
Disisi lain gadis keluarga Hua masih memurnikan ramuan dengan tegang dan keringat yang bercucuran. Melihat orang di sebelahnya sudah selesai gadis cantik itu menjadi panik seolah-olah tak percaya. Konsentrasinya pecah badan gemetar tidak seimbang.
Sejam berlalu barulah gadis itu menyelesaikan pemurnian ramuan menghembuskan nafas lega membersihkan keringat di dahi. Lalu tersenyum puas dan melihat ke arah anak laki-laki di sampingnya.
Di tatap oleh gadis cantik itu ia tersenyum ramah dengan melengkungkan sudut mulutnya ke atas.
melihat kedua pihak sudah selesai juri mengeluarkan suara "Baiklah letakkan ramuan yang sudah di murnikan ke atas kristal untuk melihat hasilnya"
Gadis keluarga Hua berlari mendahuluinya dan meletakkan ramuan yang di murnikanya. Kristal itu bersinar di atas dan menunjukkan angka yang di mulai dari satu dan terus berjalan dengan cepat sampai angka tujuh puluhan barulah melambat, tujuh puluh satu, tujuh puluh dua dan berakhir di tujuh puluh enam. Gadis itu tersenyum melihat angka di atas dengan bangga membalik badannya menatap anak laki-laki di belakangnya seolah-olah mengatakan aku akan menang.
Juri mengumumkan "elixir penyembuh luka tahap dua tingkat menengah dengan kegagalan di bawah tiga puluh persen"
Kerumunan yang menonton heboh dan sebagian ada yang mengatakan bahwa gadis itu akan menang.
Ketua sekte memanggil anak laki-laki itu karena gilirannya. anak laki-laki itu berjalan dengan santai ke arah batu kristal meletakkan ramuan yang di murnikanya. Cahaya muncul di atas kristal menunjukkan angka yang di mulai dari angka satu dengan cepat berjalan ke angka enam puluh yang membuat gadis cantik dari keluarga Hua melebarkan matanya, tapi angka itu terus berjalan ke tujuh puluh terus berjalan ke delapan puluh dengan cepat tampa ada tanda-tanda melambat yang membuat ekspresi gadis keluarga Hua tampak jelek dan lebih jelek saat angka menyentuh sembilan puluh menunjukkan angka yang melambat, sembilan puluh satu, sembilan puluh dua, sembilan puluh tiga dan berhenti di sembilan puluh empat.
Juri mengumumkan "ramuan penyembuh luka menengah tahap tiga dengan persentase kegagalan di bawah sepuluh persen"
Kerumunan yang mendengar itu pecah. Ada yang percaya dan ada yang tidak percaya.
Gadis cantik dari keluarga Hua terdiam dengan muka jelek tak percaya sesaat kemudian menggelengkan kepala dan berkata "tidak!, Si miskin itu tidak mungkin bisa memurnikan elixir, dia curang. Pasti dia curang" gadis cantik itu menghadap ke arah gadis yang mirip dengannya yang memakai gaun hijau dan berteriak "kakak perempuan Hua Xue si miskin itu curang. Dia pasti menggunakan bantuan agar ramuan yang di buat kegagalannya di bawah sepuluh persen. Jelaskan kepada semua orang kakak perempuan jelaskan!" Gadis itu mengacak-acak rambut yang membuat rambutnya tampak kusut seperti benang tak beraturan.
Orang-orang yang menonton menunjukkan tatapan jijik di mata ke arah gadis itu seperti melihat orang gila. Gadis cantik bergaun hijau pergi menjauh dari lapangan seperti tidak melihat apapun. Kakak laki-laki tertua dari keluarga Hua. Hua Zihan datang menjemput adiknya menganggukkan kepala ke arah para tetua dan guru lalu berjalan pergi meninggalkan kerumunan.
anak laki-laki itu pergi menghampiri shifunya membungkuk dan mengepalkan kedua tangan ke depan "shifu aku sudah menepati kata-kata mu" shifu yang di maksud adalah Fen Li
Shifunya tersenyum menganggukkan kepala dan berkata "baik. Kamu bisa langsung memurnikan elixir menengah di level dua bawah"
Mendengar itu anak laki-laki itu tersenyum dan berkata "ini berkat shifu, terima kasih atas sarannya"
Sebulan berlalu setelah pertandingan antara Ling Changyi dan gadis keluarga Hua yang di kabarkan cacat mental seusai pertandingan. Lima bulan berlalu tepat kedatangannya ke dunia ini. Ia sudah terbiasa dengan kehidupan sehari-hari yang damai dan nyaman. Seperti biasa ia akan ke ruang belajar pada pagi hari, ke kios untuk menjual dan membeli bahan elixir, berkultivasi di dunia apelnya dan selalu mengulangi siklus itu. Hubungan antara ia dan shifunya juga semakin erat begitu pula sahabatnya, orang-orang di sekitar juga tidak ada yang merendahkannya.
Ketenangan itu terhenti sampai berita tentang lahirnya raja iblis yang menghancurkan desa kembang teratai tempat ia tinggal dahulu. Awalnya ia tidak tau apa-apa tapi mendapatkan berita dari sahabatnya bahwa seluruh penduduk desa berjumlah ratusan di bantai habis oleh pasukan raja iblis.
Sekte Log Horizon berada dekat dengan desa kembang teratai yang mengharuskan untuk mengirimkan bantuan, setelah selesai ******* habis desa kembang teratai desa yang akan di ***** habis adalah ibu kota Log Horizon yang berada di kaki gunung bawah.
sektelah yang menjaga ibu kota di bagian selatan agar tidak ada yang berani menyerang, namun lain halnya jika itu setan atau iblis yang tidak takut kepada manusia.
Setan, iblis, dan manusia memiliki janji untuk tidak menyerang satu sama lain kecuali ada yang melanggar perjanjian maka di perbolehkan untuk bersikap ganas. Janji itu di buat oleh para leluhur sekitar ratusan ribu tahun yang lalu. Dikatakan ada manusia yang melanggar janji sehingga membuat raja iblis murka.
Seluruh orang-orang berbakat di sekte di kumpulkan untuk membahas tentang pertempuran antara benua selatan melawan iblis.
Orang-orang kuat yang sudah berada di tahap empat ke atas dan ahli ramuan. Ia adalah salah satu dari orang-orang yang di pilih. Kekuatan yang di miliki memang tidak seberapa tapi ia mampu membuat elixir tahap empat kualitas menengah yang akan sangat membantu dalam pertarungan.
"kita akan mencoba untuk berkompromi dengan raja iblis. Kekuatan kita tidak dapat di bandingkan dengan kekuatan iblis" seorang tetua berkata
Tetua yang lain menimpali "kita harus mencari tau terlebih dahulu siapa orang yang membuat raja iblis murka"
"Bukankah itu akan sangat sulit!" Pemimpin kota berdiri menepuk meja dengan kuat
Kepala sekte Hei Yuwen hanya diam mengamati orang-orang. Sedangkan yang lainnya menunjukkan wajah cemas.
Seorang perempuan cantik yang terlihat seperti berumur tiga puluh tahun membuka mulut dengan kipas yang masih di depan mulutnya "jangan terbawa emosi pemimpin kota. Kami juga tidak bisa mengorbankan orang-orang berbakat karena bergerak gegabah" perempuan itu menyipitkan mata "dilihat dari situasinya orang-orang dari luar sekte adalah yang melanggar sumpah tiga umat"
Raut muka pemimpin kota menjadi jelek dengan tangan terkepal tampa bisa mengatakan sepatah katapun lagi. Kembali duduk dengan tenang.
Kepala sekte yang dari tadi diam membuka mulut "pertama kita mencari tau siapa yang melanggar sumpah. Fei Li kumpulkan orang-orang berbakat untuk membantu pemulihan dalam perjalanan ke istana raja iblis. Dan yang lainnya kumpulkan pasukan untuk bertahan, tidak ada jaminan raja iblis akan menerima kita secara langsung tampa ada pertarungan"