Reincarnation Human

Reincarnation Human
Kembali Ke Alam Manusia



Pria muda cantik di depan nya hanya diam jadi ia melanjut kan "dulu aku memperingatkan mu untuk berhati-hati dengan Xie Xiaomo namun apa kau mendengar kan aku?, Di antara banyak nya iblis dialah yang paling mencuriga kan"


Berjalan mendekat ke arah pria muda cantik di depan nya ia melanjut kan "dia yang pertama tahu bahwa akan terjadi nya perang besar, dia juga yang tahu tentang raja iblis ungu yang meng inginkan ku menjadi raja mereka. Darimana dia tahu semua itu ha?, Dari sekian banyak iblis yang mencuriga kan kau bahkan tidak mencurigai nya. Lalu tentang iblis leluhur bukan kah kau mengetahui dari Xie Xiaomo bahwa ia belum mati dan hanya menjadi tahanan makhluk suci?. Semua hal yang tidak mungkin di ketahui dapat di ketahui oleh nya dan kau tidak mencurigai nya sama sekali bahkan kau malah tambah lengket dengan nya seperti semut dan gula"


Mengerutkan kening Chang Meiyin membentak "Xie Xiaomo tidak seperti yang kau pikirkan!"


Setelah berteriak Chang Meiyin terkejut dan menatap matanya, ia yang juga terkejut tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun bahkan beralih tempat dan bergerak pun tidak bisa. Baru kali ini ia mendengar pria muda cantik itu marah padanya.


Menyadari apa yang di lakukan olehnya tidak benar Chang Meiyin memegang kedua lengan kecil miliknya berkata dengan lembut "tidak, maksudku Xiaomo bukan orang jahat Changyi"


Mengerjapkan kedua matanya yang bulat ia melepaskan kedua tangan yang memegangnya lalu berjalan menjauh dengan hati-hati. Namun Chang Meiyin memegang menarik tangan kanannya berkata "maafkan aku. Aku..."


Tanpa menghiraukan nya ia pergi menjauh dengan berlari lalu berhenti di sebuah danau. Danau itu tepat dimana ia bertemu dengan iblis kelelawar dan iblis ular yang sedang mengobrol.


"Tuan, bagaimana bisa sampai ke sini" iblis ular yang merupakan binatang kontraknya yang merasakan aura kehadirannya langsung menyapa


Tersenyum ia menjawab "aku rasa kita bisa kembali ke alam manusia Xiaoyi"


Dengan muka bingung kedua iblis itu menatap heran padanya.


Keesokan harinya ia dan iblis ular binatang iblis kontraknya memutuskan untuk kembali ke alam mereka melalui bantuan dari Joo Yook.


"Apa kau sudah siap LiChang?"


Menghela nafas panjang dengan ragu ia menjawab "mohon bantuannya teman"


Joo Yook adalah iblis yang di panggil teman. Kali ini Joo Yook akan membantunya untuk bisa kembali ke alam Uta karena ia memutuskan untuk memikirkan rencana kepulangan ke alam manusia memalui alam Uta. Seperti yang Kita ketahui bahwa Ling Changyi mengetahui jalan untuk kembali ke alam manusia di alam Uta.


Selesai membaca mantra untuknya Joo Yook langsung merapal mantra keselamatan lalu mempersiapkan kereta terbang yang sudah di lapis dengan mantra pelindung yang cukup tebal, berdasarkan pertimbangan mantra itu cukup untuk ia sampai ke alam Uta.


Setelah beberapa lama berkeliaran di pasar tanpa arah perutnya tiba-tiba berbunyi yang menandakan bahwa ia sedang kelaparan, dengan inisiatif dan kesadarannya sendiri ia mengambil Elixir dari dimensi apelnya melalui Kantong bajunya lalu pergi menuju tempat pengadaian.


Saat mereka berdua tiba di depan tokoh seorang pelayan wanita yang sangat cantik tersenyum ramah pada mereka namun senyuman itu tidak di lebih-lebih kan sehingga menampakkan kesan elegan dan anggun. Dengan sopan wanita itu bertanya pada mereka "tuan-tuan sedang mencari Elixir jenis apa di sini"


Tanpa berbelit-belit ia langsung mengatakan tujuannya pada wanita itu. Mata wanita itu berbinar berkata dengan semangat "jadi begitu. Tuan harap ikuti pelayan ini untuk mendiskusikan lebih lanjut lagi"


Mereka berdua di tuntun ke sebuah ruangan. Ruangan ini adalah ruangan khusus yang secara pribadi di gunakan untuk pem bisnis. Tak lama kemudian wanita itu kembali dengan tekoh teh di tangan.


Sambil melihat wanita itu ia berpikir 'wanita ini tidak bodoh dan dapat mengetahui bahwa mereka akan menjual Elixir dengan tingkat yang tidak rendah'


Selesai menuangkan teh untuk mereka berdua wanita itu langsung duduk dan tak lama masuk seorang laki-laki dengan dengan jubah kuning yang menyerupai warna emas, laki-laki itu memakai banyak perhiasan di tangan dan lehernya bahkan topi yang di gunakan juga memiliki emas yang terlilit di sekeliling bulatan.


Dengan melihat sekilas siapapun dapat mengetahuinya bahwa laki-laki ini adalah bos dari tokoh Elixir ini. Tokoh yang mereka singgahi ini memang tokoh yang cukup besar jadi tentu saja pemilik dari tokoh ini adalah orang yang kaya.


Pemilik tokoh itu menatapnya dengan senyuman ramah lalu duduk di kursi dengan susah payah, hal itu karena berat badan yang di miliki oleh pemilik tokoh itu. Badannya bulat terutama perutnya yang sangat menonjol ke depan.


Di bantu oleh wanita cantik yang itu pemilik tokoh akhirnya berhasil duduk setelah berjuang beberapa waktu.


Tanpa banyak basa-basi pemilik tokoh itu langsung bicara dengan blak-blakan "tuan. Berapa banyak dan jenis apa Elixir yang akan tuan tawarkan"


Mengeluarkan tiga macam Elixir dari saku dimensinya ia meletakkan ketiganya di atas meja. Mata wanita dan laki-laki pemilik tokoh melebar, hal itu karena baru kali ini mereka melihat Elixir yang berwarna selain biru. Di katakan bahwa semakin pekat warna bada Elixir maka semakin baik ramuan itu. Tapi Elixir dengan warna yang berbeda mereka baru mengetahuinya.


Untuk mengetahui jenis apa Elixir ini pemilik tokoh bertanya padanya "tuan. Jenis apa Elixir ini"


Tersenyum ia menjelaskan dengan tenang tentang ramuan ini "pada umumnya ramuan pengurang rasa sakit berwarna biru namun karena memiliki racun di dalamnya tentu saja harus buang. Racun dari bahan ramuan itu berwarna merah itulah sebabnya semakin pekat warna pada ramuan pengurang rasa sakit maka akan semakin pekat warna birunya yang berarti racun yang ada pada bahan itu telah di saring. Berbeda dengan ramuan ku satu ini ramuan ku juga berasal dari bahan yang sama dan penyulingan yang sama hanya saja kekuatan jiwa penyulingan ku lebih kuat dari orang biasanya sehingga esensi racun dan air murni dari bahan terpisah. Esensi racun yang di tambah oleh beberapa bahan lainnya dapat membuat energi seseorang meningkatkan sehingga dapat memperkuat orang tersebut"


Ketiga orang di dalam ruangan itu memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulutnya.