The Blind Maiden

The Blind Maiden
48. Su Qionglin Sadar



Ling Yi menggunakan jubah serba hitam dan menunggu kegelapan, dia seolah olah sedang menunggu waktu untuk masuk ke dalam Istana.


Ling Yi sendiri berniat untuk menemui Selir Jiu,Yue Jinmi. Dia bertekad untuk membawanya kabur malam ini.


Dia tidak tahan melihat orang yang dicintainya disiksa oleh orang lain, dia tidak berniat untuk menunda hal tersebut.


Ling Yi menaiki kudanya dan memacu kudanya untuk masuk ke dalam Istana lewat dinding belakang yang diikuti oleh dua pengawalnya yang terpercaya sementara Fang Huo sendiri tidak terlihat keberadaannya.


Disisi lain, Su Qionglin tersadar dari pingsannya dan merasa bahwa kepalanya masih pusing walaupun dia sudah di obati.


"Dimana Wangye ?" Tanya Su Qionglin tapi tidak ada yang menjawab.


"Wangye sedang pergi. " Ucap salah satu pelayan.


"Wangye pergi ? Kemana ? Lalu, pukul berapakah saat ini ?" Tanya Su Qionglin dengan heran.


"Kami tidak tahu kemana dia akan pergi, tapi pada saat ini sudah pukul 10 malam. " Jawab pelayan.


Lalu, tidak lama ada orang yang mengetuk pintu kamarnya dan membuat semua orang terkejut dengan kehadirannya.


"Wakil Jenderal Fang !" Seru pelayan itu dan berlutut di hadapannya.


"Tuan Fang, apakah kamu disuruh oleh Jenderal Ling untuk datang kemari ?" Tanya Su Qionglin.


"Tidak, aku akan menjawab pertanyaan Wangfei tadi. Pada saat ini, Wangye sedang berusaha untuk menyelamatkan cinta pertamanya, Selir Jiu, Yue Jinmi. Dia berusaha untuk membawanya pergi dari Istana walaupun tahu bahwa itu adalah jebakan. " Ucap Fang Huo dengan muram.


Mendengar ini membuat Su Qionglin merasakan bahwa hatinya pedih, dia benar benar merasa ingin menangis sekarang.


"Kalau begitu maka itu akan menjadi bahaya besar untuknya, aku akan mengalihkan perhatian untuknya !" Seru Su Qionglin.


"Wangfei ! Apakah kamu tahu bahwa jika kamu melakukan itu dan Wangye berhasil, maka kamu akan mati ?" Tanya Fang Huo memperingatinya.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan ? Membiarkan dia terbunuh di Istana ? Pada saat itu maka aku juga akan mati. " Ucap Su Qionglin dengan lemah.


"Kesalahanku yang paling besar adalah mencintainya, itu adalah penyesalanku terbesar. Hanya saja , aku masih tidak bisa melihatnya mati. " Lanjut Su Qionglin dengan pedih.


Dia benar benar sakit hati, dia pada akhirnya menyadari bahwa dia sudah jatuh cinta pada Ling Yi.


Dia mengira bahwa Ling Yi mencintainya karena Ling Yi memilih untuk tidur dengannya, siapa yang mengira bahwa dia hanya pelampiasan ?


Su Qionglin berdiri dengan senyum pahit, pada akhirnya di dunia ini, tidak ada yang menyayanginya dengan tulus kecuali Ayahnya.


Mungkin, dia harus pergi untuk menyusul Ayahnya, dengan begitu maka kehidupannya tidak akan begitu sulit dan tidak akan begitu pedih.


Su Qionglin membakar kediamannya sendiri di Kediaman Jenderal Ling dan membuat keributan besar, dia bahkan melukai dirinya sendiri dengan pisau yang membuat Fang Huo merasa ngeri.


Lalu, dia mengendarai kuda ke Istana dengan Fang Huo dalam kondisi penuh darah dan luka seperti itu.


Dia akan membuat drama besar yang membuat Kaisar teralih padanya sementara Ling Yi bisa masuk Istana dengan baik.


"Semoga.... aku tidak bertemu denganmu lagi di masa depan, aku benar benar membencimu. " Ucap Su Qionglin.


Fang Huo memimpin di depan dan Su Qionglin mengikuti dengan suara tapak kaki kuda.