The Blind Maiden

The Blind Maiden
35. Ciuman Pertama



Su Qionglin tidak menyangka dengan kejadian ini, terlintas di pikirannya saja tidak pernah bahwa dia akan berciuman dengan Ling Yi di hari pertama pernikahan mereka.


Betapa mengejutkannya bahwa dia merasakan sesuatu yang hangat dan lembut, tapi agak kasar juga.


Ling Yi tampaknya sengaja untuk tidak melepaskan secara langsung tautan bibir mereka , hal yang selanjutnya dilakukan oleh Ling Yi bahkan lebih tidak terduga lagi.


Ling Yi dengan sengaja menggigit bibir Su Qionglin yang membuat Su Qionglin ingin menjerit tapi tanpa diduga duga, Ling Yi menyusup ke dalam mulutnya tanpa izin.


Su Qionglin memberontak tapi Ling Yi menahan kedua tangannya dengan keras, bagaimana bisa kekuatan dan tenaga Su Qionglin dibandingkan dengan Ling Yi yang tumbuh dewasa di militer?


Ling Yi melakukan ciuman nakal dan menggoda Su Qionglin, benar benar membuat Su Qionglin salah tingkah.


Air mata mulai mengalir di kedua mata Su Qionglin yang indah , kedua matanya terpejam dengan erat seolah olah menunjukkan bahwa dia benar benar ketakutan.


Diperlakukan seperti ini membuatnya merasa terhina, walaupun dia memang saat ini berstatus sebagai istri Ling Yi dan tidak berhak menolak.


Tapi, apakah ini di dasari oleh cinta ? Apakah ini yang disebut dengan pernikahan ? Jika pernikahan hanya membawa tekanan seperti ini maka Su Qionglin tidak akan pernah mendambakan pernikahan lagi.


Setelah beberapa saat, Su Qionglin merasakan bahwa bibirnya berdarah dan Ling Yi menyapu bibirnya dengan lembut.


"Bibir mu manis sekali, seperti buah ceri yang ada di taman belakang. Aku sepertinya tidak memerlukan ceri lagi, aku hanya bisa mendapatkannya pada bibirmu. " Ucap Ling Yi dengan senyum nakalnya.


Ini adalah ciuman pertama bagi Su Qionglin, terlihat dari wajahnya yang polos dan tertekan ketika mendapatkan perlakuan ini.


Melihat bahwa Su Qionglin menangis karena masalah sepele membuat Ling Yi merasa bahagia, karena merasa bahwa dia telah berhasil menindas Su Qionglin.


Pada saat ini, Su Qionglin tidak memiliki cara lain untuk membantah dirinya dan hanya bisa menjadi seorang pelayan yang penurut dan melayani Tuannya dengan baik.


Su Qionglin tidak tahu dengan pikiran jahat Ling Yi, hanya saja dia bisa merasakan bahwa seseorang tidak berniat baik padanya.


Hal itu mudah ditebak, mengingat bahwa Ling Yi tidak pernah memiliki hal baik untuk di katakan. Ling Yi selalu memiliki niat jahat kepada orang lain.


"Wangye, apakah kamu melakukan ini kepada setiap wanita yang kamu temui ?" Tanya Su Qionglin dengan pelan tapi kata katanya jelas.


Dia mempertanyakan sikap Ling Yi terhadap gadis gadis di luar sana, Su Qionglin merasa bahwa dia berhak untuk melakukannya.


Ling Yi telah melakukan hal hal ini kepadanya, kenapa dia bahkan tidak boleh bertanya ?


"Ya, pernikahan ini hanya untuk main main. Karena Wangye memiliki begitu banyak kegiatan luar bersama gadis gadis di luar sana maka aku tidak akan menahanmu, pergilah dan carilah kesenangan bersama gadis gadis diluar sana. Aku tidak akan menghalangimu sama sekali. " Ucap Su Qionglin dengan nada gemetar menahan amarah.


Tapi, Ling Yi mengangkat dagunya dan mencengkram wajah Su Qionglin dengan kuat. Ling Yi ingin melihat mata Su Qionglin dengan jelas, tapi Su Qionglin selalu memejamkan matanya rapat rapat.


"Jika aku ingin pergi, apakah kamu bisa menghalangiku ? Kamu pikir, siapa kamu di kediaman ini ? Semua gelar yang kamu miliki disini hanya gelar palsu, apakah kamu menganggapnya terlalu serius ? Kalau begitu maka kamu harus menurunkan ekspektasi mu agar tidak kecewa. Pada akhirnya, kamu hanya seorang gadis buta yang naif. Kamu disini hanya untuk permainan Kaisar. " Ucap Ling Yi dengan kejam.


Kata kata Ling Yi jelas jelas bisa menyakiti Su Qionglin dan Ling Yi senang dengan itu, Su Qionglin menahan diri agar tidak mengamuk dan memaksakan diri agar tidak marah.


Dia tersenyum dengan sangat paksa lalu berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Ling Yi.


"Wangye benar , aku seharusnya tidak terlalu serius mengambil peran palsu ini. Bagaimanapun sampai kapanpun aku berada disini, aku tidak akan pernah menjadi tokoh utama. Kelak, jika Wangye sudah bertemu dengan gadis yang Wangye cintai maka aku akan pergi, dengan begitu maka tidak akan saling merugikan satu sama lain. " Ucap Su Qionglin dengan tenang.


"Kenapa kamu harus pergi dari kediaman ini ? Apakah kamu yang menentukan bahwa kamu akan menetap atau kamu akan pergi dari kediaman ini ? Kediaman ini adalah milikku, jika aku mengatakan untuk tidak pergi maka tidak ada yang boleh pergi keluar selangkah saja dari kediaman ini. " Ucap Ling Yi dengan dingin dan tidak senang ketika mendengar kata kata Su Qionglin.


"Lalu..... apa yang diinginkan oleh Wangye ? Wangye membenci kehadiranku disini, juga tidak mencintaiku, lalu untuk apa aku menetap disini ? Wangye, di masa depan ketika kamu menemukan orang yang kamu cintai maka kamu akan tahu perasaan untuk menjaga orang yang kamu cintai. " Ucap Su Qionglin.


"Apa hubungannya dengan keberadaanmu ?" Tanya Ling Yi dengan tidak senang.


"Dengan adanya aku maka gadis yang kamu cintai itu tidak akan pernah bisa menjadi nyonya resmi, sama seperti ibuku. Kadang kadang, aku sangat membenci perjodohan, kenapa hanya orang dengan latar belakang terpandang bisa menjadi Istri resmi, kenapa yang tidak terpandang tidak boleh ? Selama memiliki moral dan baik hati, apakah semua itu salah ?" Tanya Su Qionglin.


"Sejak awal, itu adalah kesalahan. Tidak ada yang dinamakan cinta perbedaan status sosial, salah satu pasti akan sangat dirugikan. " Balas Ling Yi dengan terus terang.


Kata katanya kejam tapi juga tidak salah, memang pada akhirnya tidak ada yang berakhir dengan baik.


Entah ada yang meninggal dengan mengenaskan atau ada yang bunuh diri, semuanya tidak jelas.


Tapi, tanpa diduga duga, ketegangan yang terjadi di antara mereka telah mencair berkat topik ini. Topik yang tidak jelas berasal darimana ini.


"Lalu, bagaimana jika gadis yang Wangye cintai adalah seorang gadis jelata ?" Tanya Su Qionglin.


"Kamu terus menerus menyebutkan gadis yang aku cintai, apakah kamu yakin aku akan memilikinya di masa depan ? Satu satunya yang aku cintai adalah kediaman ini dan juga pedang ku, yang lain bahkan tidak layak untuk dipikirkan. Jika kamu berpikir bahwa aku sama dengan Ayahmu, maka kamu salah besar sejak awal. " Peringat Ling Yi pada Su Qionglin.


"Sejak awal, aku tidak pernah berharap Wangye mirip dengan Ayahku. " Balas Su Qionglin dengan mengejutkan.