
dasar kalian pengecut yang hanya berani menusuk dari belakang, awas saja kalau kalian sampai ketahuan olehku, aku akan membalasnya berkali-kali lipat dari apa yang telah ku terima hari ini, kalian dengar itu ?”, Teriak minji dari dalam toilet perempuan sekolah.
“Hhhaha rasakan itu dasar perempuan genit, beraninya kau mengambil apa yang harusnya menjadi milikku”, teriak perempuan yang menyiram minji dari luar toilet, dan segera pergi meninggalkan toilet tersebut.
“Hah apa ini mengapa akhir-akhir ini aku sering mengalami hal-hal seperti ini, menyebalkan sekali, rasanya ingin ku berteriak sekencang-kencangnya untuk melampiaskan semua ini ”. Ungkap minji dalam hati sambil berusaha menahan air matanya yang hampir terjatuh.
“sudahlah ayo lupakan semua ini, lagipula kelas selanjutnya akan segera dimulai, tidak baik jika aku berlama-lama didalam toilet, tapi apa yang harus kulakukan dengan rambutku yang masih sangat basah ini ? aishh masa bodolah dengan semua ini, semangat minji’a ”, ucap minji pada diri sendiri.
Setelah tiba didalam kelas, minji melihat sekeliling kelasnya dan kelasnya tersebut sudah akan memulai pelajaran selanjutnya dimana disana sudah terdapat guru yang sedang bersiap-siap untuk menjelaskan suatu materi pembelajaran.
“Permisi Bu Sela, bolehkah saya masuk mengikuti pembelajaran ibu ? maaf saya sedikit terlambat untuk masuk ke kelas setelah pelajaran olahraga tadi”, ucap minji pada guru.
“Silahkan masuk minji’a lagipula ibu masih belum memulai pembelajaran ini”, ucap guru sela pada minji untuk mempersilahkan masuk minji kedalam kelas.
“Terima kasih bu”, ucap minji lalu segera berjalan menuju tempat duduknya disebelah minwoo.
“Hai my angel, mengapa kau terlambat masuk ke kelas ? apakah sesuatu telah terjadi padamu ? tidak biasnya kau terlambat begini, it’s not your style right ?”, ucap minwoo pada minji.
“ahh, tenang saja tidak terjadi apa-apa padaku, lagipula mengapa kau memanggilku dengan sebutan itu ? ishh kau membuatku malu saja hhuh”, ucap minji pad minwoo sambil memalingkan wajahnya kearah lain lantaran dirinya malu sendiri setelah mendengar panggilan itu dari minwoo.
“eii, kaukan pacarku mengapa aku tidak boleh memanggilmu dengan sebutan itu ? apakah ada yang salah dengan itu ? bukankah kau menyukainya huh ? lagipula mengapa rambutmu basah seperti itu ? apakah keringatmu sebanyak itu sampai membuat rambutmu meneteskan air seperti ini ? seperti habis keramas saja”, ucap minwoo pada minji .
“yah tidak ada yang salah dengan itu, aku memang menyukainya tetapi tetap saja panggilan itu tetap membuatku malu jika aku mendengarnya langsung darimu, dan yah ini memang keringatku sehabis olahraga, entah kenapa hari ini aku berkeringat banyak sekali tidak seperti biasanya kan ?”
“dan hei mau sampai kapan kita bisik-bisik seperti ini ? sudahlah nanti kita bicarakan lagi, ingatlah sekarang kita sedang berada dikelas, kalau sampai ketahuan oleh bu sela bisa gawat tahu, apalagi aku terlambat masuk ke kelasnya, sekarang diam dan duduk manis lalu dengarkan materi pembelajaran yang disampaikan oleh bu sela okay ?”, ucap minji pada minwoo sambil tetap bisik-bisik seperti sebelumnya.
“okay, aku akan duduk manis kau puas huh ? "