
"Sejak awal, kalian berbeda dari akar sampai ke daun, semuanya berbeda. " Lanjut Su Qionglin dengan penuh kebencian.
Kebencian serta kemarahan yang dia rasakan untuk Ling Yi tidak tertahankan lagi, hanya saja setiap kali dia ingin mengatakan sesuatu.
Dia selalu menahan diri, demi melindungi dirinya sendiri dengan tidak memancing kemarahan Ling Yi serta dia juga mengingat bahwa Ling Yi menyelamatkannya dua kali.
Jika terakhir kali dia tidak diselamatkan oleh Ling Yi, maka dia hanya akn mati di tangan Pangeran Kerajaan Wang yang saat ini sedang dipenjara dan menjadi objek tawar menawar dengan Kerajaan Wang.
Su Qionglin bersumpah pada dirinya sendiri bahwa dia akan bertahan melalui segalanya dan berusaha untuk membalaskan dendam ayahnya yang meninggal dengan tidak adil akibat Kerajaan Wang yang serakah.
Selama 20 tahun belakangan ini, Kekaisaran Ling tidak pernah mencoba untuk memperluas daerah yang telah menjadi milik orang lain lagi.
Tapi, Kerajaan Wang melihat bahwa Kekaisaran Ling adalah tempat yang subur dan kaya. Oleh karena itu mereka berambisi untuk mendapatkan Kekaisaran Ling.
Jika saja tidak ada niat buruk itu, maka mereka bisa hidup dengan damai. Apakah begitu sulit untuk menjalani kehidupan dengan damai ?
Su Qionglin tidak habis pikir dengan pikiran semua orang itu, tapi yang paling penting adalah memikirkan bagaimana cara melepaskan diri dari Ling Yi saat ini.
"Wangye, kota harus menghadap ke Istana. " Ucap Su Qionglin.
"Ya, memang kita harus kesana. Ikuti apa yang ku katakan, jika tidak maka akan ku buat kamu tidak bisa berbicara lagi selamanya. " Ucap Ling Yi dengan senyum dinginnya.
Bulu kuduk Su Qionglin berdiri ketika mendengar nada Ling Yi yang mengerikan, dirinya telah memahami nada berbicara seseorang selama ini.
Tapi, hanya Ling Yi yang tidak bisa dimengerti olehnya. Nada bicaranya membawa rasa bahagia tapi tindakannya lain.
Itu benar-benar mengerikan, Su Qionglin tidak berani menolak dan hanya menganggukkan kepalanya dengan patuh.
"Jika ada orang yang menanyakan apakah kita sudah berhubungan, maka kamu harus tahu apa yang kamu harus jawab, bukan ?" Tanya Ling Yi.
"Wangye tenang saja, aku masih memiliki otak yang cukup untuk mencerna segalanya. "Jawab Su Qionglin.
"Bagus sekali, aku senang melihat orang yang pandai melihat keadaan. Jika ada orang yang menindas mu di Istana, maka kamu harus diam. Jangan membuat tindakan berani, jika tidak maka aku akan membunuhmu. " Ucap Ling Yi.
"Lalu, bagaimana jika mereka mencoba untuk membunuhku ?" Tanya Su Qionglin.
"Tidak mungkin ada yang begitu berani, kamu harus menjadi lebih penurut ketika berada di halaman Istana. Ini bukan kediaman Su yang memanjakanmu. " Ucap Ling Yi.
Kata katanya sangat kejam, itu sama saja dengan mengatakan bahwa jika orang orang Istana mengejeknya atau menindas nya secara fisik.
Maka dia harus menerimanya dengan tulus dan hati yang ikhlas, Su Qionglin tidak tahan menjalani kehidupan seperti ini.
"Bagaimana jika aku menolak ? Aku tidak ingin menjadi objek hinaan, aku adalah manusia. " Ucap Su Qionglin dengan marah.
"Lalu, kalau begitu maka buktikan kepada mereka bahwa kamu mampu. Salahkan juga dirimu sendiri, kenapa memiliki begitu banyak kekurangan sampai sampai tidak bisa ditutupi oleh kelebihanmu. Kamu seharusnya lebih sadar diri, aku tidak ingin terlibat masalah karenamu dan jika aku terlibat masalah karenamu maka aku akan membuat seluruh Keluarga Su hancur, kamu tahu bahwa Su Lian dan Su Yun berada dalam genggamanku. Dan Ayahmu akan dihina oleh semua orang. " Ucap Ling Yi sangat panjang.
Su Qionglin yang mendengar ini gemetar karena marah, dia mengepalkan tangannya sampai kuku kukunya menembus kulitnya.
Darah mengalir dari telapak tangannya , membasahi gaunnya. Ling Yi melirik sejenak dan tersenyum miring lalu berjalan pergi dari atas Su Qionglin.
Su Qionglin bangkit dan melemparkan seluruh benda yang ada di sekitarnya.
Pranggg !!
Suara pecahan vas dan kaca bisa terdengar, Su Qionglin menjerit layaknya orang gila.
"Dasar bajingan gila ! Jika bisa masa aku tidak ingin seperti ini !" Teriak Su Qionglin dengan marah dan putus asa.
Dia terduduk di tanah dan memegang pecahan vas di tangannya, memikirkan untuk berbuat nekat.
Kemarahannya telah mencapai puncak dan dia tidak bisa berbuat apa apa, Su Qionglin melempar pecahan kaca di tangannya itu dan mengacak ngacak rambutnya dengan frustrasi.
Dua pelayan yang diberikan oleh Ling Yi masuk dan menahan Su Qionglin yang mengamuk.
"Lepaskan aku !" Teriak Su Qionglin dengan marah.
"Tuan memerintahkan kami untuk merias Wangfei, tolong jangan memberontak. Jika tidak maka keluarga kami akan dibunuh oleh Wangye." Ucap pelayan itu dengan gemetar.
Tidak perduli semarah apapun Su Qionglin, ketika menyangkut kehidupan orang lain, dia masih tidak bisa semena mena.
Jangan sampai karena dirinya membuat orang lain kena imbasnya, Su Qionglin dirias dengan damai dan pelayan itu merias wajah Su Qionglin dengan hati hati.
Mencoba untuk mengurangi bengkak yang ada di mata Su Qionglin.
"Berhentilah menebalkan riasan mataku, biarkan semua orang tahu. Aku akan memjelaskannya. " Ucap Su Qionglin dengan tenang.
Dia telah mendapatkan ketenangannya kembali dan berdiri dengan tongkatnya , lalu di antar keluar.
Dia keluar tepat waktu, karena 30 menit yang ditentukan oleh Ling Yi telah habis. Su Qionglin naik ke atas kereta kuda tanpa bantuan siapapun dan duduk di seberang Ling Yi tanpa kata kata lain.
"Bagaimana dengan pekerjaan kalian ? Kenapa dia masih memiliki mata yang bengkak seperti itu ? Tampaknya kalian tidak melakukan pekerjaan dengan baik. " Ucap Ling Yi dengan dingin.
Sebelum pelayan pelayan itu bisa membela diri, Su Qionglin telah buka suara terlebih dahulu.
"Wangye, jika ingin meyakinkan orang orang bahwa kita tidak tidur tadi malam maka kita harus membuatnya lebih meyakinkan. Jika hanya kata kata saja, maka aku takut bahwa itu tidak cukup. " Ucap Su Qionglin.
"Bagus, kamu benar benar pintar membuat alasan. " Balas Ling Yi.
Keduanya hening sampai akhirnya tiba di halaman Istana dan masuk ke dalam aula Istana, mereka menghadap ke depan Kaisar dengan sopan.
Mereka memiliki kemampuan untuk bermain peran dengan baik terutama ketika di hadapan Kaisar.
Keduanya berlutut di depan Kaisar dan memberikan salam serta doa kepada Kaisar yang membuat Kaisar tertawa bahagia.
"Kalian berdua adalah pasangan yang sangat serasi, tunggu apalagi kalian berdua ? Cepat duduk dan kita akan membahas bagaimana malam kalian. "Ucap Kaisar sambil tertawa ringan.
Tampaknya, Kaisar merasa bahwa tujuannya telah tercapai hanya karena melihat tangan Su Qionglin digandeng oleh Ling Yi dengan erat.