
Setelah beberapa bulan akhirnya luka di sekujur badannya sudah mulai sembuh ia mulai bekerja untuk mencari uang agar ia dan kakaknya dapat hidup, meskipun umurnya yang masih 11 tahun tapi semangat kerjanya sama seperti orang yang berumur 17 tahun. Awalnya ia ingin mengasa kemampuan kultivasinya namun karena biaya kultivasi di desa mereka yang sangat mahal jadi ia memutuskan untuk berkerja saja sehingga tidak memberatkan kakaknya.
Seiring berjalannya waktu setiap ia bekerja selalu ada orang yang menganggu bos mereka sampai mereka menganggap ia adalah pembawa sial dan beberapa kali di usir dari pekerjaan tanpa di berikan gaji pesangon.
^^^'TN: pesangon maksudnya gaji untuk pekerjaan sebelumnya'^^^
Lagi-lagi ia pulang dengan ekspresi muka sedih kakaknya tau apa yang terjadi karena hal ini sudah sering terjadi, keluarga mereka yang dulunya hidup berkecukupan kini untuk mendapatkan uang 10 tael perunggu saja sangat susah.
Karena kejadian dimana ia yang sering tidak di gaji akhirnya mereka berdua memutuskan untuk meneruskan kedai mie gandum orang tuanya yang sudah tutup, mereka membeli bahan dan mulai berjualan meskipun kedai itu nampak seperti tidak layak. Awalnya ada beberapa orang yang membeli tapi setiap orang yang membeli akan mendapatkan nasib sial yaitu selalu di jadikan sasaran para kelompok kultivasi dari gadis keluarga An, pasangan dari gadis itu ternyata adalah seorang kultivasi tingkat 4 akhir dengan umur yang baru menginjak 25 tahun, itulah sebabnya orang-orang tidak berani lagi membeli mie di kedai mereka.
Beberapa bulan berlalu yang membeli hanya orang-orang dari desa lain yang tidak tau apa-apa tentang kesialan dan musuhnya, tentu saja setiap yang membeli akan mendapatkan kesialan dan hal itu berlanjut terus sampai membuat ia dan kakaknya terbiasa di pandang dengan mata menjijikan. Bahkan mereka tidak laki memanggilnya dengan nama dan memanggil ia dan kakaknya pembawa sial, setelah satu tahun lebih di umurnya yang hampir tiga belas tahun bahkan penduduk desa tidak lagi mengingat siapa namanya dan kakaknya mereka hanya mengingat keluar Fu dan itu tabu di sebut di desa mereka.
*Kembali ke masa sekarang*
Anak laki-laki itu mengeluarkan air dari sudut matanya dengan deras tanpa di sadari anak laki-laki itu mengusap mukanya dengan baju kotor, Ling Changyi menganggap bahwa tindakan anak itu lucu dan sedikit tersenyum lalu memberikan kain muka pada anak itu.
Sambil tersedu-sedu anak laki-laki itu hanya diam menatap kain, jadi ia segera berjongkok dan membersihkan muka anak itu. Saat di bersihkan muka anak itu tambah kotor yang membuatnya kaget bahkan iblis ular tertawa jadi ia memegang memutuskan untuk membawa anak itu ke dalam dimensi apelnya.
Saat berpindah ke dimensi apel anak itu terkejut sampai mulutnya seperti terjatuh ketanah dan matanya yang melebar.
"Xiaoyi buat 2 jus apel" setelah kata itu keluar iblis ular langsung pergi meninggalkan mereka.
Ia menarik anak itu dengan lembut ke dalam air suci dan melepas semua bajunya yang membuat anak itu kaget dan mencoba untuk menutupi badannya. Tertawa ia berkata "adik kecil kau harus membersihkan badanmu" tawa itu terhenti saat ia melihat luka di sekujur tubuh anak itu. Ia tahu bahwa luka yang di dapat pasti dengan pengalaman yang sangat menyedihkan.
Entah anak itu mendengarkan apa yang di katakan olehnya atau tidak karena hanya fokus pada bekas luka bahkan luka yang tiba-tiba menghilangkan dari tubuhnya. Ia tersenyum ketika melihat tindakan lucu anak itu yang menggosok-gosok badannya seolah tidak percaya bahwa luka itu benar-benar hilang.
Tak lama iblis ular datang dengan jus apel dan potongan apel yang sudah di susun di dalam sebuah piring. Ia menarik anak itu dengan lembut ke luar air dan memberikan jus padanya. Anak itu menatapnya yang membuatnya tersenyum lembut mengangguk lalu anak itu mengambil jus itu dari tangannya dan mulai meminumnya.
Ekspresi terkejut dari anak itu kembali timbul dan kali ini menatap ke arah potongan apel, matanya seolah berkata 'apakah ini juga dapat mengejutkan ku'. Dengan kesadaran ia mendorong pusing yang berisi potongan apel ke arah anak itu. Saat anak itu sedang mengunyah apel dengan ekspresi terkejut ia menarik salah satu pergelangan tangan anak itu dan mulai memeriksa kesehatannya karena anak itu tampak sangat kekurangan gizi dan benar saja ternyata kekuatan kultivasinya tersumbat karena luka yang di derita sehingga kekuatan jiwa dan mentalnya benar-benar terganggu, ia tidak tahu hal apa yang sudah di alami oleh anak kecil ini sampai bisa seperti ini.
Tapi ia juga mendeteksi bahwa anak ini memiliki cikal kekuatan warna yang lebih dari 2 meskipun ia tidak tahu pasti apa kekuatan itu karena memang belum di latih jadi tidak dapat di tebak, nampaknya anak ini tidak pernah berlatih kultivasi sebelumnya sehingga kekuatan warna dan kekuatan jiwanya benar-benar lemah.
Anak itu menatap ke arahnya dan dengan ragu bertanya "apa yang salah tuan"
Tersenyum ramah ia menjawab "aku menawarkan sesuatu padamu. Katakan ya jika kamu menyetujuinya dan katakan tidak jika kamu tidak menyetujuinya, mengerti?" Melanjutkan ia berkata "kekuatan jiwa dan mentalmu rusak yang akan mempengaruhi perkembangan kultivasi mu, aku ingin menawarkan untuk memberikan seperempat dari kekuatan ku padamu tapi ini akan terasa menyakitkan. Bagaimana menurut mu"
Iblis ular yang berada di belakangnya melebarkan mata dan dengan cepat menyangga "tuan, apa maksudmu. Dia manusia biasa dan tidak memiliki sedikit pun kultivasi itu akan membuat tubuh tuan terluka"
Mendengar kata terluka anak itu menatap ke arahnya, ia tidak menghiraukan iblis kelelawar kembali bertanya "kata ya atau tidak"
Iblis ular menatap anak itu dengan tajam seolah memberi isyarat untuk mengatakan tidak. Ia yang menyadari hal itu langsung berkata "Xiaoyi anak ini melalui hal berat yang belum pernah kita rasakan, apakah menurutmu dia tidak berhak bahagia?"
Menundukkan kepala iblis ular menjawab "tuan...., Tidak akuu.... Dia berhak bahagia tuan"
Dengan senyuman lembut ia menatap anak itu, anak itu dengan ragu mengangguk dan menjawab ya yang membuat iblis kelelawar mendongak dan menatap anak itu dengan tajam.