
padahal aku hanya mengkhawatirkanmu saja asal kau tahu itu angel”. Ucap minwoo sambil berdecak sebal dan mengerucutkan bibirnya, karena apa yang dikatakan minji ada benarnya juga bahwa benar dirinya masih didalam kelas.
Melihat minwoo yang berdecak sebal seperti itu membuat minji tersenyum melihat tingkah konyol pacarnya tersebut. Menurut minji tingkah konyol pacarnya itu sangat imut apalagi dengan wajah sangat tampan dapat bertingkah seperti itu, itu merupakan hal yang sangat menakjubkan bagi minji, apalagi orang yang sangat tampan itu merupakan pacarnya. Minji sangat senang sekali memiliki pacar yang seperti minwoo, perhatian, baik, pintar, tampan, imut dan bahkan masih banyak hal yang tidak bisa minji ungkapkan tentang kelebihan minwoo yang lainnya.
Minji berharap agar dapat memiliki minwoo selamanya, karena baginya minwoo orang yang sangat penting dan peduli padanya. Minji rela untuk melakukan apapun selama dirinya bisa terus bersama dengan minwoo, berharap agar minwoo selalu tetap menyayangi dan menyukainya seperti sekarang ini dan selalu ada saat dia membutuhkan minwoo, itupun sudah cukup bagi minji.
Ternyata ekspetasi tidak selalu sesuai dengan kenyataan yang ada. Nyatanya perlu berbagai upaya agar minji bisa terus tetap bersama dengan minwoo, tetapi sesuai dengan perkataannya dirinya akan selalu berusaha agar terus bersama minwoo tidak peduli apapun yang terjadi dengannya, selama dirinya bisa melakukan hal itu maka ia akan melakukannya.
Sama hal nya seperti sekarang ini minji tidak ingin menceritakan kejadian yang dialaminya baru-baru ini, karena minji tidak ingin membuat minwoo mengkhawatirkannya, maka dari itu minjipun merahasiakan kejadian tadi dengan mengatakan tidak terjadi apa-apa pada dirinya saat minwoo tadi bertanya, dengan harapan minwoo tidak akan mengetahuinya.
Sampai kelas berakhirpun minji terus memikirkan bagaimana caranya agar minwoo tidak mengetahui pembulian yang dialaminya, sehingga minji tidak sadar bahwa sejak pelajaran dikelas berakhir minwoo selalu memperhatikan gerak-gerik minji yang dirasanya ada yang tidak beres.
Hingga akhirnya minwoo pun mengajak pergi minji ke kantin sekolah untuk sekedar mengisi perut seperti sekarang ini,
"minji'a kita ke kantin sekolah yuk, aku lapar karena tadi sudah mengikuti kelas olahraga, apakah kamu tidak lapar ? Kita kan tadi sama-sama mengikuti kelas olahraga. Ayolah daritadi kamu melamun terus, apakah aku berbuat salah padamu? ", ucap minwoo pada minji yang masih bergeming dengan dunianya sendiri.
"fiuhh, akhirnya kau tidak mengabaikan aku lagi minji'a, kau tau minji'a hal yang paling menyebalkan bagiku adalah ketika kau mengabaikanku, aku merasa takut jika kau mengabaikanku, aku takut bahwa itu pertanda bahwa kau sudah tidak menyukaiku lagi minji'a", ucap minwoo pada minji dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.
"minwoo oppa, maafkan aku aku tak sengaja untuk mengabaikanmu seperti tadi, kamu tahu aku kan bahwa aku tidak mungkin mengabaikanmu, maaf aku hanya lelah saja, maafkan aku ya".
Melihat minji yang meminta maaf padanya, minwoo seketika menghentikan wajahnya yang tadi berekspresi sesedih mungkin, menjadi berekspresi seceria mungkin, lalu menggenggam tangan minji agar minji mengikutinya ke kantin sekolah untuk mengisi perutnya yang dari tadi berbunyi minta segera diisi makanan.