
Ling Yuwen sedang bersantai di Istananya dengan dayang dayangnya, dia sedang merias dirinya sendiri seperti boneka.
Berharap bahwa dia bisa menarik perhatian Pamannya, ini adalah hubungan cinta terlarang. Tapi, sejak kecil maupun dewasa, Ling Yuwen telah jatuh cinta pada Pamannya dan tidak bisa berpaling kepada orang lain.
Orang orang melarangnya untuk mendekati Pamannya, tapi Ling Yuwen tidak akan membiarkan orang lain menghalanginya.
Bahkan jika pada saat ini Ling Yi sudah menikah, maka dia akan menyingkirkan istri Ling Yi.
"Berani beraninya dia mencoba merebut Pamanku ?! Dia sedang mencari kematiannya sendiri !" Seru Ling Yuwen dengan marah dan melemparkan cangkir di tangannya dengan marah.
"Nona jangan marah, bagaimanapun Nona jauh lebih cantik dibandingkan gadis buta itu. Lian Wang pasti tertarik dengan Nona hanya saja karena status kalian maka itu akan sedikit lambat, Nona harus bersabar dan melihat bagaimana Lian Wang menyingkirkan gadis murahan itu. " Ucap Pelayan Ling Yuwen dengan lancar menjilat Tuan putrinya.
"Benar, paman pasti tidak akan jatuh cinta pada gadis rendahan itu. Aku adalah keturunan murni, maka kami bisa menjaga keturunan Raja. " Ucap Ling Yuwen dengan kata berbinar binar dan bermimpi indah tentang Ling Yi.
Seandainya saja, Ling Yuwen tahu bahwa Ling Yi sudah berciuman dan ketagihan dengan bibir Su Qionglin maka Ling Yuwen akan berubah menjadi gila.
"Paman pasti akan menjadi milikku, cepat atau lambat dia akan menjadi milikku. Pada hari Festival musim semi, aku akan menampilkan tarianku padanya. Dimana dia akan melihatku dalam pakaian yang indah dan tarian yang cantik, jika dia memohon pada Ayah maka Ayah pasti akan menyingkirkan gadis murahan itu dan membiarkan ku menikah dengan Paman sebagai Istri Sah. Pada saat itu maka kami akan memiliki banyak putra putri yang cantik dan lucu, kami akan bermain bersama sembari menunggunya kembali berperang. " Ucap Ling Yuwen bermimpi tentang kehidupan masa depannya dengan Ling Yi.
Sayangnya, Ling Yuwen tidak pernah tahu bahwa Ling Yi bahkan tidak pernah melihat dirinya dengan ketertarikan.
Secara tidak langsung, Ling Yi menjelaskan bahwa dia tidak pernah tertarik pada Ling Yuwen. Hanya saja, Ling Yuwen terlalu bodoh untuk mengerti kode yang diberikan oleh Ling Yi
Sehingga dia hanya bisa dimanfaatkan oleh Ling Yi sebagai mata mata di dalam Istana, hampir sebagian informasi dalam Istana telah dibocorkan oleh Ling Yuwen pada Ling Yi dan Kaisar tidak pernah mengetahuinya.
Itulah pentingnya untuk mendidik Pangeran dan Putri dengan baik, bukan hanya seorang Pangeran saja yang membutuhkan pendidikan resmi yang ketat.
Baru saja akan dikipasi oleh dayang dayangnya, tiba tiba ada seseorang yang masuk dengan terburu buru.
"Apakah kamu tidak mengenal sopan santun lagi dan menerobos begitu saja ?" Tanya Ling Yuwen dengan tidak senang.
"Maaf Tuan Putri, tapi kami ingin melaporkan bahwa Paviliun Meixiang telah kebakaran sampai habis, pada saat ini belum padam dan penyebabnya masih tidak diketahui. " Ucap pelayan yang baru masuk itu dengan takut karena tahu bahwa Ling Yuwen akan meledak.
Ling Yuwen hampir jatuh ke belakang dan ditangkap oleh kedua pelayannya dan berjalan ke depan untuk mendekati pelayan yang membawa informasi.
"Jika kamu berbohong maka aku akan memutuskan lidahmu ! Siapa yang begitu berani untuk membuat Paviliun Meixiang ku kebakaran ?!" Teriak Ling Yuwen dengan marah.
"Siapkan kereta kuda, aku ingin melihat apakah ada yang selamat. Aku sudah menyiapkan 8 ahli bela diri, bagaimana mereka semua bisa tidak berguna ?!" Tanya Ling Yuwen.
Semua orang berusaha untuk menghilang karena tidak ingin menjadi sasaran kemarahan Ling Yuwen, ada banyak sekali pria simpanan Ling Yuwen yang menjadi penghibur di Paviliun Meixiang.
Semua orang berusaha menghindari kemurkaan yang dimiliki oleh Ling Yuwen ini, siapa yang ingin menerima tanggung jawab yang berat ini ? Tidak akan ada yang mau.
Ling Yuwen berlari dengan cemas dan melihat bahwa orang orang masih berusaha dengan buru buru untuk memadamkan api di Paviliun Meixiang nya.
Ling Yuwen hampir roboh ketika melihat Paviliun yang dia bangun dengan kerja kerasnya sudah hancur menjadi ribuan keping dan tidak menyisakan apapun, jelas jelas ini bukanlah ketidak sengajaan melainkan ada seseorang yang sengaja mengatur skenarionya untuk membuat kebakaran ini.
Ling Yuwen benar benar marah sampai tubuhnya gemetar, ketika api padam. Tidak ada yang diperbolehkan masuk kecuali Ling Yuwen.
Ling Yuwen berjalan ke dalam sebelum akhirnya jatuh berlutut dan menjerit ketakutan ketika melihat para pria penghibur nya digantung dalam keadaan mengenaskan.
"Ada beberapa hal yang seharusnya ditahan dan ada juga yang sebaiknya disimpan, ada saatnya dimana kamu harus melupakan apa yang kamu lihat. " Ucap Ling Yuwen dengan gemetar ketika melihat tulisan yang dibuat dengan darah segar di dinding itu.
Itu jelas jelas adalah peringatan besar untuknya dan Ling Yuwen tahu siapa pengirimnya, siapa lagi jika bukan Ling Yi ?
Pantas saja senyum Ling Yi di akhir itu sangat mengerikan dan aneh, ternyata Ling Yi memperingatinya dengan cara yang kejam ini.
Ling Yuwen menangis dengan kencang dan melihat ke sekeliling dengan ketakutan, seluruh orang berkumpul untuk melihat Tuan putri ketujug yang arogan, menangis ketakutan.
Pengawal Istana menurunkan mayat mayat itu dan masing masing dalam keadaan buta, ini adalah gambaran dan peringatan yang cukup jelas.
Ling Yuwen tidak menyangka bahwa Ling Yi akan bertindak sejauh ini hanya untuk Su Qionglin, memikirkan ini membuat Ling Yuwen semakin membenci Su Qionglin.
"Akan kubunuh dia ! Berani beraninya dia menghasut Paman untuk melakukan ini ?!!"Teriak Ling Yuwen dengan putus asa.
Setiap kali dia membuka mata, dia melihat tulisan di dinding itu dan tidak akan pernah bisa dilupakannya meski dalam tidurnya.
Semua orang ketakutan dan menebak nebak siapa yang bisa begitu kejam untuk melakukan tindakan ini.
Disisi lain, pelakunya sendiri sedang berganti pakaian menjadi pakaian putih polos yang membuatnya tampan sangat halus dan anggun, tidak memiliki kekejaman.
"Tuan, kenapa kamu melakukan hal ini untuk Tuan putri Ketujuh ? Bukankah ini terlalu kejam untuknya ?" Tanya Wakil Jenderal Ling Yi.
"Kejam ? Itu disebut dengan kejam ? Aku pikir itu baru peringatan kecil, jika dia berani bertindak lebih jauh dimasa depan maka akan kupastikan orang yang tergantung disana adalah dayang dan saudara saudarinya. Apakah dia berpikir bahwa kediaman Lian Wang adalah tempat yang mudah ditindas olehnya ?" Tanya Ling Yi dengan dingin.
Mendengar jawaban dari Ling Yi, maka tidak ada yang boleh untuk membantah lagi.