Thanks For Your Love

Thanks For Your Love
Episode 9



"Eyyy wajahmu memerah minji'a", ucap minwoo sambil tetap mentertawakan minji yang semakin memerah wajahnya jika dirinya terus-menerus menggodanya.


"Hentikan itu minwoo'a, apakah kamu berniat membuatku malu? Jika tidak maka sebaiknya kamu segera hentikan itu, dan cepat habiskan makananmu, agar kita bisa cepat kembali ke kelas karena sebentar lagi waktu istirahat akan segera habis".


"Baiklah akan aku hentikan, kau tahu minji'a, kamu terlihat sangat sangat imut jika sedang berekspresi seperti itu, terutama saat wajahmu terlihat memerah jika aku menggodamu, dan kamu terlihat malu karena hal itu, aku jadi lebih semangat untuk menggodamu lagipula aku kan hanya menggoda pacarku sendiri dan bukan perempuan lain", ucap minwoo menjelaskan kepada minji sambil tersenyum manis,


"Okay...okay... Lakukanlah hal yang kamu sukai minwoo'a jika kamu benar-benar menyukainya, tapi kau tahu minwoo'a tetap saja hal itu sangat membuatku malu".


"Baiklah aku sudah selesai makan, kamu tunggu sebentar disini ya aku akan menyimpan peralatan bekas makanku terlebih dahulu okay?", ucap minwoo sambil berlalu membawa alat makan dan beranjak meninggalkan minji sendirian.


"Iya minwoo'a, aku akan menunggumu disini".


Setelah minwoo pergi meninggalkan minji, barulah disitu minji menyadari tatapan-tatapan mata yang terlihat iri hati padanya, dan sesekali minji mendengar para siswi tersebut sedang membicarakannya.


Minji tidak peduli dengan hal itu, toh hal itu tidak dapat membuat tekad minji berkurang agar bisa selalu dengan minwoo. Lagipula minji mengerti mungkin mereka hanya iri hati saja, karena minwoo lebih memilih dirinya dibandingkan mereka semua.


Sebenarnya asal kalian tahu saja bahwa minji sebenarnya hanya mencoba untuk mengerti dengan berpikir positif saja, dan tidak benar-benar mengerti. Minji seperti agar dirinya terus merasa kuat untuk menghadapi semua ini. Entah sampai kapan minji dapat mempertahankan pikirannya agar selalu bisa berpikir positif seperti ini.


"Hentikan tingkah konyolmu itu minwoo'a, lagipula aku sudah mengetahuinya, kau akan mengagetkanku bukan? Kau tahu aksimu itu terlihat sangat jelas dari layar handphoneku".


"Oh jadi kau sudah mengetahuinya ya hhehe", ucap minwoo kepada minji sambil menggaruk tengkuknya karena malu aksi konyolnya telah diketahui oleh minji.


"Berhubung kamu sudah selesai, ayo kita kembali ke kelas karena waktu istirahat hampir habis", ucap minji kepada minwoo sambil menggenggam tangan minwoo sehingga tangan keduanya kini berpegangan tangan.


"Okay, uhh kamu imut sekali minji'a, rasanya ingin sekali aku menciummu".


"Husst, kamu bilang apa barusan minwoo'a ? sembarangan, ingat kita ini sedang disekolah, perhatikan kata-katamu", ucap minji kepada minwoo dengan wajah yang sangat memerah lalu berlari kecil menjauhi minwoo karena dirinya malu mendengar kata-kata minwoo.


"Ya tuhan, minji sangat imut, aku tidak tahan dengan keimutannya",ucap minwoo pada dirinya sendiri sambil berusaha mengejar minji yang sudah terlebih dahulu sampai dikelas.


Lalu tidak lama kemudian minwoo bergumam "Lain kali sepertinya aku harus benar-benar menciummu minji'a, kau sangat imut dan menggemaskan diwaktu yang sama, sehingga membuat aku tidak tahan,jadi jangan salahkan aku minji'a", ucap minwoo mengakhiri gumamannya sambil melangkah masuk ke kelasnya.