The Blind Maiden

The Blind Maiden
57. Keluarga Baru



Su Qionglin mengikuti tuntunan dari neneknya, Dewi Gunung Yi. Su Qionglin merasa bahwa jantungnya berdetak dengan kencang.


Selama ini, dia hidup dengan penolakan orang lain, hanya saja itu bukanlah berasal dari keluarganya sehingga dia menganggap bahwa itu biasa saja.


Tapi ini adalah keluarga dekatnya, kakek dan neneknya. Apakah mereka akan menerima dirinya atau menolak dirinya ?


Dia tidak berpengalaman dan tidak memiliki pengaruh apapun, dia juga agak bodoh dan lambat, itu tampaknya berbeda jauh dengan Ibunya.


"Suamiku, lihatlah siapa yang aku bawa !" Seru Dewi Gunung Yi dengan terharu.


Dewa Api Xian Shen yang sedang memperbaiki barangnya langsung mengangkat kepalanya dan melihat dengan tatapan terkejut bahwa dia melihat putrinya yang sudah lama menghilang.


"Ru Ling, kamu akhirnya kembali ke sini. Kamu akhirnya berbakti dan mengingat Ayahmu !" Seru Dewa Api Xian Shen dengan senang.


"Dia bukan Ru Ling !" Seru Dewi Gunung Yi memberi peringatan.


"Qionglin memberi salam kepada Kakek. " Ucap Su Qionglin sambil menundukkan kepalanya dan memberi hormat kepada Dewa Api Xian Shen.


"Kakek ? Kamu adalah Putri dari Ru Ling ? Betapa mengejutkannya !" Seru Xian Shen dan mendekati Su Qionglin lalu melihat wajah Su Qionglin dengan hati hati.


"Kamu sangat mirip dengannya, aku bahkan sampai salah mengenali. Kamu bisa datang kemari, lalu bagaimana dengan Ibumu ?" Tanya Xian Shen.


"Ibuku sudah tiada dari 15 tahun yang lalu, dia mengalami masalah ketika melahirkanku sehingga aku sendiri tidak pernah melihat wajahnya. " Ucap Su Qionglin dengan tenang.


Dewi Gunung Yi memberi isyarat pada Xian Shen untuk tidak membahas masalah ini lagi, jadi Xian Shen langsung tidak membahas masalah ini lagi.


"Ah, kalau begitu maka jangan bahas dia lagi. Kamu pasti sudah hidup menderita selama ini, kamu harus beristirahat dan besok kita akan mencari solusi untuk kedua mata indahmu. " Ucap Xian Shen dengan lembut.


"Ayo, nenek akan mengajakmu pergi ke kamar barumu, mulai sekarang ini adalah kamarmu. " Ucap Dewi Gunung Yi.


"Nenek, apakah kalian merasa keberatan karena aku terlahir buta ?" Tanya Su Qionglin dengan polos.


Mendengar ini membuat Dewi Gunung Yi merasa bersalah, dia adalah orang yang bertanggung jawab dalam hal ini.


Karena Qinya dan Xian Shen berlawanan, barulah bisa menghasilkan keturunan yang terkena dampaknya seperti ini.


Siapa yang menyangka bahwa itu juga akan diwariskan ke cucunya ? Bahkan cucunya merasa ketakutan ketika berada di dekatnya.


"Bagaimana mungkin kami keberatan ? Kami. menerimamu dengan apa adanya, kamu harus beristirahat terlebih dahulu. Kamu pasti sudah sangat lelah karena perjalanan panjang. " Ucap Dewi Gunung Yi.


Lalu, setelah itu Su Qionglin berbaring disana, merasa tidak bisa tidur dengan nyenyak karena masalah ini.


Dia merasa bahwa dia terlalu ketakutan, tapi sejak masalah Ling Yi, dia tidak bisa memungkiri bahwa dia benar benar ketakutan.


Disisi lain, Dewi Gunung Yi mengajak Yi Lian untuk berbincang masalah ini dengan Xian Shen.


"Anak ini menderita begitu banyak, aku tidak tahu jelas dan dia juga tidak berniat untuk bercerita, hanya saja sejak Ru Ling menikah karena statusnya yang rendah membuatnya dihina oleh banyak orang. Sehingga Qionglin juga terkena imbasnya, bahkan bukan itu saja semua orang membencinya karena dia buta. Hanya Ayahnya yang menyayanginya dengan tulus, tapi 1 tahun yang lalu dia meninggal dalam perang dan membuat Qionglin kehilangan seluruh kekuatannya. "


"Dia menikah paksa dengan seorang Jenderal, Jenderal Ling ini adalah orang yang kejam. Jenderal Ling ini tidur dengannya lalu pergi dengan wanita lain di keesokan harinya, belum lagi dia menghancurkan Keluarga Su, dia juga mengambil pasukan yang ditinggalkan oleh Suami Ru Ling. Ini membuat Qionglin ketakutan dan merasa cemas setiap kali memikirkannya. Bayangkan, betapa takutnya dia, dia tidak pernah bisa melihat bagaimana ekspresi orang yang sebenarnya, dia benar benar ketakutan. " Ucap Yi Lian dengan sedih.


Membayangkan bahwa keponakannya mengalami kehidupan seperti itu membuatnya tidak senang.


Dewi Gunung Yi mengepalkan tangannya, sementara Xian Sheng mengelus bahu istrinya, berusaha untuk memenangkan istrinya yang sedang murka itu.


"Ru Ling menjalani kehidupan di dunia fana dengan kesulitan dan meninggalkan putrinya yang hidup seperti ini, seandainya dia tidak begitu keras kepala maka semuanya tidak akan berubah menjadi seperti ini. "Keluh Dewi Gunung Yi.


"Karena sudah seperti ini maka semuanya harus dijalani, ini sudah takdir. Lalu, karena cucu kita telah berkumpul kembali maka kita harus memberikannya kasih sayang yang tidak dia dapatkan. Fu Lian juga sudah menyesal dan hidup dalam pengembaraan. " Ucap Xian Sheng dengan helaan nafas.


Semua orang menghela nafas dengan berat, dan mulai memikirkan tentang pengobatan untuk Su Qionglin.


Ini mungkin agak berat dan sulit, terutama ketika Su Qionglin sendiri sudah dewasa dan mencapai remaja berbeda dengan Xian Ru Ling yang diobati ketika dia masih bayi, ini benar benar merupakan sebuah tantangan bagi mereka.


Tapi, setelah diskusi yang sangat panjang, pada akhirnya mereka memiliki sebuah ide untuk mengubah Su Qionglin membentuk tubuh kembali untuk Su Qionglin dan mengobatinya.


Cucu mereka tidak boleh menjadi orang yang tertindas seperti ini, mereka benar benar tidak rela dengan tindakan yang dilakukan oleh orang orang dunia fana itu.


"Dia harus bisa membalas dendam baik untuk dirinya sendiri dan untuk Ibunya. " Ucap Dewi Gunung Yi dengan marah.


"Tidak perlu, jika dia senang hidup dengan damai, kenapa kamu harus memaksanya membunuh orang lain ? Yang perlu kamu lakukan adalah membuat dia merasa disayangi disini, jika dia nyaman tinggal disini, kenapa kamu harus memaksanya pergi ke Dunia Fana itu lagi ?" Tanya Xian Sheng dengan bijak.


Dewi Gunung Yi menarik nafas dalam dalam sebelum akhirnya dia menghembuskannya dengan lembut.


"Aku telah terburu oleh emosi sesaat, seharusnya aku mengerti hal ini dan tidak memaksanya. " Ucap Dewi Gunung Yi sambil menghela nafas.


Pada akhirnya , Dewi Gunung Yi memilih untuk melakukan apa yang disarankan oleh suaminya. Pagi pagi sekali, dia bangun untuk menyiapkan sarapan bagi cucu tercintanya.


Dewi Gunung Yi membuat tiga jenis kue, satu berbentuk bunga persik, yang lain berbentuk bunga lily, dan yang terakhir berbentuk bunga Haitang.


Masing masing , memiliki isi pasta kacang merah, kacang hijau dan daging kecap, itu adalah makanan kesukaan Ru Ling dulu.


Tidak tahu apakah Su Qionglin menyukainya juga, Dewi Gunung Yi merasa gugup dengan hal ini sehingga dia benar benar tidak bisa menahan rasa berdebar di dalam hatinya.


Dewi Gunung Yi takut bahwa Su Qionglin akan berpikir berlebihan dan merasa takut pada mereka.