
'kenapa pria ini mengatakan kebohongan' ia berkata di dalam batinnya dan melebarkan kelopak matanya ke arah pria itu.
Kakak senior Rong membeli beberapa elixir dan kemudian pergi meninggalkan kios. Setelah semua elixir habis terjual ia segera membereskan tokoh dan kembali ke penginapan.
Pria cantik itu terus mengikutinya dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun, bahkan tidak menjelaskan apapun tentang perbuatannya. Setelah sampai di depan pintu, karena kesal ia bertanya "apa kamu tidak ingin menjelaskan perbuatanmu"
Pria cantik itu menatapnya dan menggerakkan bibir "kita akan berkultivasi bersama"
"Hah!"
Di dimensi apel mereka berdua duduk berdampingan menyilangkan kaki di atas batu di pinggiran air ajaib. Ia tidak percaya pria cantik ini memegang tangganya memaksa masuk ke dalam dimensinya untuk berkultivasi.
Pria ini memang tidak berbohong kami akan berkultivasi berdua, tapi ini berdasarkan keinginan sebelah pihak!. Ia benar-benar tidak bisa berkonsentrasi karena kesal dan terus-terusan mengembangkan kedua pipinya dan mengerutkan alis.
Pria itu membuka mata mengintip orang di samping dengan sudut matanya, terlihat sudut mulutnya sedikit melengkung ke atas.
Setelah beberapa waktu berlalu pria di sampingnya tidak juga bergerak bahkan nafasnya tidak terdengar. Hal ini membuatnya panik. Sudah lima jam berlalu, ia memutuskan untuk mendengarkan detak jantungnya. Hasilnya tidak ada dentuman, hal ini membuatnya panik meraih pergelangan tangannya dan tidak ada denyut nadi yang membuatnya tambah panik ia memutuskan untuk berteriak memanggil nama pria itu, memejamkan mata dan menampar wajah tampan itu. Sebelum tangannya sampai ke wajah, tangannya terhenti karena di blokir oleh tangan seseorang, itu adalah pria cantik yang tidak bernafas itu!. Pria itu tertawa terbahak-bahak.
'apa dia berpura-pura ' pikirannya. Mengingat tindakannya yang seperti orang bodoh seluruh badanya memanas dan mukanya memerah terutama di pipinya bahkan menimbulkan asap di atas kepalanya.
Setelah puas tertawa pria itu dengan lembut mengusap kepalanya berkata "bersihkan badanmu terlebih dahulu maka kita akan keluar dari sini"
Ia merasa seperti di perlakukan menjadi anak kecil, jadi ia berpura-pura tidak mendengarkan dan pergi ke arah salah satu pohon apel. Belum sampai ke tujuan kerah bajunya di tarik sobek oleh orang di belakangnya menapakkan punggungnya yang putih.
terhenti ia melebarkan kelopak matanya. 'pria ini benar-benar iblis' batinnya. Pada akhirnya Ia hanya bisa pasrah dan membersihkan badanya.
Ia merasa tidak nyaman di lihat oleh pria itu saat sedang mandi, memang sama-sama laki-laki dan ia juga tidak malu. Tapi orang itu memperhatikannya tampa berpaling seolah-olah melihat makanan yang enak Ini membuatnya sedikit takut.
****
Fen Li adalah seorang ahli ramuan jenius dari selatan. Seorang pria paru baya cantik dan anggun, yang selalu memakai pakaian hitam yang membuat kulit pucat nya bersinar, rambut hitam pekat yang di ikat seperti kuncir kuda, hidung tinggi, alis tegas, mata hitam dan bibir seksi terlihat pas dengan bentuk wajahnya yang sempurna.
Umurnya seratus sepuluh tahun namun terlihat seperti dua puluh lima tahun, hal itu terjadi karena pada umur dua puluh lima tahun dia sudah mencapai tahap dua kebangkitan jiwa. Menaiki tahap kultivasi dapat memperpanjang umur dan memperoleh kekuatan. Naik ke setiap tahap akan menambah beberapa ratus tahun umur bahkan dapat menjadi abadi jika mencapai tahap immortal. sekarang berada di tahap lima adalah tahap iblis.
Dengan tahapan sekarang ia dapat membuat elixir dengan level empat dan lima tingkat tinggi. Datang ke ruangan belajar cabang A murid baru, untuk melihat anak jenius yang berhasil membuat elixir penambah energi dan penyembuh luka ramuan tingkat tinggi dengan resiko minimum dan harga murah.
Anak jenius itu adalah Ling Changyi, ia sama sekali tidak menyadari bahwa di sekte ia selalu menjadi perbincangan hangat, bahkan berita tentangnya tersebar ke luar sekte. Seorang anak jenius yang sudah mencapai tahap dua kebangkitan jiwa di umur tujuh belas tahun, dapat membuat elixir level dua tingkat tinggi dengan kegagalan minimum kurang dari sepuluh persen bahkan murah hati menjual ramuan dengan harga terjangkau.
pria paru baya cantik itu memasuki ruangan dan menyapu seluruh murid di dalam ruangan. Matanya tertuju kepada seorang anak laki-laki di sudut belakang.
Anak laki-laki itu keluar ruangan. Menuju kios untuk menjual ramuan, seperti biasa sudah banyak orang yang berada di depan kiosnya untuk membeli elixir.
Saat berada di perjalanan pulang namanya di sebut, anak laki-laki itu menoleh dan melihat seorang gadis cantik berlari ke arahnya dan memeluknya.
"Zhang XiangRikui kenapa kamu tiba-tiba disini" anak itu balas memeluknya dan bertanya.
"Shifu ku ingin bertemu denganmu Changyiyi" gadis cantik itu berkata dan meraih tangganya
Karena bingung ia hanya tersenyum dan mengikuti gadis cantik itu.
Saat sampai ia tertegun secara tidak sadar berkata "bukankah ini ruangan khusus untuk para guru jenius, kenapa membawaku kesini"
Ruangan guru di sekte terbagi menjadi tiga yaitu guru jenius, guru biasa, dan pengurus sekte. Ruangan guru jenius adalah tempat yang hanya boleh di masuki oleh orang-orang jenius.
"Changyiyi, shifuku ingin menemui kamu" gadis itu tersenyum ke arahnya
"Apa aku melakukan kesalahan XiangRikui" menunduk ia berpikir keras, mencoba mengingat kesalahan apa yang di perbuat.
Di dalam ruangan itu terdapat beberapa pintu dan mereka berdua memasuki salah satunya. Ruangan itu sangat luas dan ada seorang pria yang duduk di atas kursi menghadap ke arahnya tersenyum ramah.
Gadis itu menariknya ke depan pria itu "shifu aku sudah membawa Ling Changyi" berkata sambil mengarahkan kedua tangannya yang mengepal ke depan. Beralih ke sisi pria itu mengisi teh ke dalam cangkir yang di pegangnya.
Pria itu menganggukkan kepala dan meminum teh yang telah di isi.
menundukkan kepala ia berpikir keras dan memutar otak tentang kesalahan apa yang di buatnya sampai-sampai pria paru baya di depan ini memanggilnya, bahkan saat di kelas ia di tatap seperti melakukan kesalahan.
Melihat reaksi anak itu pria itu tersenyum ramah lalu berkata dengan lembut sambil mengayunkan tangannya "jangan takut, aku memanggilmu bukan karena kamu memiliki kesalahan"
Mendengarnya ekspresi anak itu mulai berubah tenang dan menatap ke arahnya berkata "ada perlu apa guru memanggil ku"
"Apa kamu mau menjadi muridku" pria itu berkata tampa basa-basi
Anak itu sedikit terkejut, tapi kembali tenang dan membuka mulut "aku bersedia shifu, terima kasih telah menerima orang sepertiku" menangkupkan kedua tangannya ke depan
Berita tentang anak jenius yang menjadi murid seorang jenius menyebar ke seluruh sekte, bahkan guru lain yang ingin merekrut Ling Changyi merasa menyesal karena belum sempat menawarkan diri untuk mengajarinya.