
Di jalan pulang iblis kelelawar mengeluarkan suara mengeluh "kita akan di hukum karena tidak masuk kelas hari ini"
Dengan kening yang berkerut ia berkata dengan tidak puas "jadi maksud mu lebih baik pria itu menyentuh ku dan memukuli kalian berdua agar kita masuk kelas hah!"
Iblis ular bersiaga untuk menyerang iblis kelelawar. Dengan cepat dia menanggapi "tidak begitu tuan. Maksud ku jika tidak masuk apa yang harus kita lakukan"
Iblis ular berbisik padanya yang membuat ia tersenyum menganggukkan kepala. Berjalan ke arah lain yang membuat iblis kelelawar merasa aneh.
melewati hutan hidup mereka bertiga bertarung sampai di suatu tempat yang indah dengan dua pohon yang berjauhan, yang satu dengan banyak pohon di belakang dan yang satu lagi menyendiri.
Pohon itu berdesir menggoyangkan daunnya saat ia mendekat. Dengan lembut ia menyentuh batang pohon itu lalu menggosoknya.
Iblis kelelawar membuka mulut bertanya pelan pada iblis ular "kenapa kita ke hutan terlantar"
Tiba-tiba ranting pohon jatuh menimpah kepala iblis kelelawar yang membuat iblis di sampingnya menutup mulut karena menahan tertawa "ptff"
Sambil menggosok batang pohon ia mengeluarkan suara "aku akan menemani mu hari ini" pohon itu bergoyang mendengar kata-katanya.
Ia menceritakan tentang kejadian yang di alaminya saat awal masuk ke sekte Log Horizon sampai akhirnya berakhir di alam iblis. Ia merasa tenang saat menceritakan semuanya pada pohon itu. Sedangkan dua iblis lainnya tertidur di rumput.
mereka berada di hutan terlantar sampai malam yang membuat sekitar sunyi pohon itu berdesir seolah-olah menyanyi, desiran daun itu sangat menenangkan.
berdiri ia membangunkan dua iblis lalu berkata dengan lembut ke arah pohon itu "aku akan kembali beberapa waktu nanti. Tunggu dan aku akan membawakan makanan yang enak untuk mu" tersenyum ia melambaikan tangan ke arah pohon itu.
Mereka melewati hutan dan bertarung kembali. Sekitar pukul sepuluh malam akhirnya mereka sampai di depan pintu istana dengan pakaian yang kotor.
Iblis penjaga lantai satu menghampirinya berkata dengan lembut "salam ku tuan. Aku akan mengantarmu ke kamar"
Mengangguk ia meminta iblis ular untuk masuk ke dimensinya membersihkan badan. Ia naik dengan iblis penjaga lantai satu.
Masuk ke dalam kamar ia melihat seorang pria muda cantik yang berdiri di depan jendela menatap keluar.
Tampa menghiraukan pria muda cantik itu ia membuka lemari mengambil pakaian putih dan memanggil iblis ular "Xiaoyi keluar" ia melanjutkan saat iblis ular sudah keluar "kamu akan menemaniku mandi hari ini"
"Baik tuan" iblis ular menjawab dengan cepat
Suara terdengar saat ia ingin membuka pintu "apa kamu akan terus mengabaikan aku"
Terhenti sebentar, lalu ia menggerakkan tangan untuk membuka pintu meninggalkan pria muda cantik itu di dalam kamarnya sendiri.
Di pemandian ia melihat seorang gadis cantik berdiri di samping kolam. Mengedipkan mata ia memicingkan matanya ke samping berkata "Xiaoyi apa gadis iblis ini ingin melihat kita mandi"
Berpikir iblis ular tidak mengeluarkan kata apapun pada tuannya.
Membuka mulut ia bertanya "gadis penjaga lantai satu, kenapa kamu di sini"
Terlihat senyum di wajah gadis itu berkata "yang mulia ingin berbicara dengan binatang di samping tuan" kata binatang di tekan.
"Tapi ini mendesak tuan" iblis berpakaian hitam penjaga lantai satu dengan tegas mengeluarkan suara.
Menghela napas singkat ia berkata "bagaimana menurut mu Xiaoyi"
Sebelum iblis ular sempat menjawab gadis berpakaian hitam dan binatang kontraknya menghilang meninggalkannya sendiri. Berdecak ia melepaskan pakaiannya dan berendam ke dalam air. Lalu kembali ke kamar dengan pakaian bersih.
Berbaring di atas tempat tidur ia memejamkan mata dan membuka tepat saat iblis kelelawar biasa membangunkan nya tapi pagi ini tidak terdengar ketukan atau suara, ia mandi di dimensinya dan juga tidak menemukan iblis ular.
Keluar dari kamar menuju meja makan ia melihat sekeliling memperhatikan apa ada iblis kelelawar. Selesai makan ia bertanya pada iblis pelayan yang membersihkan tempat makan "apa kamu melihat iblis kelelawar"
Gemetar seluruh badan iblis pelayan itu dengan takut menjawab "a-aku"
Melihat itu ia melanjutkan "tidak usa di paksakan jika tidak bisa memberi tahu tidak apa"
Ia berjalan ke luar istana tetap tidak mendapati iblis kelelawar. Dengan kening berkerut dan kedua pipinya yang mengembang ia berjalan sendiri ke sekolah iblis.
Di depan gerbang ia melihat iblis kelelawar yang berdiri di depan pintu yang membuatnya melambai. Tapi ia malah di abaikan dan iblis kelelawar seperti tidak menatapnya.
Di kelas iblis kelelawar duduk di belakangnya. Guru iblis tumbuhan Xiao Wu memintanya untuk menumbuhkan bibit obat ramuan. Maju ia merapal mantra yang membuat bibit itu tumbuh menyebar memenuhi seluruh kelas.
Guru iblis tumbuhan berkata "kerajaan iblis hitam akan kaya jika Ling bisa membuat banyak tumbuhan ramuan obat seperti ini"
Menggaruk belakang kepala ia berkata dengan malu "ku rasa mereka akan mengusir pembuat masalah seperti ku dari pada memberikan keuntungan"
Keluar dari kelas ia pergi ke perpustakaan untuk membaca buku. Nampak bayangan saat ia membaca yang membuatnya mengangkat kepala dan mendapati seorang gadis cantik dengan muka bulat.
Mengerjapkan mata dan memiringkan kepala ia berkata "apa keperluan mu gadis"
Berjongkok gadis itu memegang pundaknya berkata "aku tahu kenapa kamu tidak bersama iblis kelelawar"
Mengerutkan kening ia melepaskan tangan di pundaknya.
Gadis itu tidak keberatan dan duduk di sampingnya berkata "yang mulia raja iblis kerajaan hitam menghukum iblis kelelawar dengan Seratus cambuk kematian. Satu cambuk kematian bagi iblis yang berlevel di bawah immortal dapat membuat mereka mati tampa bisa bereinkarnasi. Level iblis kelelawar memang melampaui immortal tapi rasa sakit yang di terima seratus kali jika di bandingkan dengan iblis biasa. Ku dengar dia melanggar perintah dan membuat masalah"
Ia mengerti kenapa iblis kelelawar tidak membangunkan nya dan menjauh mungkin karena tidak ingin ia mengetahui keadaannya.
Gadis itu melanjutkan "jika kekuatan mu besar kenapa tidak mencoba melawan yang mulia"
Mengerutkan kening ia berkata "aku tahu kamu menghasut ku agar aku di keluarkan dari kerajaan iblis hitam kan" menatap ke arah gadis itu dengan tenang melanjutkan "kamu ingin aku bergabung dengan kerajaan iblis merah bukan"
Melebarkan mata gadis bermuka bulat itu tidak dapat mengeluarkan suara.
Tersenyum ia mendekat dan berbisik pada gadis itu "aku tidak akan mengkhianati teman ku" berdiri ia melanjutkan dengan suara keras "aku akan bertanya langsung padanya kenapa dia tidak menghukum ku juga"