
Sesuai instruksi dari Ken, Pak Yanto pun langsung melajukan mobilnya kearah jalan yang menuju alamat rumah Roma. Sebelumnya Ken sudah melacak keberadaan Tommy dan benar saja siapapun tidak ada yang bisa melewati jalan Tol itu karena jalan Tol yang dimaksud Ken sudah disabotase, yang mengatakan kalau dijalan sedang ada perbaikan.
"Sebaiknya Bapak memilih jalur lain saja Pak." ucap sang penjaga Tol tersebut yang tak lain adalah bagian dari kelompok penculik yang menyamar sebagai petugas dari PT Jasa marga itu.
"Tapi saya harus melewati jalan ini pak." ucap Yanto yang bersikeras ingin melewati jalan itu.
Braaakkk.
Sebuah mobil memaksa masuk melewati jalan Tol yang sudah di pasang palang sedang diperbaiki itu.
"Mobil itu kan mobil Tuan Ken?" Batin Yanto.
"Kejar mobil itu–." perintah sang petugas gadungan itu pada anak buahnya.
"Sebenarnya kalian siapa? Kalau mobil itu melanggar aturan seharusnya yang mengejarnya itu polisi bukan bandit kayak orang-orang itu." ucap Pak Yanto polos saat melihat orang-orang yang diperintahkan untuk mengejar Ken. Pak Yanto tidak tahu kalau mereka itu adalah sekelompok penjahat yang menculik Roma.
"Berisik...! Sana Lo–." petugas gadungan itu mendorong keras tubuh Pak Yanto hingga Pak Yanto terjatuh dan terduduk di aspal.
Petugas gadungan itu lalu bergabung dengan teman-temannya meninggalkan Pak Yanto.
"Eehmmm... Eemmmm...."
Pak Yanto mendengar seperti ada suara yang tertahan. Pak Yanto pun bangun dan berjalan kearah sumber suara itu.
"Eemmm.... Eemmm.."
Dug dug dug dug.
Terdengar seperti pintu yang dihentak-hentakkan dengan kepala. Dan benar saja seorang petugas dari PT Jasa Marga itu sedang terduduk dilantai dengan tangan dan kali yang di ikat dan mulutnya dibekap dengan lakban.
"Ya Allah Gustiii, Neng kenapa? Kok bisa di ikat begini?" Pak Yanto melepaskan lakban yang membekap mulut petugas wanita itu.
"Pak mereka semua penjahat pak dan mereka sudah menyabotase jalan ini sejak 2 jam yang lalu." ucap wanita itu. "Pak tolong lepaskan saya dan teman-teman saya Pak." ujar wanita itu.
"Apa masih ada yang lain yang di ikat begini selain Eneng?" Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya.
"Ya Allah Gusti, meni ada orang jahat begitu ya. Padahal ini teh dunia nyata bukan dunia sinetron." ucap Pak Yanto sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Setelah berhasil melepaskan ikatan wanita itu, Pak Yanto dan Yudiana nama yang tertera di name tag wanita itu langsung membantu melepaskan petugas lainnya.
Ada 4 orang yang disekap di masing-masing ruangan yang berukuran kurang lebih 2 x 2 meter itu. Mereka semua berterimakasih pada Pak Yanto yang telah menolong mereka lalu segera melaporkan kejadian yang mereka alami kepada pihak yang berwajib.
Pak Yanto segera melajukan mobilnya menyusul Ken yang mencari keberadaan Tommy.
...♨️♨️♨️...
"Tom, Tommy–." panggil Ken sambil menepuk-nepuk pipi Tommy.
"Ken–. Roma mana Ken?" Tommy langsung menanyakan keberadaan kekasihnya itu.
"Sepertinya Roma diculik Tom."
"Shiitt–. Gue tahu Roma diculik tapi siapa mereka? Cepat cari tahu." Tommy memilih masuk ke Mobil Ken dan meninggalkan mobil penjahat itu.
"Sebaiknya telpon Bara? Lo harus kasih tahu mereka kalau Roma diculik Tom?"
"Gue rasa Bara udah tahu kalau Roma diculik. Gue lihat Roma menghubungi bara sebelum penjahat itu membawanya pergi. Sekarang cepat lacak keberadaan Roma."
Ken yang menyetir langsung melakukan panggilan telepon pada salah satu anak buahnya yang ahli Information Technology atau yang di kenal dengan ahli IT.
"Tolong lacak keberadaan ponsel Roma, nomornya–?" Ken menatap Tommy dan Tommy pun langsung menyebutkan nomor telepon Roma.
"0811xxxxx"
Selang 5 menit menunggu akhirnya anak buahnya itu pun berhasil melacak keberadaan Roma.
"Tuan sepertinya Nona Kalycha dibawa ke daerah Jakarta Utara tepatnya di perkampungan Kampung Baru Tembok Bolong."
"Baiklah, Terimakasih Fer." ucap Ken pada sang ahli IT yang bernama Fernando. Lalu memutuskan panggilan teleponnya.
Ken langsung menginjak gasnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
"Ken sepertinya kita di ikuti." ucap Tommy.
"Aku tahu. Setelah ini kita keluar dari Tol. Dan minta Fernando untuk meng-heck rambu lalulintas yang ada diluar Tol ini."
"Oke." Tommy kembali menelpon Fernando.
"Ada yang bisa saya bantu lagi Tuan?" Fernando sepertinya tahu kalau kedua bosnya itu sedang ada masalah.
"Cepat heck lampu merah yang ada di depan Tol xxx."
"Baik Tuan." tanpa menunggu lama Fernando langsung mengerjakan tugas yang diberikan atasannya itu.
"SEKARANG FER–." teriak Ken dan langsung menginjak gasnya penuh.
"Beres Tuan."
Klik.
Fernando langsung menekan tombol Enter pada komputernya.
Dan mereka pun berhasil menghentikan penjahat yang mengikuti mereka dari belakang dengan membuat mereka terjebak di lampu merah.
"Terimakasih Fer." ucap Tommy kepada bawahannya itu.
"Sama-sama Tuan."
Tommy kembali memutuskan panggilan teleponnya.
"Tapi kenapa mereka membawa Roma ke perkampungan itu?" Tommy tidak habis pikir, biasanya seorang penjahat akan membawa sanderanya ke hutan atau ke hotel atau ketempat yang sepi seperti bangunan tua. Kenapa ini malah ke perkampungan?
"Tom, kalau ga salah seingat gue. Perkampungan itu pernah kebakaran beberapa tahun yang lalu dan beberapa bulan lalu juga kembali terjadi kebakaran. Mungkin saja mereka sengaja membawa Roma kesana untuk mensabotase seolah-olah terjadi kebakaran lagi dan membuat Roma sebagai korbannya."
"Ken– Lo jangan nakut-nakuti gue."
"Itu hanya feeling gue aja, ya mudah-mudahan ga bener."
...🍥🍥🍥...
Benar seperti yang Fernando katakan Roma memang dibawa ke daerah Jakarta Utara di perkampungan Tembok Bolong. Barman dan anggotanya sudah lebih dulu sampai di tempat kejadian perkara. Mereka seperti anak Intel sengaja melepaskan seragam mereka untuk mengalihkan perhatian penduduk supaya tidak heboh saat melihat kedatangan mereka yang berkisar 10 orang.
Dan beberapa Intel polisi setempat juga sudah ikut membantu untuk mencari keberadaan Roma.
"Sepertinya mereka berada dibangunan yang baru terbakar itu." Barman mengarahkan anggotanya untuk lebih mendekat kearah bangunan yang ditunjuk Barman.
"Hati-hati." Barman mengisyaratkan kepada anggotanya untuk berhati-hati karena para penjahat itu juga memiliki senjata api.
Barman bergerak cepat memimpin penggerebekan para penculik itu. Dan dengan mudahnya Barman mendobrak pintu yang sudah reot karena sisa-sisa bangunan yang terbakar itu. Terlihat Roma sedang duduk terikat dengan mulut yang dibekap lakban hitam.
"Bang Barman." Roma menangis memanggil nama Abangnya itu.
Barman pun bergegas membuka ikatan tangan dan kaki Roma. Tapi sebelum membukanya Roma mendorong Barman dengan kakinya supaya menjauh darinya.
"Apa yang kau lakukan Badi?"
"Bang Barman pergilah cepat, biar Badi disini Bang–."
"Apa yang kau katakan?" Barman semakin bingung melihat sikap Roma. "Kamu tenanglah–, Abang sudah disini untuk menyelamatkanmu dan membawamu pulang."
"Pergilah Bang, aku mohon."
Barman bingung melihat adiknya yang terus saja memintanya untuk pergi.
"Telusuri semua bangunan ini." perintahnya kepada anggotanya.
"Bang, cepat tinggalkan tempat ini dan bawa anggotamu keluar dari sini Bang." Roma terus saja menangis.
"Kamu bicara apa Badi?"
"Di tas pinggang ini sudah dipasang Bom Bang–, jika Abang membuka talinya maka b ini akan meledak. Pergilah sekarang, Aku mohon–."
"APA?" Barman tampak terkejut mendengar ucapan adiknya itu. Dengan cepat Barman membuka resleting tas pinggang yang dipakai Roma dengan perlahan dan menyadari terlihat waktu yang tertera disana tinggal 15 menit lagi.
"SIAL." teriak Barman. "CEPAT BAWAKAN AKU ALAT PENJINAK BOM." teriak Barman pada anggotanya.
Barman pernah mendapatkan pelatihan langsung untuk menjinakkan Bom. Dan dikesatuannya dirinyalah yang paling handal dalam menjinakkan benda mematikan itu.
"Badi, Kamu tenanglah. Abang pasti akan menolongmu."
"Pergilah Lae, biar aku yang menemani Roma disini." ucap Tommy yang baru saja sampai dibangunan itu.
Tommy terkejut mendengar teriakan Barman yang meminta alat penjinak Bom langsung berlari menuju tempat Roma disekap.
"Siapa Kau?" Barman yang belum mengenal Tommy tampak kesal karena menyuruhnya untuk pergi meninggalkan adik kesayangannya itu.
Jeng Jeng Jeng
Berlanjut ya buka Bersambung 😁😁
Monday Gaes Jangan Lupa VOTE yach
Karena Vote Kalianlah yang jadi Mood boosternya Author 😍