yang sakit ? Aku akan melaporkan ini kepada Yang Mulia dan meminta penjelasan, apa maksudnya dengan tindakan ini ?" Tanya Su Yun dengan marah.
"Jaga kata katamu ! Ini adalah Istana, buka kediaman Su !" Peringat Nyonya Su dengan dingin.
"Dengarkan aku dulu ! Kak Qionglin tidak apa apa, karena ditolong oleh Lian Wang. Kami sudah berterima kasih padanya, hanya saja temperamen nya tidak terlalu baik seperti yang dikatakan oleh Ayah. " Ucap Su Lian dengan jelas.
Mendengar ini membuat Su Bei menjadi lebih khawatir dibandingkan ketika dia mendengar bahwa Su Qionglin didorong jatuh.
"Jadi, bagaimana dengannya ?" Tanya Su Bei dengan khawatir.
Siapa yang tidak tahu bahwa sifat Ling Yi ini gila dan tidak terkendali ? Berlari layaknya Kuda gila yang tidak bisa dikekang.
"Kak Qionglin tidak apa apa, hanya saja sifatnya benar benar dingin. Dia menegur Putri Ketujuh dan mengatakan beberapa ancaman besar, dia seperti batu yang paling besar dan tidak tergoyahkan oleh angin dan air. " Ucap Su Lian dengan polos.