Thanks For Your Love

Thanks For Your Love
Restu Bara



Sudah hampir 2 minggu kepergian Tommy yang tak satupun tahu dimana keberadaannya kecuali Ken. Dan selama itu pula Bella selalu datang ke kantornya untuk menemuinya. Lagi-lagi dirinya dibuat kesal karena hanya disambut oleh asistennya Ken.


"SEBENARNYA TOMMY KEMANA?" Bella sudah sangat kesal dan membentak Ken. Karena sudah beberapa hari dia mencari Tommy tapi Tommy tidak juga bisa dihubungi bahkan ditemuinya. Bella juga sudah berusaha membujuk Ken untuk memberitahukan dimana keberadaan Tommy tapi hasilnya nihil. Ken tetap tidak memberitahu dimana keberadaan Tommy.


"Masa kamu asistennya tidak tahu kemana perginya bos kamu?"


"Kalaupun aku tahu aku tidak sudi memberitahukannya padamu Nona."


"Maaf Nona, Tuan Tommy tidak mengatakan kepada saya kemana dia pergi jika itu menyangkut urusan pribadinya." ucap Ken tegas dan itu membuat Bella semakin kesal.


"Memangnya aku ga tahu siapa kamu sebenarnya? Kalau saja Tommy tahu mungkin dia tidak mau lagi bertemu denganmu Nona."


"Jadi kapan dia akan pulang? Boleh aku tahu alamat Apartemennya?" Bella masih tetap berusaha untuk membujuk Ken.


"Maaf Nona, untuk hal itu saya tidak berani Nona. Jika Nona ingin tahu alamat apartemennya silahkan Nona menghubungi Tuan Tommy langsung."


"Kalau aku bisa menghubunginya aku ga akan tanya ke kamu." ucapnya ketus.


"Jelas saja anda tidak bisa menghubunginya karena saat ini Tommy sedang bersama kekasih hatinya.


...🍥🍥🍥...


Danau Toba sangat terkenal dengan keindahannya dan menjadi destinasi wisata utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumatra Utara. Danau ini menyimpan banyak keindahan di setiap sudutnya, salah satunya Pulau Samosir. Tak hanya di situ, ada sebuah desa di Pulau Samosir yang menyimpan pesona keindahan yang tak kalah menariknya, yaitu Desa Tomok.


Desa Tomok juga terkenal akan penjualan cinderamata di Danau Toba. Bahkan, desa ini dinobatkan menjadi objek wisata belanja terpopuler di Indonesia. Tak jauh dari pelabuhan, wisatawan akan disuguhi oleh ratusan kios suvenir yang berjejer sepanjang lebih dari satu kilometer.


Seperti rencana awalnya Roma datang ke Tomok selain untuk menikmati keindahannya Roma juga ingin berburu oleh-oleh. Berupa suvenir yang akan dibagikannya kepada keluarga maupun teman-temannya.


Roma tidak ditemani Ucok sang tour guidenya lagi, biasanya sang tour guidenya lah yang setia menemaninya kemanapun ia pergi. Kali ini Roma ditemani oleh Tommy. Seperti layaknya pasangan yang sudah menikah, Tommy terus saja merangkul pinggang Roma saat berbelanja oleh-oleh. Seakan tidak ingin lepas dan jauh dari Roma.


Puas berbelanja berburu oleh-oleh akhirnya mereka memutuskan untuk segera kembali ke Jakarta.


Desa Tomok dihebohkan dengan mendaratnya sebuah Helikopter yang akan membawa Roma dan Tommy ke Bandara Internasional Silangit yang terletak di daerah Siborong-borong.


Ucok sudah membereskan semua barang-barang Roma dari Hotel tempatnya menginap di Tuktuk.


Tommy sebelumnya meminta Ken untuk menyiapkan kepulangan mereka, mulai dari Helikopter hingga tiket pesawat pulang ke Jakarta.


"Bang apa ini ga berlebihan?" Roma tengah berteriak karena suara baling-baling Helikopter yang sangat memekakkan telinganya. Dirinya tertegun melihat Helikopter yang sudah siap menunggu kedatangan mereka.


"Abang mabuk laut dek, ga sanggup rasanya ngebayangin muntah selama perjalanan." Tommy membayangkan betapa sakitnya mabuk sepanjang perjalanan. Bisa-bisa begitu sampai Jakarta dia langsung di infus kembali.


"Seberapa kaya sih Bang Tommy ini sampai bisa mendatangkan Helikopter kesini?" Batin Roma.


Tommy mengulurkan tangannya membantu Roma untuk naik ke Helikopter disana sudah menunggu seorang pilot yang akan menerbangkan mereka ke bandara Internasional Silangit.


Mereka pun memakai perlengkapan keamanan selama terbang. Sepanjang perjalanan Roma begitu takjub akan keindahan Danau Toba dari atas. Tak ingin melewatkan momen langka itu. Ia pun sedera mengambil kameranya dan merekam perjalanan mereka.


Hanya butuh waktu 20 menit untuk mereka sampai ke bandara Internasional Silangit.


"Bang, kapan-kapan kesini lagi ya." Roma begitu jatuh cinta pada pemandangan Danau Toba yang sangat indah ciptaan sang Maha Pencipta.


"Ga deh Dek, Abang kapok kalau harus nyebrang laut lagi." Tommy berdesir ngeri membayangkan dirinya harus menyebrang Danau Toba itu lagi.


"Kan Abang ada Helikopter? Itu punya Abang kan?"


"Hahaha–." Tommy tertawa kencang membuat Roma mengernyitkan keningnya. "Ya enggak lah dek. Itu semua Ken yang siapkan. Ga taulah gimana caranya dia mengurus itu semua. Pastinya nanti sampai Jakarta siap-siap aja denger dia merepet." Tommy tersenyum geli membayangkan Ken yang kerepotan mengurus semua keperluannya sambil menggerutu dan pasti juga merutukinya.


"Kirain punya Abang. Lagian emang berani Ken merepet ke Abang? Kan Abang Bos nya."


"Bos yang bisa diatur-atur sesukanya ya cuma Abang dek. Yang suka dimarahin Asistennya juga cuma Abang doang." Tommy teringat saat Ken marah besar karena dirinya yang pergi meninggalkan Roma saat itu.


Flashback On


Setelah 3 hari Roma dirawat Ken kedatangan tamu yang tak lain adalah Bara Abang kandung Roma sekaligus orang yang sudah membuat Tommy sahabatnya patah hati.


Bara sengaja datang untuk menemui Ken karena Bara tahu kalau Tommy sudah tidak lagi berada di Indonesia. Sesuai dengan perjanjiannya dengan Tommy, jika dia sudah merestui hubungan mereka maka harus Bara sendiri yang datang padanya dan memintanya secara langsung untuk menikahi Roma.


"Dimana Tommy sekarang?" Bara tanpa basa-basi langsung menanyakan maksud tujuannya datang ke kantor Tommy.


"Tuan, silahkan duduk." Ken berusaha untuk tetap sopan meskipun dalam hatinya begitu kesal melihat orang yang tengah duduk dihadapannya itu.


"Mungkin anda juga sudah tahu Tuan, dan tidak mengurangi rasa hormat saya. Saya juga tidak bisa mengatakan dimana keberadaan Tuan Tommy saat ini."


"Kalau begitu hubungi Tommy sekarang dan lakukan panggilan Video biar saya yang bicara langsung padanya."


"Maaf Tuan, saya tidak bisa. Jika Tuan ada pesan maka akan saya sampaikan nanti kepada Tuan Tommy."


"Kau itu asisten yang teguh pada pendirian, saya suka cara kerjamu. Katakan padanya, kalau dia sudah lulus ujian dariku. Aku merestui hubungannya dengan adikku dan katakan juga padanya untuk membawa Badi kembali secepatnya. Karena sore ini Badi akan berangkat berlibur ke Sumatera Utara ke Danau Toba tepatnya. Aku beri waktu 3 hari untuknya membawa Badi kembali ke Jakarta." Bara berdiri dari tempat duduknya. "Kalau begitu saya permisi dulu."


Setelah memastikan Bara benar-benar sudah meninggalkan kantornya. Ken langsung menghubungi Tommy dengan panggilan Video.


"Widiiihhh, Lo enak tidur-tiduran gue disini semaput kerjaan numpuk. Cepetan Lo balik sekarang." Ken tampak kesal melihat atasan sekaligus sahabatnya itu sedang bersembunyi dibalik selimutnya.


"Dasar asisten durjana Lo. Ngapain Lo suruh gue balik? Apa lo lupa kalau gue ga akan balik lagi kesana." Tommy kesal karena Ken mengganggu waktu tidurnya.


"Bangun ga Lo? Gue ada berita penting tentang Roma."


Mendengar nama Roma secepat kilat membuatnya langsung terduduk dan melihat kearah camera ponselnya.


"Berita apaan?"


"Kemasi barang-barang Lo sekarang juga. Lo udah lulus ujian dari Bara dan dia sudah merestui hubungan kalian."


"Becanda Lo ga lucu Ken." Tommy bangun dari tempat tidurnya dan mengambil segelas air putih lalu meminumnya.


Ken tahu kalau Tommy bukanlah orang yang gampang percaya dengan ucapan orang meskipun Ken adalah asistennya sendiri.


"Lo lihat ini." Ken mengarahkan kamera ponselnya pada rekaman CCTV dikantornya. Tommy menyemburkan air putih yang dimulutnya. Di sana Tommy melihat dan mendengar pembicaraan Bara dengan Ken.


"Lo serius Ken, Bara datang ke kantor?"


"Untuk lebih jelasnya akan gue kirim softfile-nya ke Lo. Sekarang gue akan pesan tiket untuk lo balik ke Indonesia."


"Tunggu dulu deh Ken, ini ga seperti perjanjian gue ke Abangnya Roma. Dia janji kalau dia ngerestuin hubungan gue dengan Roma, dia harus datang sendiri minta ke gue untuk nikahin Roma."


"Apa itu masih penting buat lo sekarang? Jangan sok gengsi deh Lo. Abangnya Roma datang kesini langsung itu sama aja dia udah minta langsung ke Lo untuk nikahin adiknya secepatnya. Kalau Lo ga kabur-kaburan pasti yang di temuinya itu Lo bukan gue. Ngerti Lo." Ken menarik nafasnya berat mulai kesal dengan sikap Tommy.


"Udah dapet restu masih juga belagu, ntar si Roma digebet orang baru nyahok Lo."


"Gue akan pesan tiket buat Lo, TERSERAH LO MAU PULANG APA ENGGAK BUKAN URUSAN GUE." Ken langsung memutuskan panggilan Videonya.


Akhirnya Tommy memutuskan untuk kembali ke Indonesia setelah melihat Video lengkap dari pembicaraan Ken dan Bara.


Flashback Off


"Jadi Abang ga punya Helikopter Bang?"


"Kok sepertinya kamu kecewa gitu dek? Kalau Heli Abang ga punya, tapi kalau pesawat Pribadi ada itupun punya Papi. Hehe. Abang ga sekaya yang kamu bayangin loh dek."


"Aku ga butuh kekayaan mu Bang, yang ku butuh hanya dirimu, cintamu, kasih sayangmu. Itu sudah lebih dari cukup. Kalau harta bisa dicari Bang–." Ingin rasanya Roma berkata begitu tapi egonya mengalahkan hatinya.


"Emang siapa yang nanya?" jawabnya ketus.


"Sekedar informasi saja. Nanti kalau minta maharnya jangan mahal-mahal ya." Tommy menoel hidung Roma.


"Emang siapa yang mau nikah sama Abang?" Roma sengaja menggoda Tommy.


"Dek–." Tommy memasang wajah yang penuh dikasihani.


"Kalau mau nikah sama aku, maharnya seluruh harta kekayaan Abang plus syarat Bang Bara." Roma sengaja menggoda Tommy yang seminggu lalu sudah membuatnya kesal dan hampir stress.


"Apa? Kalau harta kekayaan oke Abang sanggup tapi kalau syarat Bara, ENGGAK ABANG GA MAU." ucap Tommy kesal dan sengaja menekan kalimat terakhirnya.


"TAPI BOHONG. Hahaha." Roma berhasil mengerjai Tommy. "Gitu aja ngambek."


Akhirnya bisa Up juga.


Maaf Readers Baru Up sekarang. Karena dunia Nyata Author Lagi Sok SIBUK 🤗


Jangan Lupa Likenya ya 😍 Kasih kembang juga Boleh 😄