
Brukk…
“ahh mianhae sunbae aku tidak sengaja, sekali lagi tolong maafkan aku ne” ucap minji.
Laki laki yang bernama minwoo itu hanya diam tanpa kata dan mengambil bukunya yang sempat terjatuh, lalu setelah kejadian itu menimpa’nya minwoo pergi setelah dirinya berkata “berhati-hatilah karena disini tempat ramai, jika kamu berjalan lihatlah jalan jangan memikirkan sesuatu ketika kamu berjalan karena kamu bisa saja menabrak orang yang sedang berjalan disekitarmu” ucap minwoo sambil berjalan menjauhi tempat tadi.
“Aishh hari pertama masuk disekolah baru saja aku sudah menabrak seorang sunbae aishh memalukan sekali diriku ini” gumam minji dengan suara yang hampir tidak terdengar oleh siapapun yang berada disekitarnya.
hari ini minji datang seperti biasa sama ketika dia berada disekolah lamanya, ditambah lagi hari ini dia harus mencari kelas baru’nya, namun dia agak kebingungan saat mencari kelas barunya, kebetulan sekali dia bertemu dengan salah satu siswa disana sehingga dia dapat bertanya pada siswa tersebut dimana letak kelas barunya itu,
”akhirnya aku menemukan kelas baruku juga walaupun tadi aku sempat menabrak orang aku jadi merasa tak enak padanya” ucap minji,
ketika minji sedang sibuk dengan pemikiran’nya saat tiba didepan kelas barunya yang bagus, ia sampai terpesona dimulai dari interiornya yang bagus dan bersih serta ruang kelas yang besar dengan di lengkapi komputer disetiap mejanya, minji sampai tak menyadari bahwa kelas barunya tersebut sudah memulai kegiatan belajar mengajar.
Sedangkan dirinya masih sibuk dengan keterpesonaannya oleh keadaan kelas barunya yang bisa di bilang waww amazing, dirinya sampai tak menyadari bahwa sedang menjadi sorotan berbagai siswa maupun siswi disekitarnya, dirinya baru tersadar ketika guru yang sedang mengajar memanggil’nya.
Dirinya tersadar sekaligus merasa malu sekali karena telah terpesona sampai seperti itu, sehingga dia menjadi sorotan para siswa maupun siswi, akhirnya dengan perasaan malu dia memperkenalkan dirinya dihadapan para siswa maupun siswi yang nantinya akan menjadi teman-teman barunya.
“annyeonghasseo naneun Lee Minji imnida manaseo bangapseumnida” sambil sedikit membungkukkan badan’nya. sampai pada akhirnya dirinya di persilahkan duduk di kursi barunya, dirinya mendapatkan tempat duduk di sebelah pria yang menurutnya cool dan bisa di bilang keren, ungkap Minji dalam hati.
“bolehkah saya tau siapa namamu, namaku minji”.
Tanya minji pada teman sebangku’nya namun pria tersebut sedikitpun tak menoleh saat dirinya ingin mengajak berkenalan. aishh pria ini membuatku malu saja aku kan hanya ingin tau nama’nya saja apakah itu tidak boleh kita kan akan menjadi teman sebangku dasar pria berdarah dingin dan menyebalkan, ucap minji.
Sebenarnya aku sangat malu berkenalan dengan minji karena dia gadis yang cantik dan manis, aku sengaja bersikap dingin pada’nya karena aku malu jika berhadapan dengannya aishh jinjayeo aku bisa gila dengan pesonanya saja, tolong maafkan aku minji, aku sebenarnya tidak bermaksud untuk seperti itu di awal pertemuan kita, karena aku malu saat kita tadi secara tidak sengaja bertabrakan, jujur aku merasa sangat malu, apalagi pada saat tadi bertabrakan aku bahkan tidak membantumu untuk berdiri dan hanya pergi begitu saja, dan lagi aku bahkan tidak menyangka bahwa kau akan menjadi teman sekelasku bahkan teman sebangku ku, batin minwoo berkata.
Setelah beberapa waktu berlalu akhirnya minji menolehkan sedikit penglihatannya kepada minwoo rasa’nya aku pernah bertemu dengaan pria ini sebelumnya tapi dimana ya, ungkap minji.
“cogiyeo apakah kita pernah bertemu sebelumnya ? tapi aku merasa kita pernah bertemu sebelumnya namun aku tak tahu entah itu dimana, rasanya dengan melihat wajahmu saja itu aku merasa familiar”