
Akhirnya minwoo menolehkan kepala’nya dan menatapnya dengan tatapan yang err bisa di bilang cool, sampai akhirnya minji terbengong karena dirinya, minwoo shock dan panik apa yang harus dia lakukan, sampai bel berbunyi pun minwoo masih panik dengan keadaan minji yang kelihatan seperti berpikir dengan keras untuk mendapatkan sesuatu sampai berkeringat dingin seperrti ini, ungkap minwoo.
Wajah minji seketika menjadi cerah kembali lalu minji bertanya pada minwoo bahwa dirinya telah mengingat minwoo dan benar bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya tepatnya saat tadi pagi dia menabrak seseorang dan seseorang itu adalah teman sebangku’nya sendiri yaitu Choi minwoo, seketika itu dia bertanya pada minwoo.
”minwoo bolehkah aku bertanya kepadamu ? apakah kamu adalah pria yang tadi pagi aku tabrak dengan tidak sengaja eumm ? ku mohon tolonglah jawab agar aku dapat meminta maaf karena aku telah lalai hingga menyebabkan bukumu terjatuh dan sekarang aku merasa bersalah sampai seperti ini”, ucap minji pada minwoo.
Di sisi lain minwoo sedang kebingungan apa yang harus di jawab oleh’nya apalagi saat melihat minji yang terlihat setengah memohon kepada’nya, hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk menjawab pertanyaan dari minji “minji’a sebenarnya aku memang pria yang tadi pagi kamu tabrak itu, aku juga minta maaf karena aku juga telah lalai ketika sedang berjalan sehingga menyebabkan kau terjatuh tetapi apa yang kulakukan padamu hanyalah pergi begitu saja pada saat kau terjatuh dan bahkan tidak membantumu berdiri, jadi itu sepenuhnya bukan salahmu okay, jadi kamu jangan merasa bersalah lagi”, ucap minwoo.
“apakah kamu telah memaafkan aku minwoo’a ?”, Tanya minji pada minwoo.
“iya aku telah memaafkan mu minji’a, tolong maafkan aku karena aku juga telah menabrakmu tadi sehingga kau terjatuh serta telah bersikap dingin padamu”, ucap minwoo.
Disana mereka saling berbagi pengalaman yang pernah mereka alami hingga mereka tak menyadari bahwa waktu istirahat telah habis di karenakan mereka asik dengan topik pembicaraan mereka, hingga waktu sekolah telah habis mereka sudah terlihat sangat akrab dan sikap minwoo sudah tak sedingin saat tadi pertama bertemu.
hingga beberapa bulan setelah minji pindah ke sekolah barunya dia merasakan bahwa minwoo adalah anak yang baik dan juga tidak seperti pikirannya waktu dulu saat pertama bertemu, dirinya mengatakan bahwa minwoo adalah pria yang berdarah dingin serta sangat menyebalkan namun akhirnya dirinya menyadari bahwa minwoo bukanlah pria yang seperti itu, sampai keduanya sama-sama tak menyadari akan perasaan mereka yang merasa saling membutuhkan satu sama lainnya.
Suatu hari ketika minwoo sedang bingung dengan pikirannya antara menjadikan minji pacarnya atau tidak, dia di kagetkan dengan kehadiran sahabatnya yaitu Rey. rey adalah sahabat baik minwoo mereka bersahabat dari mulai smp pada saat dia berada di tahun pertama memasuki junior high school, rey yang melihat minwoo seperti ini dirinya selalu menebak-nebak apa yang sedang dipikirkan oleh sahabatnya itu, dirinya selalu penasaran akan apa yang sedang dipikirkaan oleh sahabatnya itu, tak lama setelah itu rey yang sudah memiliki rasa penasaran yang memuncak dirinya langsung menanyakan rasa penasaran nya itu kepada minwoo sahabatnya. Akhirnya minwoo menceritakan apa yang sedang mengganggu di pikirannya kepada sahabatnya itu berharap sahabatnya itu dapat membantu dan memberikan solusi kepada’nya tentang masalah yang sedang dia pikirkan.
Dengan apa yang sudah dikatakan minwoo kepada rey, ternyata rey semakin penasaran akan siapa perempuan yang sudah membuat minwoo seperti ini, dia semakin bingung karena perempuan tersebut sangat hebat karena telah membuat minwoo sahabatnya menjadi seperti ini padahal sebelumnya minwoo terkenal dengan julukan pria tampan namun berhati dingin, yaahh walaupun begitu sebenarnya minwoo adalah anak yang rajin dan baik hati hanya saja dia bersikap seperti itu karena dirinya tidak ingin mempunyai banyak teman dan dia tidak ingin salah dalam memilih pergaulan dikarenakan teman-temannya nanti, maka dari itu minwoo mulai menerapkan sikap dan hati yang dingin kepada teman-teman perempuannya.