
***
Kembali di hari dimana ia berada di depan pintu ruangan laboratorium yang sudah di tunggu iblis kelelawar dan iblis ular.
Berjalan dengan senyum di wajah ia menghampiri dua iblis itu sambil bercerita dan berjalan menuju ke arah pulang.
Keesok kan hari nya sama seperti biasa pada pagi hari ia pergi ke tempat khusus pelatihan untuk pertumbuhan tanaman, yang ia laku kan sama seperti biasa nya juga hanya melihat kemajuan mereka dan membenahi apa ada yang salah atau menerima masuk kan dari mereka.
Para raja iblis ini semua memiliki bakat di bidang nya masing-masing, dengan ada nya mereka ia bisa meningkat kan kemampuan dalam menanam, jadi mereka saling menguntung kan satu sama lain nya.
Waktu berlalu sampai dua bulan dan akhir nya kontrak kerja sama antara alam iblis Uta dan alam iblis lain selesai.
Di pagi hari seperti biasan ya ia bangun dan mandi di dimensi apel nya lalu bersiap untuk pergi ke sekolah iblis dan sudah di tunggu iblis kelelawar di depan pintu kamar lalu sarapan bersama pria muda cantik.
Ekspresi muka pria muda cantik itu terlihat agak berbeda hari ini seolah sedikit cerah tapi ia sendiri tidak tahu apa yang menyebab kan aura muka dari pria muda cantik itu berbeda.
Tanpa memikir kan terlalu panjang ia dan iblis kelelawar pergi berjalan kaki untuk pergi ke sekolah. Yah mereka selalu melaku kan ini jadi ia sudah terbiasa dan menurut nya hal itu menyenang kan.
Di perjalanan ia membuka mulut untuk bertanya pada iblis kelelawar di samping nya "apa menurut mu saudara Chang memiliki aura muka yang berbeda hari ini"
Mengerut kan kening iblis kelelawar mengerjap dan memegang dagu dengan salah satu tangan.
Mengerjap kan mata bulat nya dua kali ia melanjut kan "kau tahu ekspresi muka nya selalu datar tapi hari ini seperti ada cahaya dan aura bahagia dari muka nya. Bukan kah begitu"
Memiring kan kepala dan berpikir keras iblis kelelawar tidak tahu apa yang tuan nya kata kan, bahkan timbul asap dari kepala karena ber pikir terlalu keras.
Tertawa hampa ia menepuk punggung iblis kelelawar berkata "haha, tidak perlu di pikir kan sekeras itu"
Di dalam hati ia berkata 'apa aku salah, tapi memang aura muka saudara Chang terlihat sedikit menyenang kan dari biasa nya'
Di sekolah iblis mereka akan melaksana kan upacara perpisahan dan penyelesaian kontrak antara alam iblis mereka dengan iblis dari alam lain nya jadi sekolah nampak sangat meriah dengan banyak macam peralatan dan aksesoris pesta perpisahan seperti balon dan lain nya.
Mengerut kan kening ia mencolek iblis kelelawar bertanya "apa di alam iblis ada balon dan aksesoris seperti ini, aku tidak pernah tahu sebelum nya"
Kaget iblis kelelawar melebar kan mata berkata "apa tuan tidak tahu, alam iblis dan alam manusia sama hanya saja alam kita memiliki makhluk yang berbeda"
Diam beberapa saat iblis kelelawar melanjut kan "wajar saja jika tuan tidak tahu karena hanya berada di dalam istana dan sekolah saja"
Mengerjap kan mata dengan kening yang masih berkerut ia berkata "benar, saudara Chang juga tidak pernah mengajak ku pergi atau mengizin kan ku pergi untuk bersenang."
Dengan kedua pipi yang mengembang ia melanjut kan "saat pertama aku pergi ke hutan terlantar yang berada tidak jauh dari istana saja dia marah apa lagi jika aku pergi ke tempat lain..."
Tanpa ia sadari ekspresi muka iblis kelelawar mengeras dan muncul raut muka takut.
Menatap ke arah iblis kelelawar ia merasa sedikit aneh tapi ia melanjut kan untuk membicara kan pria muda cantik itu, sampai ia menyadari sesuatu.
Menutup mulut nya rapat-rapat ia membalik kan badan dan mendapati pria muda cantik yang dari tadi di belakang seperti nya mendengar kan semua ocehan dari nya.
Meneguk ludah dan tersenyum canggung sambil menggaruk kepala di bagian belakang ia berkata "saudara Chang... Kapan kau datang. Hehe"
"Kakak Ling"
Suara itu berasal dari raja iblis biru Xie Xiaomo. Yang berlari ke arah pria muda cantik dan memeluk lengan kanan nya.
"Kakak Ling kita harus ke sana, cepat lah" sambil menarik pria muda cantik yang dia peluk lengan nya.
Ia hanya melihat tingkah mereka berdua dan kemudian menarik tangan iblis kelelawar untuk pergi ke tempat duduk.
Di tempat duduk ia dan iblis kelelawar duduk di belakang karena kursi depan khusus untuk raja iblis saja.
Dengan suara yang di penuhi rasa bersalah iblis kelelawar berkata "maaf tuan aku tidak boleh duduk di depan jadi kita hanya bisa duduk di sini"
Menghela nafas singkat ia menjawab "ini bukan salah mu, lagi pula aku bukan raja iblis jadi wajar saja jika duduk di belakang juga"
Tiba-tiba iblis penjaga lantai tiga, seorang perempuan yang memakai pakaian serba hitam dengan payung hitam menghampiri nya berkata "tuan Changyi, yang mulia mencari anda"
Mengerjapkan mata dua kali sambil menunjuk diri nya sendiri ia berkata "aku, saudara Chang ingin menemui ku"
Iblis berpakaian hitam itu mengangguk dengan anggun namun tersentak kaget karena jawaban spontan dari anak laki-laki di depan nya.
"Aku tidak mau menemui nya"
Dengan suara gugup iblis berpakaian hitam itu berkata dengan hati-hati "kenapa tuan tidak ingin menemui yang mulia"
Spontan ia menjawab lagi "aku bosan melihat muka nya. Kata kan saja apa yang dia ingin"
Ragu-ragu iblis berpakaian hitam mengangguk dan menghilang.
Tak lama akhir nya pria muda cantik itu berdiri dan berjalan ke arah nya, semua iblis menatap ke arah pria muda cantik itu dan tercengang karena berhenti di depan seorang anak laki-laki.
Semua iblis menghindar saat pria muda cantik itu berjalan bahkan iblis kelelawar dan hanya dia yang tidak menghindar bahkan tidak beranjak dari tempat duduk.
Beberapa iblis yang sudah mengenal nya tidak mengata kan apa pun tapi iblis lain yang tidak mengenal nya banyak mencemooh.
'siapa wanita itu, apa dia ingin mati'
'aku rasa iblis kecil itu ingin cepat mati'
'apa iblis kecil itu ingin mati'
Mengerutkan kening ia berdiri dan menatap ke arah kerumunan yang membicara kan nya berkata "aku laki-laki kau tahu"
Kerumunan terdiam dan tidak mengata kan apa pun.
Menatap ke arah pria muda cantik di depan ia melipat tangan ke depan berkata "apa maumu yang mulia Chang Meiyin dari kerajaan hitam"