Thanks For Your Love

Thanks For Your Love
Siapa Tahu–Tempe



Masih area 21 +++


Harap bijak memilih bacaan Bos-Qyuuu 😍


Happy Reading 😊


Rombongan Famillymoon itu pun tiba di Kepulauan Maldives. Salah satu negara yang belakangan ini jadi nge-hits banget di kalangan para traveler. Hamparan pasir putih dan lautnya yang biru jernih membuat siapa pun ngiler untuk segera pergi ke sana. Kepulauan Maldives ini memang pas banget untuk tempat liburan ataupun honeymoon bersama pasangan karena menyuguhkan banyak pilihan tempat wisata romantis.


Tak tanggung-tanggung Indah langsung membooking Angaga Island Resort salah satu resort yang menghadap langsung ke Samudra Hindia, resort yang full bungalow yang apik ini berada di pulau pasir putih yang dikelilingi oleh laguna dan terumbu karang.


Masing-masing pasangan tinggal di satu bungalow. Sedangkan Tommy dan Roma mendapat bungalow yang paling istimewa dan yang lebih mewah dan lebih indah dari yang lainnya yang terletak ditempat yang paling ujung. Indah sengaja memilih tempat tersendiri untuk pasangan itu yang pastinya dia tahu keinginan putranya yang tidak ingin diganggu selama mereka liburan.


"Kalian udah pada laper kan, sekarang kalian ambil masing-masing kunci bungalownya lalu simpan barang-barang kalian, terus kita let's go makan." ucap Indah memberi aba-aba pada semua rombongannya. Karena rombongan itu diketuai oleh Nyonya besar yaitu Nyonya Indah sendiri.


Semua langsung bergegas menyimpan barang-barang mereka begitu juga pasangan pengantin baru itu.


"Mas kenapa sih kita dapet bungalow yang paling ujung? Jauh lagi dari yang lain." protes Roma yang membayangkan akan kelelahan berjalan setiap mau keluar dari bungalownya.


"Udah ga usah protes, itu udah jadi pilihan Mami. Jadi kita ikuti saja." Tommy tersenyum sumringah, ia memang sengaja me-request pada sang Mami untuk memilihkan bungalow yang jauh untuk mereka sengaja supaya membuat Roma malas untuk keluar dari kamarnya.


Sementara lain dengan Mita, dirinya masih berdiri bengong ditempatnya karena dia ga tahu akan tinggal di bungalow yang mana.


"Ikut aku." sebuah tangan menariknya untuk mengikutinya.


"Kemana?" tanya Mita pada pria yang menarik tangannya itu yang tak lain adalah Ken.


"Kita tinggal di bungalow yang sama."


"What???" Mita terkejut mendengar ucapan pria itu.


"Kamu tenang saja. Nyonya juga ga mungkin membiarkan kita tidur sekamar. Di bungalow itu bukan hanya ada satu kamar, di dalamnya ada dua kamar yang terpisah. Jadi kamu ga perlu takut." jelas Ken pada Mita yang terlihat masih berpikir.


"Tapi bagaimana pun tetap saja kita tinggal dibungalow yang sama, apa itu pantas?" Mita masih ragu untuk ikut dengan pria itu.


"Apa kamu mau tidur sekamar denganku?" goda Kendrick sambil memainkan kedua alis matanya.


"Ngaco kamu–." Mita memukul pelan lengan pria itu.


"Ya sudah mau bagaimana lagi? Mau ga mau kita ikuti saja. Aku baru saja tanya ke pemilik resort ini katanya semua bungalow sudah penuh. Nyonya memesan bungalownya pas-pasan. Jadi gimana? Apa kita nginep di villa yang lain aja?" Ken memberi pilihan kepada Mita dan terlihat gadis itu masih berpikir keras.


"Berdua aja?" Ken menganggukkan kepalanya. "Terus apa bedanya dengan disini?" sambungnya lagi dengan bibirnya yang manyun.


"Ya udah terima aja. Aku ga akan apa-apain kamu. Jadi kamu tenang aja." Ken berjanji dan Ken bukanlah pria brengsek yang suka menggoda gadis-gadis apalagi menyakitinya.


"Tetep aja ga pantes." gumamnya dalam hati lalu mengikuti pria itu masuk ke bungalow yang sama.


...💞💞💞💞...


Setelah sampai di bungalownya Roma melihat ke sekeliling kamarnya. Temlat yang sangat menakjubkan interior dan desainnya sangat minimalis dan terlihat indah. Ia dapat melihat keindahan air laut langsung. Lalu berjalan ke kamarnya dan langsung menjatuhkan tubuhnya ditempat tidur yang penuh dengan taburan bunga mawar. Lelah rasanya naik pesawat berjam-jam lamanya namun hilang seketika ketika mencium aroma bunga yang membuat nyaman dan terasa lembut ketika dicium.


"Sayang, ga mau makan dulu?" tanya Tommy sambil menyimpan barang-barang mereka ke dalam wardrobe.


Tidak tahu kalau ucapannya itu memancing sesuatu yang lain dari pikiran Tommy.


Pria itu ikut berbaring disamping Roma kemudian mencium kening Roma dengan lembut dan tak tinggal diam ciumannya itu turun ke mata, pipi, lalu bibirnya.


Roma yang merasa sudah sangat lelah ketika dipesawat tadi hanya menerima dengan pasrah setiap sentuhan sentuhan suaminya itu, tapi lama-kelamaan gairahnya pun kembali memuncak setelah perlakuan Tommy yang semakin membuatnya terbang kenirwana. Tangannya yang mulai mer*mas gunung Roma perlahan dan semakin lama semakin kencang dan gemas.


Kemudian Tommy mengulum bibir Roma, sebuah ciuman yang sangat memabukkan itu. Tangannya lalu membuka seluruh pakaian yang menutupi bagian tubuh istrinya itu lalu Tommy membuka pakaiannya sendiri.


Tommy menghujam miliknya ke inti tubuh istrinya itu ketika inti istrinya itu sudah terasa sangat basah. Tommy kembali melakukan penyatuannya. Rintihan dan desahan mereka menyatu mengiringi olahraga percintaan mereka. Seolah itu menjadi suara alunan musik yang memabukkan.


Hampir satu jam lebih mereka masih berada di dalam bungalow itu.


Sementara yang lain sudah selesai menikmati makan siang mereka yang tertunda beberapa jam karena masih diperjalanan. Didalam pesawat sebenarnya mereka sudah makan tapi tidak nikmat rasanya jika tidak makan bersama.


Dua jam kemudian mereka baru keluar dari bungalownya. Sebenarnya bisa saja mereka meminta pelayan supaya makanannya dihantarkan ke kamar mereka tapi Roma ingin keluar berjalan-jalan sambil menikmati keindahan pulau itu.


"Cieee, mentang-mentang pengantin baru di kepit terus tuh istri." ejek Zio yang melihat pasangan itu keluar sambil bergandengan.


"Kayak ga pernah jadi pengantin baru aja lo." ucap Tommy. "Sekarang lo nikmati aja honeymoon lo yang kedua. Mumpung si Tirta lagi dijagain sama Eninnya." balas Tommy.


"Kalian mau kemana?" tanya Ken yang saat itu baru datang bersama dengan Mita.


"Nih juga baru nongol, udah sama kayak yang baru manten ajah." kini giliran Ken yang mendapat sindiran dari Zio.


Ken yang baru datang itu bingung karena tiba-tiba Zio langsung nyerocos ga jelas gitu.


"Gue kecapean bego, tadi malam gue lembur. Makanya tadi gue milih tidur dulu sebentar. Mita juga abis dinas malam tadi." tuturnya bicara apa adanya.


"Tapi kalian tidur beneran kan?" pertanyaan ambigu itu datangnya Roma.


"Sialan Lo Rom, Lo kira gue cewek apaan." sahut Mita yang tahu apa yang dimaksud oleh sahabatnya itu.


"Siapa tahu–" Roma belum selesai mengucapkan kalimatnya tiba-tiba langsung dipotong Mita. "Tempe!!!" seru Mita dan membuat semua tertawa.


"Jadi kalian belum makan juga Bosqu??" tanya Ken dengan nada mengejek.


"Belum." jawabnya singkat.


"Udah yuk Mas, aku udah laper nih." ajak Roma tapi membuat yang lainnya melongok.


"Mas???" Mita, Zio dan Ken terkejut dengan panggilan Roma kepada suaminya itu.


"Iya emang kenapa? Ada yang salah?"


Bukannya menjawab mereka malah tertawa. Mereka merasa geli mendengar Roma si gadis batak memanggil suaminya dengan sebutan Mas.


Udah dulu yach. Njut ecok again 🤗