
Menyadari air mata turun ia bertanya dengan diri sendiri sambil menyentuh wajah "air mata... Aku... Apa aku menangis" tertawa lalu melanjutkan "aku mengeluarkan air mata pertamaku setelah tujuh belas tahun, haha ibu, ayah, mei'er aku... Air mataku..."
Setelah mengatakan itu ia menangis sejadi-jadinya mengusapkan air ajaib ke mukanya lalu memandang langit.
Iblis ular semakin melebarkan mata berkata dalam hati 'ini pertama kali tuan menangis seumur hidupnya. Apa karena keluarganya'
Keluar dari dimensi ia pergi ke pasar untuk mencari bahan obat-obatan untuk ramuan. Di jalan ia bertemu seorang gadis cantik, itu adalah XiangRikui.
Gadis cantik itu melihat tatapan anak laki-laki yang tidak jauh dari hadapannya. Mata itu menatapnya dengan cahaya takut dan ke hati-hatian.
Karena merasa gadis cantik itu sadar di tatap olehnya Ia mendekat berkata "ma'af" lalu pergi melewati gadis cantik itu tampa menoleh.
Gadis cantik itu mengerutkan kening menoleh ke arahnya berpikir 'apa yang sebenarnya terjadi'
Selesai membeli bahan obat-obatan ia kembali ke penginapan. Namun ada seorang pria muda berbaju merah di depan pintu.
Ia bertanya dengan lembut pada pria muda itu "permisi. Tuan mencari siapa"
Pria muda itu berbalik tersenyum padanya "mencari Ling Changyi"
Ia mengangguk dan berkata "aku Ling Changyi. Ayo masuk dan kita bicara di dalam" ia membuka pintu dan mempersilahkan tamunya masuk.
Ia mengisi air di mangkuk teh pria muda itu dan mengeluarkan buah yang ia beli di pasar saat membeli obat-obatan.
Pria itu meminum teh yang sajikan. Setelah beberapa ia membuka mulut untuk bertanya "ada perlu apa tuan ke mari"
Pria muda itu tersenyum lalu berkata "aku berkunjung untuk melihat Ling Changyi"
Ia mengerjapkan mata lalu bertanya karena bingung "hanya untuk melihat ku tuan"
Ia memiringkan kepala dan merasa aura orang di depannya seperti tidak asing, tapi ia baru kali ini bertemu dengan orang yang beraura seperti ini.
Pria muda itu mengangguk lalu bertanya "ku dengar yang mulia raja iblis membantu mu untuk bebas dari manusia iblis Rong FangYing"
Ia mengangguk.
Kening orang di depannya berkerut dan menutup mulutnya.
Dengan hati-hati ia bertanya "apa ada yang salah tuan"
"Aku khawatir padamu" pria muda itu berkata dengan kening yang masih mengerut. Diam sejenak lalu melanjutkan "apa yang kamu janjikan sampai raja iblis sendiri yang turun tangan"
Ia tertegun, bingung dan merasa seperti tahu ke khawatiran orang di depannya. Dengan sadar berkata "aku tidak melakukan perjanjian apapun padanya. Aku hanya pernah menyelamatkannya dan ku rasa dia membalas budi"
Dengan kening yang masih berkerut pria muda itu melebarkan matanya hingga hampir keluar lalu berkata "apa menurutmu raja iblis akan menginginkan bantuan"
Terbatuk ia menjelaskan apa yang terjadi. Tapi untuk bagian dimensi apelnya tidak di katakan.
Mendengar penjelasannya pria muda mengangguk bertanya "jadi ahli ramuan tingkat suci"
Ia tidak tahu apa yang di maksud pria muda ini dan berbicara dalam hati 'apa dia mengira aku mengenal orang sehebat itu. Atau mengira aku'
Pria muda itu tersenyum "baiklah aku tidak mungkin melawan raja iblis untuk memaksa mu bersama ku. Kekuatan ku jauh di bawahnya bahkan hanya dengan setengah dari kekuatan miliknya"
"Apa maksudmu" perasaan yang di milikinya tiba-tiba terasa aneh seperti ingin menangis dan terasa sangat sakit.
Ia menggelengkan kepala berkata "aku baik. Tuan tenang saja"
Selesai berbicara ia tertegun berpikir 'kenapa aku menenangkan orang ini, dia hanya orang asing. Dan yang seharusnya di tenangkan adalah aku'
Pria muda itu tersenyum lalu berkata "aku akan pergi ke kota Hien. Jika kamu ingin bisa datang dan jika tidak aku tidak akan memaksa. Raja iblis Sangat mengerikan jika aku memaksa mu"
Dengan sadar ia berkata "aku pasti akan pergi"
Setelah mengatakan itu kembali berpikir 'kenapa aku banyak mengatakan hal aneh. Bukannya aku tidak ingin pergi tapi...'
Pria muda itu menghilang dari pandangan.
Keesokan harinya di pagi hari shifunya datang mengetuk pintu "changyi"
Ia segera membuka pintu mempersilahkan shifunya masuk. Menyeduhkan teh dan duduk depan shifunya.
Shifunya tersenyum berkata "penguasa kota datang menemui mu bukan"
Ia mengangguk seperti ayam mematuk beras berkata "benar shifu"
Shifunya mengisap teh dengan mulutnya lalu dengan tenang berkata "bagaimana keputusan mu"
Ia bingung harus bagaimana. Ia mengiyakan tapi sebenarnya tidak ingin. Ia merasa ada yang aneh pada tubuhnya. Berpikir beberapa waktu ia akhirnya memutuskan.
Dengan senyum di wajah ia membuka mulut "aku akan pergi shifu. Tapi... Aku pergi untuk memastikan sesuatu bukan untuk menjadi istrinya" dalam hati ia berkata 'karena aku laki-laki. Seharusnya menjadi suami'
Ia, shifunya, dan kepala sekolah datang ke alam hantu untuk menemui penguasa kota Hien.
Alam iblis terlihat sama seperti alam manusia. Ramai dan banyak yang menjual makanan, baju, dan aksesoris sama seperti alam manusia. Begitu juga dengan kota iblis. Rakyat alam iblis biasa memiliki tanduk atau memiliki ekor dan memiliki wajah mirip dengan manusia. Alam hantu memiliki rakyat dengan wajah yang hancur, terpotong, tapi ada juga yang terlihat normal seperti manusia.
Di perjalanan ia gemetar saat akan memasuki kota Hien. Di gerbang masuk penjaga kota memberhentikan untuk menanyakan nama. Penjaga itu memiliki wajah hancur tak berbentuk dan tubuh kekar.
Setelah mendengar namanya penjaga gerbang kota Hien melemparkan bubuk merah yang mirip darah ke langit dan mengizinkan mereka masuk.
Saat masuk para hantu itu menatapnya dalam diam. Menyadari itu ia hanya bisa takut gemetar merasa seolah-olah akan di makan oleh mereka.
Seorang hantu dengan wajah tampan datang memberi salam pada mereka "salam ku tamu terhormat"
Shifunya dan kepala sekte mengarahkan tangan ke depan untuk memberi salam yang membuat ia mengikuti.
Hantu tampan itu membawa mereka ke sebuah tempat yang nampak luas dan mewah.
Di dalam ada banyak penjaga yang terlihat tampan yang memberi mereka salam. Ia, shifunya, dan kepala sekte membalas. Sampai seorang pria muda dengan gaun dan jubah merah datang. Pria muda itu adalah orang datang ke tempatnya dua hari kemarin.
Dengan senyum di muka mempersilahkan mereka duduk memberikan makanan dan minuman.
Mereka bertiga duduk meminum dan memakan yang telah di sajikan.
Setelah beberapa saat shifunya mengangkat suara bertanya "ada hal yang perlu kami sampaikan disini penguasa kota Hien"
Dengan senyum di wajah pria muda itu mengangguk berkata "katakan"