Reincarnation Human

Reincarnation Human
Pelatihan Iblis Alam Lain



Keluar dari perpustakaan ia dan iblis kelelawar menuju ke laboratorium ramuan, karena pada jam sore ia akan mengajar ramuan.


Baru saja masuk ke dalam ruangan ia hampiri oleh salah satu iblis laki-laki yang cukup tampan. iblis itu nampak seperti seorang pria kecil sekitar umur enam belas tahun.


Menyapa nya iblis laki-laki itu berkata "akhir nya yang di tunggu datang juga!, Aku Mei Qi"


Iblis kelelawar maju ke depan dan menepuk tangan iblis laki-laki yang mengulur ke arah tuanya berkata "perhatikan tindakan mu"


Aura di dalam laboratorium terasa sesak, bahkan ia sendiri yang sudah meminum obat penekan aura masih merasakan sedikit tekanan yang membuat bulu kuduk nya berdiri.


Menepuk pundak iblis kelelawar ia membuka mulut berkata "tenang lah, dia hanya ingin menyapa ku"


Melangkah ke depan ia menatap lurus ke arah iblis laki-laki sambil mengerutkan kening berpikir 'aura iblis ini mirip dengan pria kecil yang pernah kami temui di jembatan beberapa waktu yang lalu'


^^^'TN: pria kecil yang ingin berjabat tangan dan ikut ke kerajaan iblis hitam. Iblis ini pernah di ceritakan sebelumnya di bab kepulangan teman-teman ^v^'^^^


Tersenyum cerah iblis laki-laki itu membuka mulut berkata "tuan, senang bisa bertemu dengan mu"


Dengan sedikit senyum di wajah ia mengangguk sambil menghitung Total iblis yang akan ia ajari ada sembilan 'yah... Ini sangat banyak!' batinnya.


Untuk pembelajaran hari ini ia mengajar dasar pembuatan ramuan dan tentu saja para iblis ini sudah menguasai nya.


Melanjutkan ia menjelaskan klasifikasi dan cara penyaringan yang di pikiran oleh nya, penyaringan itu berfungsi agar persentase keberhasilan meningkat. Ini adalah ilmu baru yang di terima oleh para iblis.


Mereka membuat ramuan tingkat rendah secara bertahap setiap waktu nya.


Karena basic mereka sudah terpenuhi tentu saja dengan hanya mengubah teknik pembuatan tidak akan mempersulit mereka dalam pembuatan ramuan.


Saat matahari mulai turun dan di gantikan dengan bulan salah satu dari iblis itu berhasil membuat ramuan berdasarkan ide dari nya.


Dengan senyum tipis di wajah salah satu iblis mengangkat ramuan biru yang di buat berkata "tuan, aku berhasil"


Mendengar itu ia yang sedang berbicara dengan iblis kelelawar langsung menoleh ke arah iblis itu dengan ekspresi muka terkejut.


Mengambil ramuan yang di serahkan ke arah nya ia menatap lurus ke arah ramuan itu bergumam "ini persis dengan apa yang aku harapkan"


Tampa ia sadari iblis kelelawar menatap ke arah iblis di depannya dan ke arah nya lalu membuka suara "tuan bahkan bisa membuat yang lebih baik"


Mengangkat kedua alis ia berkata "aku rasa sebagai pemula kamu sangat berbakat"


Berpikir sebentar ia melanjutkan "kamu.... MeiQi sangat berbakat"


Iblis kelelawar terus memperhatikan gerak-gerik mereka berdua, iblis lelaki yang sumringah dan ia yang menatap kagum ke arah ramuan di tangan.


Beberapa waktu berlalu mereka memutuskan untuk menyudahi kegiatan dan memutuskan untuk kembali ke penginapan, ia memutus kan untuk kembali ke istana.


Ia yang menyadari tindakan iblis kelelawar mengerutkan kening, namun tidak memaksanya untuk mengetahui apa yang ingin di katakan nya.


Masuk ke dalam istana ia segera menuju ke kamarnya. Hal yang tidak ia ketahui adalah pria muda cantik yaitu Chang Meiyin yang menunggu nya sedang duduk di meja teh kamar, dengan kaki menyilang menyesap teh sambil menatap ke arahnya yang sedang berjalan masuk.


Menggerakkan salah satu tangan ke depan dan yang lainnya di belakang ia berkata "kau tahu, akhir-akhir ini aku agak sibuk"


Pria muda cantik itu hanya mengangkat salah satu alisnya sebagai jawaban seolah berkata 'kamu pikir aku tidak sibuk setiap harinya'


Mengerutkan mulut ia berkata "aku... Akhir-akhir ini aku sangat santai dan ini adalah saat dimana aku bekerja keras lagi"


Berjalan ke arah jendela kamar ia menatap lurus ke depan dan fokus ke hutan yang kini sudah tampak mati. Pohon-pohon yang dulunya berdaun hijau kini habis dan hanya menyisahkan pohon kering, rumput yang dulunya hijau kini menjadi tanah yang gersang, kupu-kupu yang biasanya berterbangan di atas bunga dan pohon kini tidak terlihat lagi, bahkan air terjun yang biasanya mengucur deras kini sedikit mengering dan air yang berjatuhan tidak sederas dulu.


Tatapan dari matanya seolah menyiratkan banyak kata, riang, sedih, suka dan duka terkandung dalam tatapan itu. Tidak ada kata yang dapat di gambar kan untuk mengucapkan kata dari perasaan melalui matanya.


Tanpa ia sadari pria muda cantik di belakangnya menatap ke arahnya dengan muka tanpa ekspresi. Berdiri dan berjalan lambat ke arahnya tiba-tiba pria muda cantik itu berdiri di belakangnya.


"Pohon kesepian pasti sudah di alam suci"


Mendapati suara dari atas kepala ia mendongak dan mendapati pria mida cantik yang sedang menatap ke luar jendela, tak lama melihat ke bawah dan tatapan mata mereka bertemu satu sama lain, beberapa detik berlalu pria muda cantik itu berbalik dan keluar dari kamar dengan tingkah kaku.


Mengerutkan kening dan mengerjapkan mata dua kali ia berpikir 'ada apa dengan tingkah nya'


Sekitar pukul 12 malam ia terbangun dan tidak dapat tidur, jadi ia memutuskan untuk pergi ke dimensi apelnya.


Di dalam dimensi apel ia membuat ramuan awet muda yang pernah ia buat di alam manusia dan berencana untuk mempublikasikan ke alam iblis.


kulit para iblis memang terkesan tidak hidup dan sedikit kasar, jadi dengan elixir yang di buatnya ia berharap dapat menghasilkan sedikit koin.


"Tuan, apa apel ini cukup"


Mendengar suara dari iblis ular ia segera menjawab "cukup, terima kasih"


Setelah jawaban darinya iblis ular kembali menyirami pohon apel dengan air dari mata air ajaib di dimensinya.


Menghabiskan sepanjang malam di dimensi untuk membuat elixir ia tidak sempat tidur dan berjalan ke sekolah iblis dengan lingkaran hitam di bawah mata dan badan lesu.


Hari ini ia tidak melihat pria muda cantik dan hanya makan sendirian di meja makan.


Karena memang ia sudah di izinkan boleh tidak masuk kelas jadi ia memutuskan untuk ke tempat penanaman obat di bagian khusus tempat belajar penumbuhan tanaman.


Pagi itu ia menemui raja iblis biru yang sedang fokus mengucapkan mantra ke tumbuhan obat. Dan tiga iblis di pojok tempat pelatihan mereka kemarin.


Iblis dengan gaun merah jambu melambaikan tangan ke arahnya berteriak "disini, iblis jenius"