The Blind Maiden

The Blind Maiden
63. Turun Gunung



Su Qionglin tidak mungkin untuk tidak mendengar kabar yang beredar di dunia manusi, itu benar benar menjadi hal yang hangat untuk dibicarakan.


Biasanya, orang Gunung Yi tidak akan memikirkan dunia fana tapi Su Qionglin pada akhirnya masih tidak bisa melepaskan ikatannya dengan dunia fana ini.


Dunia fana ini pada dasarnya adalah tanah kelahirannya, bahkan jika ini adalah tempat tinggalnya yang sesungguhnya.


Tapi, dia masih memiliki darah Su Bei di dalam tubuhnya yang berarti Kekaisaran Ling adalah rumahnya.


Sudah saatnya bagi dirinya untuk menyingkirkan penjahat dari Kekaisaran Ling yang dijaga oleh Ayahnya.


Jika harus mengatakan penjahat, maka tidak bisa menyebutkan nama Ling Yi saja melainkan nama Kaisar Ling juga sama.


Kaisar Ling dan Su Bei tumbuh bersama dan Su Bei selalu hidup dengan sederhana serta memiliki karakter yang jujur dan lugas.


Bagaimana mungkin Kaisar tidak tahu bahwa Su Bei korupsi atau tidak ? Jelas jelas Kaisar tahu bahwa itu tidak benar tapi memutuskan untuk menutup mata, bukankah itu adalah penjahat yang sebenarnya ?


Mereka berdua harus pergi ke neraka dan satu orang lain dari Kekaisaran Putri Ketujuh, Ling Yuwen.


Su Qionglin tersenyum dengan dingin, semua orang yang melihatnya akan merasakan ngeri karena melihat ini. Pada saat ini, kondisi kakek dan neneknya masih belum stabil tapi kondisi Keluarga Zhuang sudah tidak bisa bertahan lagi.


Oleh karena itu, Su Qionglin harus turun. Dia merasa bahwa dia telah berhutang budi dengan Keluarga Zhuang yang telah membantunya selama ini.


Tanpa bantuan dari Zhuang Zhiqi dan Zhuang Qingyi maka dia tidak akan bisa bertemu dengan Ayahnya untuk terakhir kalinya.


Itu adalah budi besar dalam hidupnya yang tidak akan pernah bisa dilupakan olehnya, Su Qionglin sedang menimbang apa yang akan dia lakukan ketika dia bertemu dengan musuhnya.


Kaisar Ling dan Ling Yuwen, mudah untuk dikatakan, mereka semua akan dibunuh. Sementara untuk Ling Yi...... Su Qionglin membenci bahwa ada sedikit kehangatan yang tertinggal di dalam dirinya mengingat kenangan mereka berdua.


Su Qionglin merasa bahwa pikirannya kacau, di satu sisi dia ingin sekali membunuh pria itu tapi disisi lain, dia takut bahwa itu akan menyebabkan penyesalan baginya.


Tapi, jika memikirkannya lagi maka pria itu layak mati, bukan ? Pria itu telah membunuhnya sekali , jika dia mengambil nyawa Ling Yi sekali, maka bukankah itu akan seimbang ?


"Apa yang sedang kamu pikirkan ? Kamu akan segera turun gunung ?" Tanya Yi Lian.


"Ya, aku akan segera turun gunung. Aku tidak bisa menunggu Bibi Fu Lian lagi. "Jawab Su Qionglin.


"Aku mengerti, kamu sudah memperkuat Penyegelan Iblis kemarin, seharusnya sudah aman jika kamu meninggalkannya selama beberapa bulan. " Ucap Yi Lian.


"Kalau begitu, maka aku akan menyerahkan sisa urusan kepada Bibi. " Ucap Su Qionglin dengan sopan.


"Kamu terlalu sungkan padaku, bagaimanapun kita masih Bibi dan keponakan, kedua orang tuaku meninggalkanku ketika aku masih bayi sehingga paman dan Bibi yang merawatku dengan baik. Ibumu juga menjadi teman bermain ku ketika aku sedih dan selalu menghiburku, kenapa aku tidak bisa membantumu ?" Tanya Yi Lian sambil menepuk bahunya.


Sebenarnya, Yi Lian ini hanya sedikit lebih tua dibandingkan Su Qionglin. Jika usia Su Qionglin 17 tahun pada tahun ini maka Yi Lian sendiri berusia 23 tahun.


Itu tidak bisa dikatakan sangat tua karena selisi antara Xian Ru Ling dengan Yi Lian juga cukup jauh.


Jika tidak, maka mereka akan mati karena kelaparan karena koma selama ini. Mereka juga ditopang oleh kekuatan Su Qionglin, jika Su Qionglin meninggal maka kekuatan ini akan hancur dan menghilang.


"Kakek, Nenek, aku akan pergi turun gunung terlebih dahulu. Kalian harus bangun ketika aku pulang, aku akan membalaskan dendam bagi diriku sendiri dan Ibu, semuanya harus tahu bahwa gadis Gunung Yi kita tidak layak untuk direndahkan oleh mereka. " Ucap Su Qionglin dengan dingin dan penuh dendam.


Sampai saat ini, bahkan nama Ru Ling masih belum bisa di taruh di pelataran utama bersama dengan nama nama Jenderal Su terdahulu dan hanya bisa disimpan di aula tengah kediaman Su yang telah ditinggalkan.


Su Qionglin turun gunung dengan seekor kuda dan topi bambu. Sebelum dia turun gunung, dia membawa sebuah teman lain.


Yaitu, Pedang Yueyi yang merupakan Pusaka Gunung Yi. Pada saat ini, dia bahkan belum bisa menarik pedang itu tapi dia bersikeras untuk membawanya dapat menggambarkan betapa keras kepalanya Su Qionglin.


Dia turun dan melewati Padang pasir lalu kembali masuk ke Kekaisaran Ling dimana ada banyak sekali orang lalu lalang.


Su Qionglin melihat dunia sekitar dengan tenang, dia melihat orang orang dengan tatapan tajam. Dia kembali dengan tubuh yang sama sekali baru dengan nama dan identitas yang baru, tidak akan ada seorangpun yang mampu untuk mengenalinya.


Su Qionglin duduk di sebuah kedai dan mengikat kudanya di depan.


"Bos, pesan teh dan makanan ringan. " Ucap Su Qionglin.


"Baik, tunggu sebentar Nona !" Seru pelayan itu dan langsung pergi ke dapur untuk mengambil pesanan Su Qionglin.


Orang yang datang membawa satu poci teh bunga matahari dan biji kuaci serta biji semangka.


Su Qionglin menuang teh untuk dirinya sendiri dan melihat sekitar bahwa dia adalah satu satunya wanita yang ada disini.


"Hei, nona kecil, apakah kamu sendirian disini ? Bagaimana jika Tuan ini mendekatimu dan menemanimu ?"Tanya seorang pria dengan genit.


Su Qionglin mengabaikannya dan sibuk dengan kuaci miliknya, seolah kata kata pria itu tidak pernah ada, tentu saja sikapnya ini memancing kemarahan pihak lain.


Tapi, Su Qionglin bukanlah orang pengecut dari tahun itu lagi, ini adalah Su Qionglin yang baru dengan berbagai kemampuan yang baru serta sifat yang dingin dan kejam.


"Apakah kau tulis ?! Bos ku sedang mengajakmu bicara ! Kamu seharusnya merasa beruntung karena diajak bicara oleh bos ku !" Seru pengikut pria itu sambil menaruh pedang lebarnya di atas meja.


"Tuan, ada baiknya tidak membuat keributan disini. " Ucap Pelayan dengan hati hati melerai pertengkaran agar tidak merusak kedainya.


"Diam ! Jika tidak maka akan ku potong kepalamu !" Seru pengikut pria itu.


"Enak sekali ya untuk menjadi orang kuat dengan banyak pengikut, itu pasti membuat mu merasa sangat bangga, sayang sekali bahwa aku paling membenci orang seperti itu !"Seru Su Qionglin sambil mengingat seseorang yang memiliki banyak pengikut dan semena mena.


Su Qionglin melemparkan kulit kuaci itu dan memukul tepat di tengah dahi pria itu dan membuat pria itu terhuyung huyung ke belakang.


Kekuatan Su Qionglin pada saat ini, tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan manusia biasa, tentu saja para pria ini jatuh ke belakang bersama.