
Mereka naik ke dalam Kereta kuda dan masuk ke dalam Istana untuk menghadap Kaisar tapi kali ini berbeda dengan hari itu.
Ini hanya panggilan untuk mereka, khusus untuk Keluarga Su yang ditinggalkan. Di karenakan meninggal di Peperangan dan telah membawa banyak kejayaan bagi Kekaisaran ini.
Maka, Istana memutuskan untuk menyimpan Abu Su Bei di Kuil Dewi Bulan yang ada di Utara Istana, yang berarti Keluarga Su diberikan akses untuk datang terus menerus ke Halaman Istana.
Terutama untuk berdoa kepada Su Bei, semuanya sangat tegang ketika ingin masuk ke dalam Istana.
Su Yun memegangi tangannya ketika turun lalu mengajaknya masuk ke dalam Istana, lalu berlutut di depan Kaisar.
"Semoga Yang Mulia diberkati dengan rezeki yang berlimpah dan umur seribu tahun. " Ucap Keluarga Su.
"Kalian akhirnya melewati masa berkabung ini, sudah saatnya untuk melepaskan Su Bei. Huft, aku tahu bahwa kata kata ini tidak berguna. Hanya saja, aku mengajak kalian kemari karena ingin membahas pertunangan Su Lian dengan Putra Mahkota, Ling Dan. " Ucap Kaisar.
"Yang Mulia memiliki hati seluas samudera, kami yang rendah ini tidak layak untuk menerima perhatian sebanyak ini. " Ucap Nyonya Su bersujud di hadapan Kaisar.
"Berdirilah, Nyonya Su. Jika tidak maka aku tidak akan berani untuk menghadap Su Bei di dunia bawah, aku sudah bersama dengannya ketika kami berusia 10 tahun, dia mengikutiku dengan kejujuran dan keberaniannya. Saat ini dia sudah pergi, aku harus menjaga kalian semua. " Ucap Kaisar.
Lalu mereka dibiarkan untuk duduk, karena merupakan Anak selir maka Su Qionglin duduk di paling ujung.
"Menurut tanggal yang baik maka Nona Su dan Putra Mahkota dapat melakukan pertunangan di hari ke 27 bulan ini pada jam 5 sampai jam 7 pagi. " Ucap peramal yang sudah diundang untuk melihat hari yang baik.
"Bagus, masih ada waktu 14 hari untuk persiapannya. Lalu bagaimana untuk pernikahannya ?" Tanya Kaisar.
"Untuk pernikahan.... maka akan mengambil waktu jeda 15 hari dari itu. Yang paling baik adalah tanggal 11 bulan depan pada jam 10 sampai jam 12 siang. " Ucap peramal.
"Baik, bagaimana denganmu Nyonya Su ?" Tanya Kaisar.
"Jika Yang Mulia sudah memutuskan maka kami akan mengikuti saja, ini adalah kehormatan kami karena bisa masuk ke dalam Istana dan menjadi Putri Mahkota. " Ucap Nyonya Su.
Wajah Su Lian sendiri agak muram karena dia sebenarnya tidak ingin menikah, tapi setelah dipikirkan kembali maka Ayahnya sendiri ingin melihatnya menikah dengan Putra Mahkota.
Orang yang dipilih oleh Ayahnya maka itu pastilah orang yang baik, jadi Su Lian berusaha untuk menerima takdirnya.
"Ya, lalu untuk Nona Su kedua, belum memiliki tunangan ? " Tanya Kaisar.
"Izin menjawab Kaisar, hamba ini belum memilikinya. " Jawab Su Qionglin dengan lembut.
"Sebelumnya, Su Bei memujimu dengan tinggi bahwa kamu memiliki kesopanan dan moral yang tinggi. Aku harus melihat siapa yang cocok denganmu di Istana ini. " Ucap Kaisar.
"Mohon maaf , Yang Mulia. Tapi, menurut hamba ini Su Qionglin tidak cocok dengan Istana. Dia memiliki masalah pada pandangannya, tidak pantas untuk orang Istana. Selain itu, dia juga merupakan putri dari Selir rendah. Takutnya akan menyebabkan dugaan yang tidak nyaman untuk Orang Kekaisaran. " Ucap Nyonya Su dengan terus terang.
Su Qionglin yang mendengar ini dengan tenang berusaha untuk menahan tangisnya, ternyata di hadapan orang lain dia begitu rendah, begitu hina.
Jika dia saja sesakit ini, apalagi Ibunya. Ternyata, Ibunya adalah orang yang sangat kuat. Tapi, pada akhirnya juga ditumbangkan dengan semua itu.
"Yang Mulia, apa yang dikatakan oleh Nyonya Su benar. Hamba ini...... tidak pantas. " Ucap Su Qionglin dengan nada yang agak gemetar.
Dia perlu menarik nafasnya dalam dalam dan menahan diri agar tidak menangis dan meraung. Semuanya terlalu mengerikan baginya, kenapa dia harus terlahir dengan buta ?
Kenapa dia tidak bisa hidup normal seperti orang lain ? Rasa sakit yang tidak tertahankan memenuhi hatinya. Seolah olah ribuan pisau menusuk dadanya dan meninggalkan luka terbuka yang berdarah.
Suasana menjadi canggung, mendapatkan kata kata yang sebenarnya tidak layak untuk di katakan membuat Kaisar agak bingung.
Bahkan, Su Yun dan Su Lian bergerak dengan gelisah dan menarik lengan pakaian milik Ibu mereka.
Mereka yang tidak merasakan saja merasa tidak nyaman, apalagi jika menjadi Su Qionglin yang menjalani semua ini.
"Nyonya Su tidak perlu seketat itu, garis keturunan tidak terlalu dipentingkan jika bukan keturunan inti. Aku pikir ada seorang pria yang layak untuk Nona Su. " Ucap Kaisar Ling.
"Itu adalah Jenderal Ling, Nona Su memiliki kesabaran seluas samudera tapi Ling Yi tidak terlalu sabar. Ini akan menjadi perpaduan yang cocok. " Lanjut Kaisar Ling.
Mendengar ini membuat Su Qionglin merasa bahwa dirinya tersambar oleh petir , dia langsung jatuh lemas dan tidak bisa berkata kata lagi.
Mengingat bagaimana cekikan yang dilayangkan oleh Ling Yi padanya terakhir kali. mereka bertemu, tidak bisa membayangkan bahwa dia harus bertemu dengan orang itu terus menerus di masa depan.
"Yang Mulia, Jenderal Ling memiliki status yang mulia. Tidak pantas bagiku untuk menjadi Istri resminya. " Ucap Su Qionglin.
"Tenang saja, Ling Yi tidak akan mengambil Selir. Dia lebih senang mengoleksi pedang dan senjata dibandingkan wanita. Dia bisa dikatakan adalah orang yang setia jika kamu mencari seseorang yang akan tidak berpaling dari dirimu. " Ucap Kaisar Ling.
"Yang Mulia, Jenderal Ling memiliki ribuan prestasi sementara aku..... hanyalah seorang gadis cacat yang berasal dari seorang Selir. " Ucap Su Qionglin.
"Baiklah, jangan menolak dulu. Kita akan memanggil Ling Yi dan meminta reaksinya apakah dia setuju atau tidak, jika tidak maka aku akan bingung untuk mencari pria lajang yang mana di Istana ini untuk Nona Su yang berbudi luhur. " Ucap Kaisar.
Su Qionglin mencengkram gaunnya dan keringat dingin mengalir dengan deras, dia benar benar tidak bisa menahan ketakutannya.
Seumur hidup ini, dia hanya memiliki ketakutan ini pada Ling Yi. Jika orang lain maka dia akan menganggap , jika tidak beruntung maka dia akan mati.
Tapi, jika dengan Ling Yi maka dia takut bahkan jika dia ingin mati, maka dia tidak bisa mendapatkannya.
Tidak lama, pintu dibuka dan menunjukkan Ling Yi yang mengenakan pakaian biasanya menunjukkan ketampanan yang luar biasa.
Memiliki ketampanan kelas atas seperti ini membuat Ling Yi mempesona banyak orang.
"Yang Mulia, kenapa kamu memanggilku ?" Tanya Ling Yi.