Thanks For Your Love

Thanks For Your Love
Episode 8



Sesampainya dikantin minwoo dengan segera memesan dan memakan makanannya untuk meredakan perut yang terus berbunyi minta diisi, sedangkan minji hanya memilih memesan jus strawberry saja karena dirinya merasa tidak begitu lapar.


Melihat minwoo yang memakan makanannya dengan lahap. Membuat minji tersenyum dengan sangat manis, karena minji senang melihat ekspresi minwoo yang imut, seperti sedang kelaparan sehingga dirinya tidak mau berbagi makanannya walaupun hanya sedikit saja,  hingga menyebabkan mulutnya penuh dengan makanan.


Minji senang melihat minwoo yang mempunyai nafsu makan yang tinggi, dirinya berpikir seandainya jika ia memasakan bekal untuk minwoo, akankah minwoo menyukai masakannya?


"minji'a mengapa kamu tidak memesan makanan? Apakah dengan meminum jus strawberry dapat membuat perutmu kenyang? ", ucap minwoo dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"oh aku tak mengapa, hanya merasa tidak terlalu lapar saja minwoo'a, lagipula dengan meminum jus ini perutku saja sekarang sudah kenyang". Ucap minji kepada minwoo sambil tetap memperhatikan minwoo.


"jika begitu ya sudahlah, lagipula kamu juga pasti lebih tahu apa yang terbaik untukmu ya kan, my angel?", ucap minwoo pada minji sambil memberikan wink andalannya pada minji yang langsung tersedak minumannya seketika. setelah melihat minwoo memberikan wink kepadanya sehingga menyebabkan mukanya menjadi memerah padam.


"yakkk, uhukk hukk d-ddasar kamu ini menyebalkan sekali, bukankah sudah kubilang jangan pernah memanggilku angel? Apalagi ditempat ramai seperti kantin sekolah ini, kau ini sungguh menyebalkan apakah kau tidak lihat sekitar orang-orang memperhatikan kita, apakah kamu senang sekali jika menjadi pusat perhatian? Lalu apa-apaan matamu itu? Kau tahu minwoo'a kamu terlihat seperti om-om penggoda diluar sana", ucap minji seraya mencubit punggung tangan minwoo yang berada diatas meja dengan penuh kasih sayang yang berlebihan sehingga menyebabkan minwoo mengaduh kesakitan dibuatnya.


"makanya, bukankah sudah kubilang jangan memanggilku seperti itu dan bertingkah menggoda, tapi kamu ngeyel sekali, dan lebih baik kamu hentikan ekspresi pura-puramu itu minwoo'a, kamu sama sekali tidak pandai berakting seperti itu, jadi lebih baik kamu hentikan itu huh", ucap minji sambil mengembungkan pipinya seraya memanyunkan bibirnya.


"minji'a kamu tadi banyak sekali bertanya padaku, tanpa memberikan aku kesempatan untuk menjawabnya, dan kamu malah mencubitku hingga tanganku memerah seperti ini, kamu tahu aku memang kesakitan saat tadi kamu mencubitku ", ucap minwoo sambil memperlihatkan tangannya yang memerah kehadapan minji.


Apakah kamu tidak menyukainya jika aku memanggilmu angel? Bukankah saat tadi dikelas kamu bilang kamu menyukainya jika kamu ku panggil angel? Lalu apa masalahnya dengan panggilan itu? Lalu soal aku yang bertingkah seperti penggoda itu, aku memang sedang menggodamu minji'a hhehe, Lalu yang terakhir apakah kamu sedang balik menggodaku dengan berekspresi seperti itu? Heum? "


"Aishh, kamu ini bisa tidak jangan memanggilku angel jika ada banyak orang, aku memang menyukai panggilan itu tapi jika kita sedang berdua saja dan sedang tidak ada orang diantara kita, maksudku itu eumm  seperti itu makanya tadi aku jadi gemas sekali saat kamu memanggilku dengan panggilan  itu dihadapan orang banyak, saking gemasnya aku jadi mencubitmu dengan penuh kasih sayang bukan?


Aishh kau bertingkah seperti om-om saja jika kamu bertingkah seperti tadi, jadi berhentilah menggodaku minwoo'a, lalu aku ini sedang tidak menggodamu kamu tahu? Aku ini hanya sebal karena kamu menggodaku", ucap minji dengan wajah yang memerah karena malu dikatai sebagai penggoda.