The Blind Maiden

The Blind Maiden
18. Kunjungan II



"Suami masa depanku ?! Siapa ?!" Tanya Su Qionglin langsung sepenuhnya sadar dari posisi setengah tidurnya.


Dia sebelumnya belum sepenuhnya sadar tapi berkat penyataan dari Zhuang Qingyi yang benar benar mengejutkan, dia akhirnya terbangun dalam kondisi terkejut ini dan meminta penjelasan dari Zhuang Qingyi.


Su Qionglin merasa bahwa matanya memiliki sesuatu yang mengganjal, tampaknya ada debu yang masuk hanya saja tidak bisa dibersihkan olehnya karena ada Zhuang Qingyi disini.


Jika dia membersihkannya maka dia harus membuka matanya yang artinya membuat Zhuang Qingyi melihat kedua irisnya, Ayahnya telah memerintahkan untuk tidak menunjukkan iris matanya kepada siapapun.


Pada saat itu maka tidak akan ada yang tahu betapa indahnya iris mata Su Qionglin. Itu lebih baik, karena ada banyak orang dengan kebiasaan yang aneh dan obsesi yang tidak terdua.


Bisa saja , kedua mata Su Qionglin yang langka dan indah ini di ambil untuk dijadikan sebagai koleksi oleh orang orang gila ini.


Su Bei tidak ingin hal ini menimpa putrinya, oleh karena itu dia melakukan yang terbaik untuk bisa melindungi putrinya dari segala macam kejahatan itu.


Su Qionglin juga adalah tipe yang penurut dan mendengarkan perintah, ketika diperintahkan sekali untuk melakukan sesuatu maka dia akan terus melakukannya seperti anjing yang patuh, tampaknya ini adalah sifatnya yang tidak akan bisa diubah dalam beberapa puluh tahun ke depan.


"Siapa lagi yang mampu menjadi Suami masa depan Nona kedua yang sangat cantik ini selain kakakku, Zhuang Zhiqi ?" Tanya Zhuang Qingyi dengan percaya diri.


"Nona Zhuang, tolong jangan buat aku dan Tuan muda Zhuang menjadi canggung. Sebagaimana kami ini hanyalah teman, jika cocok maka kami akan menjadi sahabat, tidak lebih dari itu. " Jawab Su Qionglin dengan kesal.


"Apakah benar tidak akan lebih dari itu ? Jika mendengar ini maka kakakku pasti akan sangat kecewa, mengingat bahwa dia memiliki ketertarikan mendalam kepada Nona kedua. Dia bahkan memperlakukan Nona kedua dengan sangat baik, tidak biasanya dia melakukan itu kepada wanita lain. " Ucap Zhuang Qingyi memanas manasi.


"Tidak, aku tidak pantas untuk itu. Tuan muda Zhuang adalah orang yang sangat berbakat, memiliki banyak talenta. Tidak akan cocok dengan gadis buta sepertiku, Nona Zhuang tolong kurangi berbicara omong kosong. " Ucap Su Qionglin dengan wajah yang memerah karena malu.


"Bilang saja bahwa kamu malu untuk mengakuinya, Nona kedua. Sudah, sudah, aku tidak akan menggoda mu lagi. Ayo kita berjalan keluar dan menyambut dia bersama dengan keluarga mu. " Ucap Zhuang Qingyi dengan geli dan menuntun dirinya dengan hati hati.


Su Qionglin di ajak ke aula depan dimana semua orang sudah berkumpul disana dan Su Qionglin hanya agak terlambat sedikit.


"Mohon maaf karena menunda waktu kalian semua yang berharga. " Ucap Su Qionglin dengan sopan.


"Betapa tidak tahu aturan, kamu datang selalu lebih lambat dari orang tua, apakah kamu tidak tahu aturan dasar ?" Tanya Nyonya Su dengan suara pelan tapi jelas di telinganya.


Jenderal Su juga mendengar ini dan merasa tidak nyaman, terutama semua orang memahami alasan kenapa Su Qionglin selalu terlambat.


Tamu mereka bahkan tidak keberatan, tapi apakah Nyonya Su harus menegur Su Qionglin dengan begitu kejam ?


"Maafkan aku Nyonya Su , aku akan berusaha lebih cepat di masa depan. " Ucap Su Qionglin sambil menundukkan kepalanya.


"Sudah sudah, jangan perhitungan lagi dengan Qionglin. Maafkan saja dia, kamu tidak terlambat sepenuhnya Qionglin. Kamu hanya sedikit lebih terlambat dari yang lain, tidak apa apa. Tidak akan ada yang memarahimu, Tuan Muda Zhuang juga tidak keberatan dengan masalah ini. " Ucap Su Bei menengahi.


"Tidak apa apa, santai saja. Aku memahami kesulitan yang di alami oleh Nona Kedua, tidak perlu terlalu canggung. Kediaman Menteri Peperangan dan Kediaman Jenderal Su sudah bersahabat selama lebih dari 10 tahun, apakah perlu se canggung itu ?" Tanya Zhuang Zhiqi dengan bijak.


" Ha ha ha, itu benar. Aku merindukan saat saat ketika kami masih muda dan kami berlari ke jalanan untuk mabuk mabukkan lalu kami akan berakhir dengan ditarik telinga oleh orang tua kami. " Ucap Su Bei mengenang waktu dia ketika masih muda dan bermain dengan Menteri Zhuang saat ini.


Setelah mereka mendapatkan posisi masing masing, mereka jadi jarang bertemu dan hanya mengirim perwakilan saja karena Su Bei sering berada di perbatasan.


"Ayah mengatakan bahwa dia juga merindukan Tuan Su, tapi sayangnya tidak bisa hadir sendiri sehingga hanya bisa mengutusku untuk mengucapkan selamat kepada Jenderal Su yang telah kembali dengan kejayaan. Juga Tuan muda Su, yang telah berhasil menjadi Jenderal muda Su dan Nona ketiga Su, yang telah terpilih menjadi Calon Putri Mahkota. " Ucap Zhuang Zhiqi.


"Memiliki kamu, keponakanku, disini saja sudah membuatku senang. " Ucap Su Bei dengan terharu.


"Bawakan aku hadiah yang sudah aku siapkan. " Perintah Zhuang Zhiqi dan pelayan membawal lima peti hadiah yang diberikan kepada Kediaman Su.


"Apa ini ? Betapa banyaknya ? Apakah ini tidak berlebihan ? Keponakan, kamu tidak perlu untuk begitu repot dan membawa semua ini ? Kedatanganku kemari saja sudah membuat kami sekeluarga senang, seharusnya kami yang melayani mu tapi justru kamu yang begitu repot. Keluarga kami tidak bisa menerima hadiah sebanyak ini. " Ucap Su Bei dengan terkejut.


"Tolong jangan sungkan, Tuan Su. Ini sebuah pedang yang sudah aku cari selama beberapa minggu belakangan ini, pedang ini berkualitas baik dan hanya layak untuk dipakai oleh seorang Ksatria sejati seperti Tuan Su. Sedangkan ini adalah kalung, gelang, dan cincin mutiara untuk Nona ketiga Su. Ini adalah ikat pinggang dari kulit buaya untuk saudaraku, Su Yun. " Ucap Zhuang Zhiqi.


"Ini adalah kosmetik yang dibuat oleh Ibuku sendiri, untuk Nyonya Su. Sementara yang terakhir adalah papan catur untuk Nona Kedua Su. " Lanjut Zhuang Zhiqi dengan mengejutkan.


Su Bei menoleh ke arah Su Qionglin, seolah olah baru tahu bahwa putrinya bisa memainkan Catur.


"Kamu bisa bermain Catur ?" Tanya Su Bei.


"Kemarin aku bertemu dengan Nona Kedua Su di pusat permainan Catur, aku mengajarinya sekali dan Nona Kedua langsung dapat memahaminya. Aku pikir ini pasti akan berguna untuk Nona Kedua. " Ucap Zhuang Zhiqi menjelaskan terlebih dahulu.


"Oh ya ? Aku benar benar terkejut, Qionglin kamu benar benar berbakat !" Seru Su Bei dengan bangga, tapi tanpa diduga duga Nyonya Su berjalan ke depan dan menampar wajah Su Qionglin.